Terbanglah Tinggi Bola Basket Indonesia

Standar

Tulisan ini aslinya muncul di Jawa Pos (gw bacanya di Bandung Ekspres) hari ini.

Oleh: Udjo Project Pop, penggemar basket

Di atas langit ada langit. Katakata kiasan itu sangat tepat untuk menggambarkan peta kekuatan bola basket Indonesia dengan tim Filipina.

DALAM pertemuan kedua mereka, yaitu pada partai final SEABA IX di Britama Arena (26/6), tim nasional (timnas) yang merupakan kumpulan pemain terbaik di ’’langit’’ basket Indonesia harus mengakui bahwa mereka tidak bisa melewati kemampuan ’’terbang’’ tim Filipina. Mereka berjuang sekuat tenaga untuk bisa melesakkan 50 angka, sedangkan Filipina –raja basket Asia Tenggara– dengan indahnya mempertontonkan bagaimana cara bermain basket dengan 89 angka.

Sebagai penggemar basket nasional, besar sekali harapan saya bisa melihat timnas kita menjadi jagoan di kawasan ini. Optimisme itu berawal dari bergulirnya sebuah liga basket baru yang lebih baik dan benar, yaitu National Basketball League (NBL) Indonesia. Dikemas dan diorganisasi lebih baik, liga itu menjadikan basket lebih laik tonton. Posisi para pemain diletakkan kembali sebagai pemain profesional.

Rasa optimisme makin membuncah ketika terpilih puluhan pemain terbaik di ’’langit’’ basket NBL Indonesia untuk masuk pelatnas guna menyongsong SEA Games XXVI di Jakarta dan Palembang akhir tahun ini. Bagaimana gak optimistis, program yang dijalani mereka tidak pernah dilakukan sebelumnya dalam sejarah basket Indonesia. Mereka berkesempatan masuk Indonesia Development Camp (IDC) with NBA yang mendatangkan Ron Harper (mantan pemain Chicago Bulls dan LA Lakers) sebagai salah seorang pelatih.

Lalu, training camp berlanjut pada program pelatihan di Perth, Australia, bersama para pelatih World Basketball Academy (WBA). Untuk urusan bela negara, timnas rela bertambah hitam dan kurus demi menempa diri di Batujajar, Bandung, Jawa Barat, secara militer. Hmmm, ini nih…era baru basket Indonesia. Dan, waktunya pun tiba untuk melihat hasil program itu di kejuaraan SEABA (Southeast Asian Basketball Association). Apa yang terjadi cukup mencengangkan. Sebagai penonton awam dengan pengharapan setinggi langit, ternyata pada pertandingan pertama, timnas bersusah payah mengalahkan Singapura. Tiga kuarter tertinggal dan menyusul di kuarter terakhir.

Fiuhhh….pendapat teman-teman yang menonton (saya gak nonton karena harus ngamen demi anak istri :) ), ”aahh belom panaaass”. Oke, itu masuk akal. Buktinya menang kok. Ya, pada partai kedua timnas harus langsung bertemu Filipina. Di dalam hati saya berkata, ’’Hey Filipinos, you’ll be surprised to play againts our ’new’ Indonesian basketball,…though it’s difficult for us to win..we’ll fight back everytime you strike!!!’’ Ciee, kalau saya optimistis… sok Inggrisnya keluar.. Apa dinyana, ternyata perlawanan yang saya umbar tidak terbukti hasilnya.

Ketika pemain lawan masuk ke lapangan dengan materi dua orang center berukuran 2 meteran dan beberapa pemain lain dengan santainya ber-slam dunk ketika pemanasan, mental saya sebagai penonton jatuh banget. Tetapi, optimisme buat mendukung timnas yang sebagian saya kenal baik tetap saya junjung. Pertandingan dimulai, the show has begun for Philippines dan tidak disangka, timnas terlihat bagai adik-adik yang baru belajar bermain basket.

Beda postur, kecepatan, skill, strategi, dan mental mengakibatkan hasil akhir yang mengejutkan. Angka 94-54 menggambarkan betapa jauhnya perlawanan yang timnas berikan. Melihat hasil itu layaknya penonton bola yang pasti lebih pintar daripada pemain dunia mana pun. Saya bertukar komentar dengan beberapa kawan yang sama-sama menyaksikan pertandingan tersebut. Yang paling picik langsung berkata, ’’Mana hasil IDC? Mana hasil Australia!!??” Yang lain menyoroti masalah beda postur dan masalah dua pemain naturalisasi Filipina. Ada juga yang membahas strategi dan roster pemain yang diturunkan pelatih, kenapa si ini gak dipilih saja? Si itu kok gak pede? Ini kok pada gak bisa nembak? dan lain-lain dan seterusnya.

Saya lebih menyoroti semangat juang yang tidak meledak-ledak dari timnas. Kalah boleh saja, tetapi harus melalui pertarungan sengit dulu, berdarahdarah kalau perlu. Uhh…mungkin semangat mereka sama jatuhnya seperti saya ketika para pemain Filipina itu berslam dunk ria saat pemanasan dan beberapa alley-oop ketika game. Pada pertarungan ketiga melawan Malaysia yang tampil ’’luar biasa’’ menghadapi Filipina, ternyata Indonesia bangkit dan mengempaskan Malaysia dengan telak. We own that game! Rasa optimisme itu muncul lagi.

Final versus Filipina….Kita akan kalah, tetapi tidak akan sehancur pertemuan pertama. Ternyata, hasilnya seperti saya tulis di kalimat paling atas. Langit basket Indonesia memang berbeda dengan Filipina. Terlalu tinggi buat kita menguasai bola basket. ASEAN sekarang! Ya bukan sekarang, suatu hari nanti pasti bisa. Kalimat tadi bukan suatu pesimisme, tetapi keyakinan jangka panjang. Setelah saya ingat-ingat, NBL baru berjalan satu musim. Isinya 27 pertandingan yang harus dilakukan tiap tim (lebih baik daripada IBL yang 18 pertandingan per tim). IDC dan program Australia saya pandang sebagai kursus singkat untuk meletakkan kembali permasalahan inti dari timnas Indonesia, basic basketball habit modern yang baik dan benar. Program itu membuka mata pemain, pelatih, dan tim ofisial.

Bagaimana berbedanya metode pelatihan basket di Negeri Kanguru yang sangat menekankan pada hal-hal fundamental, baik di dalam maupun di luar lapangan. Program itu juga membukakan mata kita akan pentingnya pembinaan fundamental basket sejak usia dini lewat program kurikulum sekolah dan liga yang berjenjang (liga pelajar, liga mahasiswa, Kobanita, Kobatama, puncaknya NBL). Semua butuh waktu, proses, dan usaha bersama. Meminjam istilah Kesatria Basket-nya Bapak Anggito Abimanyu, Ketum Perbasi (yang di klip videonya gak ada saya dan Yosi :p), para kesatria itu sudah ada.

Yakni Perbasi dengan para pengurusnya, commissioner NBL dan jajarannya, para pemilik klub dan sponsor, para pelatih dan pemain basket, saya dan ribuan penggemar basket lainnya. Dengan kerja superkeras, kerja sama yang simultan, dan dukungan semua pihak yang besar (termasuk pemerintah), saya yakin basket Indonesia bisa terbang lebih tinggi, melesat ke langit yang lebih tinggi lagi. Dan kerja keras itu harus kita lakukan bersama, sekarang. Bangkitlah bola basket Indonesia! (*)

About these ads

71 thoughts on “Terbanglah Tinggi Bola Basket Indonesia

  1. mainbasket

    Ada komentar bagus yang gw rasa bisa memicu diskusi pada tulisan sebelumnya. Kalau baca tulisannya sih kayaknya dia orang Filipina yang bisa Bahasa Indonesia atau orang Indonesia yang lama di Filipina. Begini katanya:

    “Interesting thread guys.

    Let me tell you that the Philippines is not an immaculate being when it comes to basketball. Iran, Japan and South Korea were able to solve the Philippine riddle and have been consistently beating the Philippines for quite a bit now.

    I think Indonesia must do the following in order to succeed:

    – Hire a European coach – nothing against Ron Harper but based on our experience, NBA basketball does work when it comes to the FIBA style of play. Remember how team USA got constantly beaten?)

    – Naturalize a 7 foot center – that’s how the middle eastern teams have been beating succeeding. Our #9 and #11 would have been a non-factor had you had someone like let’s say, Chris Bosh.

    Of course, we here in the Philippines what we need to do to. But similar to what Indonesia is going through, we understand there may be a lot of factors that are preventing Indonesia from implementing these changes (politics, culture, etc).”

    Dua sarannya sih menarik menurut gw. Walau tampaknya gak bisa atau tepatnya belum bisa diterapkan langsung saat ini. Barangkali untuk target jangka yang lebih panjang lagi bisa dipertimbangkan. Terutama yang nomor satu, “hire a european coach…”

  2. Stefen

    waktu nonton game 2 lawan filipina kayanya para pemain udah nyerah abis kuarter 2..kuarter 3 dan 4 pasrah bgt…
    trus pola pelatih kaya mentok ajah..

    padahal skil,postur masi bisa dikalahin ko dalam baskett sama yang namanya SEMANGAT JUANG..ini yg harus ditanemin

  3. Erwin C.

    Saya ingin memulai komentar saya dengan istilah yang saya ciptakan sendiri untuk Timnas Basket Indonesia “KARUNG GONI TETAP KARUNG GONI WALAU DIJAHIT DI ITALY SEKALIPUN”. Maksudnya adalah,timnas Indonesia tidak pernah berprestasi cemerlang dalam beberapa tahun terakhir,dan selalu mengandalkan pemain yang itu-itu saja,itu-itu lagi. terkesan sangat dipaksakan walau dengan prestasi yang begitu-begitu saja. Tidak ada gunanya menggonta-ganti coach walau dari Eropa atau Michael Jordan sekalipun,karena “KARUNG GONI TETAP KARUNG GONI WALAU DIJAHIT DI ITALY SEKALIPUN”. Istilah yang agak “keras” memang tapi itulah yang harus kita lakukan bila kita ingin ada perubahan dan prestasi di kancah basket Asia,kerja keras dan konsep pengolahan pemain yang matang. Menurut saya ada beberapa hal yang harus kita lakukan bila ingin maju di Asia,yaitu:

    1.MENIADAKAN KEIKUTSERTAAN INDONESIA DI KEJUARAAN-KEJUARAAN BASKET ASIA (KECUALI SEAGAMES) SELAMA MINIMAL 2 TAHUN. DAN MASUK POIN KE 2,,

    2.MEMBUBARKAN TIMNAS INDONESIA DAN MEMBENTUK TIM BARU YANG AKAN DI ISI DENGAN PEMAIN-PEMAIN MUDA YANG BERUSIA MINIMAL 16 TAHUN DAN MAKSIMAL 20 TAHUN. DENGAN MELALUI PROSES SELEKSI YANG KETAT,TERENCANA DAN PROGRAM PEMBINAAN YANG MATANG. DAN MASUK KE POIN KE 3,,

    3.MENCARI PEMAIN DARI SELURUH INDONESIA,SEBANYAK 20 ORANG YANG NANTINYA AKAN MENGERUCUT MENJADI 12 SETELAH MELALUI PROSES PEMBINAAN. SYARAT-SYARAT MASUK TIM “FUTURE INDONESIA” ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
    -TINGGI MINIMAL 180CM – 183CM UNTUK POSISI GUARD DAN SHOOTING GUARD.

    -TINGGI MINIMAL 198CM – 200CM UNTUK POSISI SMALL FORWARD DAN POWER FORWARD

    -TINGGI MINIMAL 200CM – 213CM UNTUK POSISI CENTER

    -USIA MINIMAL 16TAHUN MAKSIMAL 20TAHUN

    4.TIM FUTURE INDONESIA INI DIBERANGKATKAN KE PILIPINA DAN AKAN DILATIH SECARA FISIK DAN TEKNIK BASKET OLEH PELATIH FISIK DAN TEKNIK KENAMAAN DISANA (YANG JUMLAHNYA SEGUDANG) SECARA INTENSIF SELAMA MINIMAL 2 TAHUN. TIM AKAN MONDOK DISANA,BERLATIH SETIAP HARI,BERLATIH TANDING SETIAP MINGGU DENGAN TIM-TIM JUARA SMU-UNIVERSITAS BAHKAN TIM JUARA ANTAR KOMPLEKS ATAU INTER BARANGAY CHAMPIONSHIP YANG TIDAK KALAH HEBAT PERMAINANNYA. LALU SETIAP 2 MINGGU SEKALI TIM FUTURE INDONESIA AKAN DIAJAK MENONTON PERTANDINGAN LIGA PRO PHILIPPINES YAITU PBA ATAU PHILIPPINES BASKETBALL ASSOCIATIONS AGAR MEREKA DAPAT MENYERAP “ILMU” DARI PEMAIN-PEMAIN PROFESIONAL PILIPINA.

    5.SETELAH 2 TAHUN,BARU TIM INI AKAN PULANG KE INDONESIA,SETELAH TERSELEKSI SEBANYAK 12 ORANG YANG PALING MENONJOL DAN MERESPON KE PROGRAM PELATIHAN SELAMA DI MANILA,PILIPINA. PARA PEMAIN YANG TIDAK MASUK AKAN DIPULANGKAN TERLEBIH DAHULU SATU PERSATU. KEMUDIAN DENGAN PENGALAMAN TANDING DAN PELATIHAN YANG SUDAH MUMPUNI TIM INI AKAN MENJADI TIMNAS INDONESIA YANG BARU,DAN SAYA RASA PUN TIDAK AKAN SULIT MENCARIKAN MEREKA TIM UNTUK BERNAUNG DI LIGA BASKET NASIONAL,KARENA 100% SAYA YAKIN KEMAMPUAN MEREKA AKAN BERADA DIATAS RATA-RATA PEMAIN LOKAL SEPULANGNYA DARI MANILA,PILIPINA. SEHINGGA AKAN MENARIK BAGI PARA PEMILIK-PEMILIK CLUB LOKAL UNTUK MEREKRUT MEREKA SEMUA.

    6.PELATIH TIDAK PERLU DARI EROPA,CUKUP SATU ORANG DARI PILIPINA YANG AKAN MENGASAH TIM INI DARI AWAL SELAMA 2 TAHUN SEHINGGA PELATIH INI AKAN SANGAT MEMAHAMI KARAKTERISTIK PARA PEMAIN,BAIK KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA MASING-MASING DAN BAGAIMANA MEMADUKAN KELEBIHAN MEREKA MENJADI SATU KEKUATAN TIM BASKET YANG HANDAL.

    7.KENAPA PILIPINA?? KARENA MEMANG MEREKA MEMILIKI BUDAYA BASKET YANG SANGAT MELEKAT KENTAL DENGAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI DISANA,SAYA PERNAH 4TAHUN SETENGAH DISANA DAN MENYAKSIKAN SENDIRI HEBATNYA DUNIA BASKET MEREKA DARI SEGALA SISI. PILIPINA JUGA SELAIN MUMPUNI UNTUK AJANG LOKASI PENGGODOKAN CUKUP EKONOMIS DARI SISI BIAYA. TINGKAT EKONOMI DISANA RENDAH SEHINGGA BIAYA HIDUP MURAH TIDAK SEMAHAL JAKARTA. MAKA BIAYA PELATIHAN DISANA SELAMA 2 TAHUN AKAN SANGAT TERJANGKAU KETIMBANG MENDATANGKAN RON HARPER SELAMA 4 HARI,BERLATIH KE AUSTRALIA DAN LAIN-LAIN.

    8.PROGRAM INI ADALAH PROGRAM JANGKA PANJANG,KARENA DI BASKET TIDAK ADA KEMAJUAN YANG AKAN DICAPAI DENGAN MENDATANGKAN PENSIUNAN NBA SELAMA 4 HARI (YANG MUNGKIN SELAMA MELATIH PUN RON HARPER INGIN CEPAT-CEPAT SELESAI,JALAN-JALAN KELILING JAKARTA,BELI OLEH-OLEH,MENCICIPI MASAKAN LOKAL DAN MAYBE EVEN LOCAL GIRLS,LOL) DAN BERHARAP PEMAIN AKAN LEBIH HEBAT,MEMBUTUHKAN WAKTU DAN PROSES SERTA PROGRAM YANG MATANG UNTUK MENGEMBANGKAN PEMAIN DENGAN BENAR. BUKTINYA,TIMNAS INDONESIA,SETELAH BERLATIH DENGAN RON HARPER,BERFOTO BERSAMA DAN MEMASUKAN NYA DI BB PIC MASING-MASING,KANDAS DI TANGAN TIM AMATIR PILIPINA SMART GILAS DENGAN ANGKA YANG MEMALUKAN. SEKEDAR INFORMASI,SMART GILAS BUKANLAH TIM NASIONAL PILIPINA,MEREKA PUN RATA-RATA HANYA PEMAIN AMATIR. PEMAIN PROFESIONAL SANA LEBIH FOKUS PADA LIGA PRO MEREKA DAN CENDERUNG MENOLAK UNTUK MASUK TIMNAS. BAYANGKAN KALAU TIMNAS MEREKA DI ISI OLEH PEMAIN PROFESIONAL MEREKA DAN TURUN KE SEA GAMES NOVEMBER MENDATANG?? AKAN SANGAT MENYEDIHKAN BAGI TIM TUAN RUMAH NANTINYA. JADI JANGAN BURU-BURU KITA MERASA BAHWA KITA ADALAH RIVAL PILIPINA DI KANCAH BASKET ASIA,SAMA SEKALI BUKAN DAN ITU ADALAH PERNYATAAN YANG TIDAK JUJUR DAN MEMBOHONGI PUBLIK SERTA PEMBACA WEB INI. MASIH JAUH KITA,, TAPI BUKAN BERARTI TIDAK ADA HARAPAN MAJU BILA DITANGANI OLEH ORANG-ORANG YANG MEMAHAMI BASKET BUKAN “JAGO NGOMONG” BASKET SEPERTI YANG TERJADI SEKARANG.

    Bahan pemain baru yang bagus,program yang matang dan pelatih yang profesional dengan program jangka panjang,thats what Indonesia basketball needs.

    • dian candrasari

      Halo bung, kenapa nulisnya menggunakan huruf besar semua ?

      Lagi marah ?
      Atau merasa pendapat anda paling benar ?

      di dunia maya juga perlu sopan santun bung, baik dalam menulis maupun dalam penggunaan huruf besar / huruf kecil.

      makasih.

    • chris

      duh tolong ya, pendapat situ sama sekali GA MASUK AKAL! masa iya kita harus bubarin timnas basket? masa iya merekrut anak umur16th yg blm ada jam terbang tinggi?

  4. @Erwin C .. Maaf saya kurang setuju dgn pandangan anda..

    Kehadiran Bintang2 NBA ataupun Australia Intinya bukan belajar main seperti mereka. melainkan Para Atlit kita Belajar untuk Basic2/Hal2 Fundamental dari bola Basket. Merubah Fondasi atau Paradigma dari Bola Basket, bukan belajar bermain seperti tim2 NBA atau Australia.

    Untuk Konsep Belajar di Pilipina, saya sangat amat tidak setuju.. Basket di sana Maju, karena Mereka punya sebuah Keuntungan yg tidak dimiliki negara2 lain. yakni Banyak sekali pemain2 keturunan Amerika disana dimana Negara Filipina merupakan negara bekas jajahan Amerika. Potensi ini yg mereka manfaatkan semaksimal mungkin untuk mengangkat Bola basket. Karena memang negara Amerika merupakan Pusat basket Dunia. (Sama seperti yg Indonesia lakukan skrg dlm dunia sepakbola, melakukan naturalisasi para pemain Belanda yg pernah menjajah kita).

    Kita Belajar ke Filipina, berarti kita tidak akan pernah bisa mengalahkan mereka karena kita selalu terpaku dgn nama besar Filipina. Seperti parafraf di atas, Filipina bisa berkembang karena mereka di tunjang oleh sumber daya dan potensi yang tidak di miliki oleh negara Kita. Lebih baik kita belajar dgn yg terbaik di dunia, karena kita mengejar dunia dan bahkan mengalahkan Filipina.

    Smart Gilas, itu sudah terbentuk pada tahun 2007 atau 2008.. Itu Timnas yg di bentuk oleh Perbasi Filipina. Pemain2nya merupakan pilihan dari pemain muda terbaik di filipina di tambah permain Naturalisasi (Marcus Douhit), dan Fil-am yg malang melintang di Amerika (Chris Lutz, Lassiter, Japeth Aguilar). Mereka ini bukan amatiran, mereka pemain2 terbaik pilihan Head Coach Rajko Toroman. Mereka membangun tim ini bukan dengan biaya murah dan seadannya saja. Mereka juga tidak belajar hanya di Filipina. selama kurang lebih 3 tahun, mereka sudah melakukan latihan2 Intensif di Australia, Las Vegas, Bahkan di negara eropa (turki & Serbia). “Mereka Sendiri berusaha belajar dgn tim2 di belahan dunia.. buat apa Indonesia harus belajar dgn mereka??.. :)

    Utk Erwin C : Smart Gilas ini Pernah 1 Musim bermain di Liga profesional Pilipina (PBA) dgn Skuad yg sama dan tanpa import Player. tau apa hasilnya??.. Mereka bertenggger di Puncak Klansemen dgn hanya 1 kali kekalahan!!!.. mereka tersingkir di Semifinal dgn tim2 yg memang lebih berpengalaman Talk n text, Giberna King, dll.. Sebenarnya memang tim ini sangat kuat, bahkan para pemainnya lebih baik di liga Profesional. selain itu, tim ini seharusnya mengunakan 4 pemain profesional PBA di dalam skuad mereka : Don2 Henterivos, Asi Taulava, Kelly Williams, dan Jimmy Alapag. sayang jadwal seaba bentrok dgn jadwal liga PBA.. sehingga mrk tidak bisa bermain. ( jadi intinya, Informasi yg anda berikan itu masih harus di perjelas lagi..)

    Di Seagames, Filipina turun dgn tim yg bukan Smart gilas.. Mrk turun dgn tim yg di bentuk dan dihuni oleh pemain2 muda berbakat yg sebentar lagi akan menjadi superstar di PBA.. tentu mereka mengunakan lebih banyak pemain2 Fil-Am.. salah satunya adalah Bobby Parks Jr (Anak dari mantan Best Import Player di PBA dan mantan pemain asing Aspac tahun 1990-an) dan masih banyak lg pemain2 amrik yg di panggil. (Mereka sudah Announce di salah satu blog pilipina mulai awal tahun ini.. ;) )

    Intinya, di Seaba kmrn.. Kita tim Indonesia memang kalah Kelas di banding Smart Gilas Pilipina. Jika mereka(Pilipina) akan mengejar Dunia (target mereka Masuk Olimpiade di London 2012), Indonesia masih senang dengan Slogan “Saatnya Basket Indonesia Bangkit”… Sedih bacanya.. Setiap pergantian pengurus di Perbasi, selalu Slogan itu yang di gunakan… Berjalan di tempat aja berarti… tapi Saya tetap mendkung basket Indonesia.. saya yakin suatu saat yg tidak tau kapan, kita bisa mengalahkan filipina. bahkan Seaba nantinya, ada pontensi kita bisa mengalahkan tim Pilipina yg dihuni pemain2 muda itu.. hehe.. Aminn…

    • Kenapa Tjong ada masalah dengan “Saatnya Basket Indonesia Bangkit” emang nyatanya basket kita terpuruk, dengan adanya nbl, dbl, dan laini lain, kita coba bangkit, kenapa sangat pesimis dengan pengurusan Perbasi ?. Baru mulai sudah antipati

      Anyway terima kasih buat supportnya buat bolabasket Indonesia, sekali sekali main main donk di kantor Perbasi, salam

  5. Erwin C.

    @ronytjong05,sepertinya wawasan anda cukup luas dan saya hormati itu. tapi untuk memajukan basket Indonesia dibutuhkan seseorang yang memahami basket dari luar dalam,bukan pengamat-pengamat copy-paste google. Belajar dari Pilipina justru akan sangat bermanfaat bagi para pemain Indonesia,dengan begitu Indonesia bisa mempelajari ilmu basket mereka. Satu hal yang harus anda ingat mas rony,Indonesia belum saatnya menargetkan kemenangan,apalagi atas Pilipina,yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana bermain basket dengan baik dan benar dengan tehnik yang mumpuni baru kemudian menang. Ada tim-tim yang tidak juara,seperti Malaysia dan Singapore,tapi mereka bermain dengan baik dan ada regenerasi. mereka menurunkan pemain-pemain muda,bahkan sempat memberi perlawanan yang sengit ke Indonesia yang isinya pemain “mega senior”. Saya katakan “mega senior” karena Indonesia juara dalam hal umur,pemain-pemain Indonesia adalah pemain-pemain tertua di kompetisi SEABA 2011 dan mungkin juga seagames november nanti. Tidak bisa dipungkiri,umur adalah musuh terjelek yang tak bisa dihindari dalam cabang olahraga manapun. Dan kendala itu sangat menimpa Indonesia,jangan berharap banyak apalagi progress dari tim yang sudah uzur dibanding sekelompok anak muda yang masih haus prestasi dan berotot muda.

    Soal pemain phil-am,itu program yang baru beberapa tahun belakangan saja dimulai,dan itu bukan sesuatu yang saya anggap kekuatan utama mereka. Semua kembali ke pembinaan dan program pelatihan mereka yang matang. Karena kalau mau bicara soal phil-am,saya katakan di america juga banyak sekali indonesia-america,kalau mau di data warga Indonesia yang menikah dengan orang America tentu sangat banyak sekali jumlahnya. Lalu kenapa kita tidak mengambil pemain Indonesia-america atau iL-am? Saya katakan karena PB Perbasi tidak mempunyai program yang jelas untuk memajukan Basket Indonesia. Bukti nyata,kasat mata saya tidak perlu bicara banyak soal itu.

    Inti artikel saya diatas adalah program yang saya rancang untuk kemajuan basket Indonesia,anda mengkritik tanpa solusi,apakah dibalik ketidak setujuan anda,anda mempunyai program dan solusi yang lebih baik? saya sangat ingin mendengarnya =)

    Anda tau siapa pemain legendaris Pilipina yang sampai dibuat sepatunya dengan tanda tangan orang ini? bukan Phil-am mas Rony,orang pilipina asli,Robert Jaworski,Kaypee merek sepatu olahraga Pilipina membuatkan sepatu karena begitu melegendaris nya orang ini di kancah basket sana. Anda pernah dengar yang namanya samboy Lim yang dijuluki Michael Jordan of Asia? Anda pernah mendengar yang namanya Alan Caidic yang menjadi MVP dalam game of legends antara pemain ex Philippine basketball association melawan pemain NBA dengan 54 points? Anda pernah mendengar yang namanya Vergel Meneses yang dijuluki The Aerial voyager karena memiliki lompatan dan kemampuan slam dunk yang luar biasa? apakah anda pernah mendengar yang namanya Johnny Abbariantos yang dijuluki the Flying A,yang jauh sebelum pemain China masuk NBA sudah di try out oleh tim NBA charlotte hornets? apakah anda pernah mendengar yang namanya Carlos ‘Caloy’ Loyzaga? dan masih banyak lagi,mereka semua bukan phil-am mas Rony dan mereka-mereka inilah pemain legenda Pilipina,beberapa dari mereka. Jadi kalau anda berpikir Pilipina maju karena phil-am jelas anda baru membaca dan mengetahui belakangan ini soal dunia basket sana. Saya sudah mengikuti sejak tahun 1992 mas Ronny. Silahkan anda google nama-nama diatas,dapat menjadi bacaan yang menarik dan menambah wawasan anda yang sudah luas =)

    Kalau anda berkata “buat apa belajar dari mereka (Pilipina)” saya speechless dan berat menanggapi statement itu,, itu seperti berkata: jangan belajar tinju dari Manny Pacquiao karena dia toh juga belajar di America dari Freddie Roach,, hehehe this is funny boss.

    Saya juga mendukung basket Indonesia,dengan jujur,bukan dengan budaya euh pakewuh,yang nantinya akan menghambat sendiri kemajuan basket Indonesia.

    So whats ur programme?

  6. Oskar sh

    Bung Ronytjong, saya sangat setuju dgn Bung Erwin C, dan saya sangat tidak sependapat dgn anda, karena yg di sampaikan Bung Erwin di sini adalah fakta dan masukan yg bagus, at least he has some ideas untuk bagaimana membenahi Basket Indonesia, bukan hanya mengerti dan menguasai theory dan sejarah Basket negara2 Basket tetapi comes up with NO IDEAS. Jadi nya apa? Bicara omong kosong dan hanya saling melempar kritik kosong. Di blog ini seharus nya menjadi ajang untuk kita yg boleh di bilang Penggila Basket dan Fans dari Basket Indonesia untuk membahas dan memberikan masukan dan juga kritik pedas karena keinginan kita semua di sini untuk melihat Basket di tanah air maju.

    Anda salah kalo mengatakan seolah2 bahwa Filipina hanya kuat karena pemain Fil Am nya, berarti anda belum pernah ke Filipina, mungkin anda harus melihat langsung kesana, the truth is: Di Filipina banyak sekali pemain local yang sangat-sangat bagus, di mulai dari SMP, SMA dan di Universitas2 mereka, bahkan pemain2 yg bermain di playground/park nya saja hebat2, kemudian kalo menonjol dan hebat mereka masuk ke Liga pro mereka yaitu PBA, kalo pun tidak masuk PBA masih ada kemungkinan bagi pemain yang bagus untuk sementara main di Liga PBL (second league Basket nya) dan kemudian kalo Improved bisa ada kemungkinan di tarik ke PBA.

    Mengapa Filipina menggunakan Fil Am? Belakangan ide itu muncul karena mereka ingin meningkatkan peringkat mereka di Asia, mereka ingin memajukan Basket nya dan bisa mengalahkan Korea, China dan juga Jepang dan juga negara2 timur tengah. Lagilpula Fil Am adalah orang Filipina juga, beda nya hanya salah satu ortu nya either Bapak atau Ibu nya adalah orang Warga Negara Asing.

    Tidak usah jauh2 melihat Fil Am nya, di Seagames beberapa tahun lalu juga Filipina pernah mengalahkan Indonesia berbekal pemain local non Fil Am (naturalisasi), dan anda juga jangan heran dengan misal seperti Japeth Aguilar-Smart Gilas, dia adalah pemain lokal yg kuliah di kampus local Filipina Ateneo Univ sebelum nya namun meneruskan sekolah di USA, dan menjadi makin baik ketika sekolah di sana, pertanyaan nya, bukankah banyak juga orang kita yang bersekolah di USA, namun tidak menjadi pemain nasional di Indonesia.

    Untuk Smart Gilas, Smart Gilas adalah bukan merupakan member dari PBA, akan tetapi Smart Gilas adalah team yang dibentuk oleh Perbasi nya Flipina untuk misi mengikuti kejuaraan dunia FIBA Asia dan Olimpics, yang tujuan nya untuk memajukan dan menaikkan Peringkat Basket Filipina di Asia dan di Fiba/dunia dan yg terpenting untuk mereka adalah bagaimana supaya pemain Filipina ada yg bisa masuk dan bermain di NBA. Materi pemain2 nya diambilkan dari kampus2 dan amatiran, Smart Gilas sengaja di masukkan ke PBA sementara waktu untuk mendapatkan jam terbang dan ilmu dari pemain2 senior mereka di PBA. Untuk anda ketahui juga, Bung Erwin benar mengatakan bahwa Smart Gilas yang datang kemarin di 9th SEABA di Jakarta itu adalah pemain2 non PBA-Chris Tiu, Andi Barocca, J.V. Casio, Dylan Ababou, Mac Baracael , Jason Ballesteros, mereka adalah pemain bintang2 di universitas2 Filipina yg tidak terpilih masuk di PBA. Sedangkan Don don Henterivos, Asi Taulava, Kelly Williams, Jimmy Alapag adalah pemain PBA namun baru2 ini mereka join untuk persiapan kejuaraan dunia. Namun tokh kemarin mereka tidak bisa ikut ke Jakarta, jadi yang di hadapi timnas indo adalah pemain non Liga professional plus 1 pemain naturalisasi Marcus Douhit yg malah adalah yg terlemah di squad Filipina, sedangkan Timnas kita Indonesia bermaterikan pemain2 all star NBL.

    Kenapa kita harus belajar dari mereka? Saya setuju dgn Bung Erwin karena Filipina adalah Negara tetangga kita/ASEAN, Negara basket di Asia yang terdekat dgn kita dan betul sekali secara ekonomi masih jauh di bawah kita. Cost nya akan murah pasti nya. Dan yg pasti di Filipina itu Basket sangat populer dan mendarah daging, seperti Sepak bola di tanah air kita, Basket dimainkan di setiap pelosok, di jalan, di gang2, di taman2, di sekolah, dan menjadi tontonan utama mereka selain olahraga yg lain. Basket adalah hidup mereka. Jadi mengapa musti belajar dari pemain tua Amerika segala buang2 duit untuk belajar yg anda sebut Fundamental/Basic basket yg tidak ada sama sekali kelihatan praktek nya di 9th SEABA, bermain dgn pola2 yg kosong dan mental yg lemah. Akan jauh lebih baik belajar dengan Filipina lawan terberat kita di ASEAN, coach dari Filipina dan yg terpenting menurut saya regenerasi. Dan jangan turunkan lagi pemain tua.

    Filipina belajar Basket ke eropa dan Amerika BETUL! Mengapa? Karena mereka ingin mendapat ilmu nya bagaimana misal Turki yang beberapa pemain nya sudah masuk NBA, sparring2/latih tandang bersama team2 ini juga untuk persiapan mereka di ajang kejuaraan dunia. Jadi bukan belajar Basket di belahan dunia lain seperti pernyataan anda. Mereka secara skill sudah terbentuk dalam budaya dan kultur Basket mereka sendiri. Ibarat kain mereka itu bahan yg bagus dan kualitas baik.

    Bung Ronny, anda musti visit Filipina, nonton PBA dan coba ikutan main dgn anak2 sana di Park2, baru anda akan mengerti :)

  7. mainbasket

    Terima kasih Erwin, Rony, dan Oskar. Gw sendiri terkesima dengan apa yang kalian bicarakan di atas. Jelas gw pribadi tidak sepaham itu dengan perbasketan Filipina. Apa yang Erwin, Rony, dan Oskar paparkan di sini benar-benar membuka mata dan wawasan gw secara pribadi dan semoga juga menambah wawasan teman-teman pembaca yang lain. Saya sangat-sangat senang teman-teman bisa berdiskusi di sini :D

    Rony telah beberapa kali berkontribusi di blog ini. Jika ada kesempatan, sudilah kiranya Erwin dan atau Oskar sekali-sekali menulis juga tentang apapun, kalau bisa sih tentang dunia basket di Filipina yang maju itu. Satu tulisan akan sangat berharga karena dibaca oleh ratusan-ribuan (semoga menjadi jutaan :D) penggemar basket di Indonesia.

    Erwin, Rony, Oskar, terima kasih banyak banget! :D

  8. Johnny

    Mas, saya sebagai orang yang awam basket, ingin bertanya.. Kalo gak salah beberapa taun lalu pemain muda kita ada beberapa yang dikirim untuk menimba ilmu di Perpetual University di Philipines. Sekarang nasib mereka gimana ya? Padahal menurut saya, itu adalah langkah jangka panjang yang bagus banget buat basket kita.

    • kynya sih ga jalan tuh bro..
      klo ga salah isman toyib (ASPAC) & ryan febryan (SM ABL) yg salah dua anggotanya, skrg udah balik lg ke Indo..

      (benarkan saya klo salah yah, thanx..)

  9. bakrie

    Sayang seribu sayang, apabila ide temen2 yang bagus ini cuman berakhir di blog ini. hangat di blog, tapi tetap adem ayem di realitas. Seharusnya perbasi buka semacam ‘kotak saran’ untuk menampung aspirasi pecinta basket di tanah air.

    Adakah para petinggi perbasi yang membaca blog ini ?

    Kalopun ada, apakah para petinggi tersebut mempunyai POWER untuk membuat timnas kita lebih baik, sesuai dengan saran2 dari para pecinta basket disini ?

  10. udjo

    Makasi ya semua…..aku jadi banyak belajar….aku awam se awam2nya….tpi aku cinta secinta2nya ama basket Indonesia…don’t we all….perbedaan pendapat nya juga luar biasa kok..tanpa bermaksud membela….ini seperti melihat penggemar kamera Nikon vs Canon, penggemar project pop vs smash :)….skali makasiii ya teman2 baruku…makasi idan buat blog yg luar biasa ini….

  11. octariza

    Sparing yang di lakukan percuma , karena mereka menggunakan lawan tanding team yang ada di bawah nya. Memang kita bisa mengukur kekuatan kita, tetapi kita tidak bisa belajar dari lawan.

    usul saya sih sebaik nya tim NBL di perblehkan memasukkan pemain asing ke dalam team nya, tentunya dengan batasan jumlah , mungkin 2 atau 1.
    mungkin orang beranggapan kalau ada pemain asing di NBL akan memundurkan kemampuan para pemain kita, seolah-olah terlalu mengandalkan pemain asing tersebut.

    tetapi mengapa “sebagian orang” tersebut tidak pernah berpikir beberapa pemain asing bisa mengajarkan sesuatu yang tidak di dapatkan oleh pemain kita dari pelatih mereka?

    dengan intensitas yang tinggi / pertemuan terus menerus mungkin sedikit banyak ilmu yang di punyai pemain asing bisa di tularkan ke pemain kita.

    Kita benar benar butuh suntikan ILMU dari tempat lain, kalau yang di maksud tempat lain itu adalah pemain dari luar negeri, kenapa tidak?

  12. Erwin C.

    @Octariza: sekedar mengingatkan mas octa,beberapa tahun kebelakang Indonesia sudah melakukan hal itu,mendatangkan pemain-pemain import untuk bermain disini. Apakah prestasi kita meningkat dengan kehadiran mereka di Indonesia? apakah waktu itu prestasi basket kita naik mengalahkan Pilipina? NOPE,tidak sama sekali. kalau program mendatangkan pemain import yang menjadi solusi mas octa,maka saya katakan itu program “regenerasi kegagalan”.

    Indonesia sudah sampai pada titik nadir di basket,titik dimana tim all star Indonesia yang sudah berlatih 4 hari dengan Ron harper pemain ex chicago bulls era michael Jordan dan berlatih ke australia,kemudian di bantai habis dengan perolehan angka yang sangat mencolok dalam dua pertemuan mereka. saya ingatkan kawan-kawan disini, Game 1 Indonesia-Pilipina 94-54. kemudian game kedua di Final Indonesia kalah dengan skor 89-50 di hometown nya sendiri,di hadapan pendukungnya sendiri. Sungguh memalukan dan menyedihkan. Dan kalau kawan-kawan semua liat stats perolehan angka para pemain Indonesia,rata-rata hanya poin 2-6 poin per game. Angka yang sangat rendah untuk sebuah tim basket nasional.

    Ini saatnya kita sadar dan membuka mata kita,jujur dengan ketinggalan kita dibanding Pilipina,jangan mengganggap musuh negara yang lebih baik dari kita. Jangan mengganggap mereka rival kita,dan JANGAN EGO atau malu untuk belajar dari mereka. Ingat pepatah “guru kencing berdiri murid kencing berlari”. Kita belajar dari mereka suatu saat kita bisa lebih baik dari mereka,pasti!

    Untuk itu kita tidak punya pilihan lain berkaca dari 2 kekalahan yang lebih layak disebut pembantaian di sportsmall kemaren,kita harus melakukan reformasi basket total. Mulai dari nol seperti program yang telah saya paparkan diatas,kita absen untuk 2 tahun dengan program yang jelas,matang dan terukur,untuk kembali lagi 2 tahun ke depan dengan kejutan-kejutan baru. ketimbang hanya “meregenerasi kekalahan” dengan pemain itu-itu lagi,dia-dia lagi.

    November mendatang di ajang Sea games,Pilipina akan menurunkan tim yang berbeda,tim sea games Pilipina akan di isi pemain top liga mahasiswa mereka,dengan pelatih dari Ateneo University. ini berarti tim all-star Indonesia akan dihadapkan dengan anak-anak mahasiswa,ditambah 2-3 pemain senior dari smart gilas kemungkinan. kalau hal yang sama terulang lagi November nanti,Indonesia kembali kalah,apa yang akan kita lakukan?? berlomba-lomba mengatakan “saya tetap cinta basket indo apapun yang terjadi??”

    Banyak yang mungkin berpikir,saya tidak nasionalisme dengan mengkritik keras timnas kita. Tetapi saya katakan justru bila kita tidak mengkritik keras dan mendorong perubahan demi kesuksesan,itu yang saya katakan tidak nasionalis! Dengan budaya “Nrimo” dan “Euh pakewuh” penuh rasa tidak enak untuk mengatakan hal-hal yang sebenarnya adalah fakta. Lihat publik bola di Inggris betapapun mereka mencintai liga sepakbola mereka tapi betapa kerasnya mereka mengkritik para pemain yang tidak tampil bagus,amat sangat keras. apakah ini tandanya publik Inggris tidak nasionalis?? tidak sama sekali,ini adalah bentuk cinta mereka kepada olahraga kebanggaan mereka.

    Kita butuh perubahan,total,kita butuh pergantian timnas TOTAL,baru kita akan mendapatkan hasil yang juga TOTAL.

  13. @Erwin : Wah,saya garis besar pernyataan anda tentang “tapi untuk memajukan basket Indonesia dibutuhkan seseorang yang memahami basket dari luar dalam,bukan pengamat-pengamat copy-paste google”. Anda terlalu arogan merasa pendapat anda (Program yg anda rancang & anda yakini sukses) paling baik. Tapi saya bersyukur, makin byk yg peduli terhadap basket Indonesia dan ingin basket Indonesia maju.

    Bagi saya, Indonesia sah-sah saja menargetkan utk mengalahkan Filipina. Karena target Indonesia di Sea-Games adl Emas!. Target itukan bisa terealisasi atau Gagal. Tingal bagaimana hasil yg di peroleh nantinya di Sea Games. Sebelum peluit tanda berakhir, saya cukup Optimis masih ada kesempatan utk meraih Emas di Sea-Games. Menurut saya Pribadi, Tujuan utama adalah ingin menang dan juara, kenapa harus bermain baik dan benar baru bisa menang.. Kan Target kita(Indonesia) Juara ;). Jika menurut anda Malaysia dan Singapura lbh baik, toh mrk Kalah kan lawan Indonesia di Seaba kmrn.. kalah 2 poin, kalah 20poin, main bagus membuat musuh kesulitan : toh tetap sama kalah-nya.

    Untuk Timnas (Tim Nasional), bagi saya masalah umur tidak lah berpengaruh, mau umur brp saja asal masih bisa bersaing kenapa tdk d beri kesempatan. Saya tdk peduli dgn konsep Singapura atau Malaysia yg mengunakan pemain2 Muda utk bermain d Timnas. Proses Regenerasi itu harus d tekankan dalam kompetisi2 Lokal Indonesia, dari situ muncul bibit2 yg bisa di siapkan menjadi pemain nasional!. Karena Misi Timnas Indonesia di Sea-Games adl Merebut Emas, jadi sudah selayaknya yg terbaik di pilih! Kenapa harus pemain muda ??.. Sangat berbeda jika misi kita ingin mematangkan pemain Muda sprti Yg anda katakan.

    Saya setuju kita harus banyak belajar dari filipina mengenai bola basket di sana, seperti yg di katakan oleh bro Oskar.. :) belajar konsep2 pengembangan bola basket di sana itu benar dan saya setuju, bukan belajar bermain bola basket disana utk Tim Nasional..

    Untuk Program, mungkin saya tidak bisa memberikan yg lebih baik dari program anda yg msih perlu di pertanyakan apakah akan berhasil atau tidak… Tapi, saya bisa berikan Program2 yang lebih pasti dan lebih cepat/ jangka waktunya pendek. Cukup simpel dan gampang, “Naturalisasi aja pemain2 NBA atau NBA-Development League”. Toh kita bisa lgsg bersaing d Asia :)

    Basket Indonesia masih harus Bangkit dan berusaha berbenah, masih banyak yg harus di benahi. Inti masalah bukan hanya di Timnas saja. Bola basket Indonesia sudah terpuruk beberapa tahun belakangan, saat ini kita mulai bangkit, lewat beberapa gebrakan2 perbasi,NBL,dll. Itu pondasi utama meraih apa yg kita inginkan Yakni Indonesia berjaya di level Asia. Dgn sehatnya Basket Indonesia yg mencakup banyak banyak hal terutama Kompetisi, toh Insya Allah Prestasi itu akan datang sendiri-Nya.. Percayalah Teman.. :)

    Saya iri melihat anda yg sudah 4 tahun d Pilipina, sementara saya masih dalam hasrat utk dpt menyaksikan Basket di sana.. Terima kasih atas Informasi para Legends Filipina.. Tidak lupa, jika saya ke Filipina, saya akan mencari sepatu Legends seperti yg anda Katakan. Makin penasaran.. Terima kasih Mas Erwin sudah membagi ilmu-nya.. Hormat saya..

  14. sparco

    bla..bla..bla.. @agusmauro: minta program jangka panjang PB.Perbasi periode anda dong? boleh ngga? terutama yg menyangkut Timnas… Karena dari situ kita bisa “berdiskusi” secara NYATA. O iya, jangan lupa data program yg sdh BISA dijalankan karena dananya sudah siap. Thx

  15. @Bang Agus Mauro : Saya tidak ada masalah dengan Kalimat seperti itu. Saya hanya mengungkapkan perasaan saya.. Dimana pesaing2 kita sudah berbenah dan mengejar dunia, kita masih saja harus bangkit dr keterpurukan.
    Saya Pribadi tidak pepsimis kok dgn Pengurus Perbasi. Saya hanya mengungkapkan kekecewaan.. Disini saya tau Perbasi sudah melakukan byk perbenahan. Dan tidak bisa di pungkiri, Perbasi sudah bekerja keras utk kembali mengangkat keterpurukan Basket Indonesia.

    Bangkit dari keterpurukan tidaklah cukup. Kita harus mengejar ketertinggalan dgn negara2 pesaing yg jauh meninggalkan kita.
    Saya akan selalu support Basket Indonesia, karena saya Cinta dunia Basket.. Terima kasih Bang Agus Mauro.

    NB : Boleh donk di jelasin Apa saja yg menjadi Program2 PP Perbasi utk mengangkat/bangkit dr keterpurukan… :)

    • Kami di Perbasi selalu berdikusi dengan para stakeholder dari seluruh insan basket di Indonesia, Mas Azrul, Mas Erick, Mbak Novi, pak Gatot (banyak yang tidak bisa saya sebut satu persatu), tujuannya adalah mencari Grand Design Basket Indonesia paling tidak 3 tahun ke depan (masa kepengurusan Perbasi yang sekarang)

      Menurut kami yang patut untuk dimulai adalah pembuatan Data Base yang akurat utk bakat bakat di tanah air, terutama di usia dini yang mana bisa menjadi modal kita utk menjaring bakat bakat basket di tanah air yang mana secara langsung dan tidak langsung kita bisa salurkan ke klub klub maupun sekolah sekolah untuk dibina

      Basis Pembinaan yang kami pakai adalah basis pembinaan sekolah melalui dukungan terhadap gerakan basket seperti Dbl maupun popmie dan yang sedang kita garap adalah membuat LIBAMANAS menjadi kegiatan yang lebih masal (kita akan coba menyadur program NCAA di amerika melalui conference, sehingga setiap perguruan tinggi bisa punya kesempatan menjadi juara Indonesia)

      Kompetisi antar Klub kita akan dukung terus sehingga dapat menjadi penyaluran bakat pemain basket dan pemain basket berbakat dapat menggantungkan hidupnya dari menjadi basket profesional

      Untuk timnas putra dan putri selain mendukung pencapaian prestasi timnas senior, kita akan membuat program jangka panjang timnas ku 14 dan ku 16 ( yang mana seleknas akan diadakan tgl 3-6 juli di Semarang)

      KU 14 kita akan bina dimana dalam 2 tahun mendatang akan jadi cikal bakal ku 16

      Sedangkan ku 16 kita harapkan akan terus berlanjut programnya sampai ku 18 dst, dan bila mendapatkan dana, kita akan bikin program mirip yang dilakukan oleh Philippine dengan Smart Gilasnya, program jangka panjang.

      Usulan diatas dari teman teman sangat menarik dan saya rasa menggabungkan antara mendatangkan bintang bintang nba atupun kepelatihan nba dll dan juga program ala Philippine yang diusulkan patut kita sikapi dan pertimbangkan

      Kami di perbasi membuka lebar segala usulan dan keinginan dari para stakeholder maupun pecinta basket Indonesia karena kami yakin semuanya utk kemajuan basket di tanah air

      Kami di perbasi melakukan sistim managemen terbuka dan siapapun bisa melihat sampai sen terakhir pengelolaan dana dan juga semua pengambilan keputusan kami catat sehingga bila ada kesalahan bisa dikoreksi

      Melalui forum ini, kami mengundang jangan segan segan datang ke kantor perbasi di Senayan, kami akan selalu menyambut anda dengan senang hati, paling tidak 1 gelas aqua pasti disediakan :)

      • Terima kasih atas Komentarnya Bang mengenai Program2 dari PP Perbasi…

        Saya menunggu Program-program itu berjalan dan sesuai dengan yang di harapkan. Terutama target2 yang akan terealisasi.

        Sebagai tambahan, saya berkaca pada sistem pembinaan di Australia yang mungkin dapat di terapkan di Indonesia. Yakni, Kembali mengangkat Kompetisi2 di berbagai daerah, untuk klub2 amatir. Karena selama ini menurut saya, Kompetisi2 amatir masih sangat kurang di perhatikan. Padahal dari sana adalah pijakan untuk
        menghasilkan pemain-pemain berkualitas. Klub-klub lokal mendapat tempat untuk berkompetisi dan mereka tentu terus mengangkat potensi-potensi pemain dan jelas melakukan pembinaan mulai dari level Lokal. Kompetisi memang sangat menunjang dari perkembangan seorang atlit daripada hanya memaksakan mereka untuk terus berlatih. jam terbang sangatlah penting.

        menurut saya, Sistem pembinaan ini lebih baik ketimbang harus memaksakan mengadakan kejurda KU, Kejurnas KU, Popda, Porprov..

        Seperti di Australia, Di setiap negara bagian, mereka punya kompetisi semi -Pro, seperti di Perth ada SBL, di gold Coast ada ABA. Mereka juga aktif membentuk tim2 kelompok umur. Sistem Kompetisi Semi pro disana sangat rapi. Dari sana mereka berhasil memunculkan bakat-bakat hebat yang nantinya akan berkompetisi di level profesional dan bahkan menjadi pemain nasional. Dan terbukti kan Bola basket di Australia berkembang. Mungkin ini salah satu faktor pembinaan yang cukup berhasil, tanpa mengesampingkan banyak sekali faktor2 lain pemicu perkembangan basket di Australia.

        Mungkin itu pendapat dari saya.. Terima kasih..

  16. black

    Indonesia has a very good potential in basketball considering that:

    – You have 240 million people. There ought to be some good, tall and athletic genes out there that you could develop into the next basketball superstar. See what China is doing, they’re picking the tallest boys in their lands and have been training them like hell.

    – Your Perbasi believe it or not appears to be a lot more organised than most of the SEA basketball organizations (including the Philippines). I’m sure you could channel this into something more productive.

    – Basketball appears to be a bit popular in Indonesia compared to other countries. You have the NBL which seems to be a bit decent.

    – You have the money. Your economy seems to be doing well. I’m sure you can afford to invest in some new “technology” (read: basketball coach, naturalized center, foreign training trips)

  17. dre

    Diskusi yang bagus, walaupun ada beberapa posting yg nadanya kurang enak di atas. Cenderung menyerang dan arogan.

    Saya nggak setuju kalau langsung ada reformasi total. Karena toh tim ini baru berdiri. Pengelolaan basket dalam negeri baru aja dirombak dengan adanya NBL. Kalau belum diberi kesempatan tumbuh, gimana mau dirombak?

    Sedikit tambahan aja soal argumen populasi besar. Populasi besar nggak otomatis menghasilkan prestasi olahraga. Lihat India contohnya. Untuk Cina, boleh coba dibandingkan prestasinya dan kemajuan ekonominya beberapa dekade terakhir.

    Jujur aja, diliat dari kemajuan basket nasional bbrp tahun terakhir: adanya DBL reguler, tamu2 NBA/mancanegara, tim2 pelajar yg bisa berkompetisi di luar, tukar pikiran dgn tim luar, NBL, saya cukup optimis kalo we are on the right track. Semua perlu waktu dan usaha. Yang paling penting: jangan kebawa politik hehe.

    Out

  18. Hay

    Wow, saya tidak berkunjung beberapa hari saja sudah ramai sekali tulisan ini, bang Udjo mantap, ga mau jadi penulis aja? :)
    Terus terang pengetahuan saya soal bola basket Filipina sedikit sekali, tahunya cuma dari berita2 yg nyempil2. Jadi saya cuma mau urun sedikit soal bagaimana kita bisa merombak nasib buruk timnas kita selama ini.

    Saya lebih condong kepada pembentukan sistem yg bisa menghasilkan pemain2 yang mumpuni, kurang setuju bila mengikuti pembentukan tim yg dikonsentrasikan seperti Smart Gilas. Alasan saya adalah kesinambungan ke depannya. Boleh saja kita mengikuti program seperti Smart Gilas yg mirip dengan program PSSI Primavera dulu, memang betul dengan mengkonsentrasikan program pembinaan seperti itu akan kita dapat atlit2 yg mungkin bisa berjaya, tapi untuk berapa tahun? Lalu setelah mereka uzur, apakah atlit2 junior mereka sudah siap? Apa mau bikin program seperti itu tiap tahun atau 2 tahun, kalau iya, apa bedanya dengan membentuk pelatnas?

    Kalau mau berbicara pembentukan, sebaiknya kita berbicara dari level dasar. Saya mau mengajak berhitung, tapi angka2 yg saya ambil ini hanya perkiraan kasar saya saja ya, mohon maaf bila ada yg tidak setuju. Seorang atlit rata2 bermain hingga usia 30an, kecuali beberapa atlit istimewa lho ya. Itu berarti bila mereka mulai bermainsejak umur 6 tahun, mereka punya masa bermain selama 24 tahun. Dari 24 tahun itu, mereka bermain secara profesional kurang lebih 10 tahun (saat umur 20-30 tahun), dan saat fase ini permainan harusnya sudah berjalan advance dimana hal2 yg fundamental sudah terpatri di dalam tiap atlit. Hal2 fundamental yg saya maksud di sini bukan hanya soal skill, tapi juga pengetahuan tentang apa saja yg harus seorang atlit latih tiap hari, bagaimana mengatur makan, bagaimana mengatur istirahat, bagaimana berinteraksi dalam dunia ini, dll. Dari 24 tahun masa bermain, 14 tahunnya bukanlah di level professional tetapi di level amatir. Justru saat2 yg paling penting dari pembangunan/pembentukan atlit adalah di masa2 ini.

    Saya percaya olahraga ini tumbuh dan berkembang dengan adanya kompetisi yg sehat di tiap levelnya. Nah, dari hitungan di atas, mari kita cermati lagi. Dari umur 30-20 yg saya tahu ada 2 kompetisi, NBL, Kobatama, Kobanita. Untuk umur 20-17 ada kompetisi klub amatir kelompok umur dan Liga mahasiswa. Untuk 17-15 ada DBL, Pop Mie, dan kompetisi klub amatir kelompok umur. Untuk umur 15-12 ada DBL, dan kompetisi klub amatir kelompok umur. Di bawah itu bagaimana? Selama ini saya belum pernah melihat ada kompetisi untuk anak SD, mohon dibenarkan bila ternyata ada. Tapi bila tidak ada, berarti sudah hilang kesempatan selama 6 tahun untuk memulai pembangunan ini, dan terlambat sekali mengejar ketinggalan selama itu. Padahal ibarat pendidikan seorang anak, yg paling krusial adalah saat dia berada pada usia di bawah 5 tahun. Sama halnya dengan pembinaan ini, justru tenaga paling banyak harus dicurahkan pada fase2 awal. Bukan malah karena yg main anak kecil, tidak menarik, lalu ditinggalkan. Saya tekankan lagi, usia seorang atlit bisa berprestasi itu sangat terbatas, rata2 tak sampai setengah umurnya. Kalau tidak dimulai dari dini, ibarat memasak, makanan setengah jadi siapa yg mau?

    Tapi hitungan saya di atas pun belum menggambarkan bagaimana lemahnya pembinaan pada level dasar. Secara kualitas pun manajemen kepelatihan kita di level itu sangat kurang baik. Contohnya, ada banyak kasus atlit yg ingin bisa melompat tinggi lalu mengikuti program pelatihan yg bisa didownload di internet. Padahal dari segi medis, adalah berbahaya sekali bila latihan plyometric dilakukan sebelum si atlit melatih kekuatan tubuhnya lewat strength training, apakah si atlit salah? Harusnya siapa yg membimbing mereka? Lalu ada juga kasus bila ada seorang atlit yg keseleo(ankle sprain), si pelatih malah menyarankan untuk diurut/dipijat. Cara mengatur makan si atlit pun juga banyak pelatih yg tidak menguasai. Dan satu lagi contoh yg saya tahu, mohon dikoreksi bila saya salah, yg saya tahu bila melatih tim usia 16 (atau 17 ya?) ke bawah, defense yg diajarkan adalah man to man agar terbiasa bergerak aktif saat bertahan. Tapi coba lihat pada saat kompetisi kelompok umur segitu, defense apa yg mereka pakai?

    Jadi saran saya sederhana saja, adakan kompetisi yg berjenjang dan berkesinambungan sejak usia dini lewat 2 jalur, sekolah dan klub, dan walau levelnya amatir, standard penanganannya harus dijaga setara profesional agar fondasi untuk ke atasnya bisa tegak
    Dan ke depannya saya harapkan penanganan timnas bukan dari klub, tetapi dari staf yg netral sehingga walaupun kompetisi profesional masih berjalan, pembangunan tim sudah berjalan sejak lama.

    Terimakasih sekali kepada pak Agus Mauro yg sering jalan2 ke blog ini, kami yg hanya masyarakat pecinta basket biasa ini setidaknya jadi bisa mengeluarkan uneg2 kami dan tahu ada petinggi di sana yg masih care dg aspirasi kami. Dan makasih juga buat mas Idan yg sudah bikin blog ini, makin lama makin rame ya mas :D

    Buat teman2 yg urun komen dan berdebat di sini, terimakasih banyak, ilmu saya jadi nambah. Kita memang diciptakan berbeda-beda, jadi ya pasti ada namanya beda pendapat, dan dari perbedaan pendapat itu saya mendapatkan banyak perspektif baru. Sekali lagi terimakasih, semoga buah pikiran kita semua bermanfaat :)

    • maaf mas .. saya cuma mau membetulkan bahwa di daerah saya ada kompetisi untuk anak sd yang namanya Ketua Perbasi Cup yang diperuntukkan untuk anak sd dan smp se-kota kediri.. saran saya sebaiknya Perbasi di daerah lain mulai mengadakan kompetisi yang sama seperti Ketua Perbasi Cup supaya lebih mudah untuk menjaring bibit-bibit calon pemain Timnas kita di masa mendatang . maap kalo saya sok tau karena saya baru satu tahun mencintai bola basket dan kebetulan saya masih 13 tahun tapi mungkin saran saya perlu dipertimbangkan mas .. terima kasih :)

  19. Erwin C.

    @Rony: mulai dari mana yah,,, =) ok,soal usia kenapa harus muda? jelas program pembinaan cabang olahraga manapun jelas dari usia muda,itu siy tidak perlu di perdebatkan lagi. Kenapa jangan yang tua? karena tidak ada perkembangan lagi alias sudah mentok prestasinya selama beberapa tahun ke belakang,lebih baik regenerasi,berikan kesempatan kepada yang muda yang masih banyak harapan maju dan berkembang.

    Menaturalisasi pemain nba? saya harap ini program becanda mas karena ini sungguh program yang tidak masuk akal dari berbagai sisi apalagi sisi finansial. mas tahukan berapa kisaran gaji pemain nba? berapa juta dollar per musim pemain-pemain yang berkualitas nya? tarohlah kita umpakan satu juta dollar (walau tidak ada pemain bagus nba semurah itu) dikalikan Rp8600 perdollar nya,berarti kita harus membayar 8,6milliar rupiah per musim untuk satu orang pemain belum termasuk biaya lain-lainnya.Dan paket masa depan apa yang akan anda tawarkan ke seorang bintang nba untuk mau melepas kewarganegaraan nya,yang warga america pada umumnya untuk jadi orang Indonesia?? lalu klub mana yang akan sanggup menggaji dia nantinya?? common man keep it real please,, Dengan biaya sebesar ini mas lebih baik lapangan hall A senayan kita renovasi menjadi wooden court seperti sportsmall gading hehehehe,,,, saya rasa dana pembinaan basket tidak akan mencukupi dan sponsor pun mungkin harus kerja extra keras untuk mendapatkan angka sebesar itu. ada perhitungan budget juga mas dalam pembinaan,makanya saya katakan program yang terukur,seperti di Pilipina yang de facto Living cost nya lebih rendah dibanding kita,clear yah mas rony? =)))

    Soal kenapa harus main baik baru kemudian menang,berarti anda amat sangat tidak jeli dalam memandang perkembangan basket malaysia dan singapura. 3 tahun belakangan Indonesia dapat dengan mudah mengalahkan tim malaysia dan terutama Singapura dengan perolehan angka yang cukup mencolok. Indonesia dapat dikatakan berada diatas angin melawan dua negara ini. tetapi di ajang Seaba kemarin,3 quarter pertama Indonesia ketinggalan,baru kemudian menyusul dan menang dengan susah payah di quarter ke 4. ini menandakan mereka sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat,dan Indonesia jalan di tempat atau bahkan bisa dikatakan mundur selangkah dan tidak berkembang. jadi kalau anda jeli melihat nya,tentu anda akan menyadari kemenangan tipis indonesia atas singapura adalah hal yang patut dikhawatirkan. karena bukan tidak mungkin tahun depan mereka akan berhasil mengalahkan kita.

    kalo keyakinan saya dengan program saya anda artikan sebagai arogansi,yaa itu hak anda berpendapat,sah-sah saja. saran saya,mari jadikan forum berkualitas ini menjadi forum yang membawa manfaat bagi basket Indonesia,ajang adu program dan masukan yang bermutu,bukan sebagai ajang “sensi” dan ide-ide tidak masuk akal.

    NB: mari fokus pada issue dan topik permasalahan yang terfokus pada basket Indonesia dan perkembangannya,kalau ada yang merasa diserang jangan2 pemain tua niy =)

    • Hay

      Mas Erwin, yg dianggap arogan itu bukan masalah program yg jadi buah pikiran anda, program itu OK saja walau saya kurang sependapat. Menurut teman2 di atas pernyataan mengenai “pengamat-pengamat copy-paste google” itu yg saya rasa kurang bijak digunakan. Memang tidak semua punya kesempatan untuk mengamati dari luar dalam seperti anda, kalau begitu mohon bimbingan dari anda soal itu, tapi tidak perlu menggunakan bahasa yg cenderung mengejek pihak lain. Kita sama2 cinta dunia ini, dan semua berusaha semampunya untuk mendalami, seperti anda yg bisa mengamati secara langsung, sementara orang seperti saya hanya bisa googling artikel2 yg bisa memperkaya saya. Jadi ini hanya masalah bahasa dan penyampaian saja kok, I have respect on you and Rony :)

      Mengenai basket kita sedang di titik nadir saya kurang setuju. Rasanya di dalam negeri kita ini malah sedang optimis2nya. Optimisnya itu dalam hal menatap masa depan, Karena minimal dua stage pembinaan sedang berjalan bagus2nya, di tingkat SMA ada DBL dan Pop Mie, dan tingkat professional NBL. Tinggal melengkapi tingkat SD, SMP(yg baru ada DBL Junior hanya di Surabaya), dan tingkat mahasiswa. Dan dari beberapa kali berbincang dengan orang2 yg terkait, sudah ada langkah2 untuk melengkapi jenjang2 itu.

      Kalau boleh tahu, bagaimana sistem pembinaan di Filipina? Yg saya tahu hanya di Amerika dan Australia (dari googling juga tentunya hehehe). Kalau di Amerika setahu saya pembinaan dari jalur sekolah dan bila musim kompetisi sekolah sudah usai dilanjutkan dengan kompetisi level amatir (AAU) tingkat nasional sesuai kelompok umur. Sementara Australia sangat mengandalkan kompetisi berdasarkan jalur klub dimana tiap klub punya pembinaan per kelompok umur, dan pertandingan dilaksanakan tiap weekend. Kalau melihat kemiripan budaya, harusnya sistem Filipina cocok diterapkan di sini, tapi harus ditelaah juga. Jadi mohon infonya untuk kita2 di sini :)
      Salam, semoga mimpi kita Indonesia menjadi juara bisa menjadi kenyataan!!

  20. prabhaswara

    WOW!!!!!

    comment nya sangat menarik..
    saya justru mau menyoroti hal lain, masih inget ga ketika pertama kali mario wuysang dateng kesini?? permainannya gimana? cara mainnya? bandingin ama sekarang? beda ga? kecepatan jelas menurun, umur? itu bisa gua maklumin.. tapi cara dia main? beda jauhhhh broooo, style dia main sekarang ama dulu udah jauh… dia sekarang sangat indonesia sekali cara mainnya, malah menurut gua saat ini, faisal lebih bagus daridapa dia…

    nah itulah yang harus diubah, cara bermain, mindset main… bukan hanya pemain yang perlu dapet development camp atau studi banding ke australia atau ke philipina dsb… pelatih juga perlu, apalagi pelatih2 yang membentuk tim indonesia nantinya. mereka perlu diubah mindset nya.
    pelatih2 dbl yang pernah dampingin ke australia dan amerika itulah yang harus terus belajar gimana caranya membuat anak SMA itu nantinya menjadi sebuah kekuatan baru bola basket indonesia…

    selain itu yang perlu dibenahin adalah jenjang kompetisi yang sangat jarang… dulu gua masih sering ngeliat kompetisi KU, tapi makin kesini makin jarang…
    apalagi LIBAMA, udah beberapa taun vakum… inget ga dulu KU 18 kita pernah juara, kalo gua ga salah inget angkatannya vavories palopo, aditya tuhagono, dkk… kemana mereka sekarang??? kenapa setelah mereka berhasil ga dibuat program jangka panjang?? apakah ada dari team itu yang sekarang ada di timnas??? nah itulah yang masih kurang, yang juga menjadi tugasnya mas agus mauro…
    welly, faisal itu adalah produk berjenjang, mereka kalo ga salah pelatda dki barengan andre tiara, sempet main di libama, nbl dan timnas… itulah yang kita mau bukan??? produk kompetisi berjenjang paling baru adalah komink, pernah di libama, nbl dan timnas…
    itulah yang kita butuhkan, kompetisi berjenjang yang nantinya akan melahirkan pemain baru indonesia..

    studi banding perlu, tapi yang pasti lahirkan dulu kompetisi berjenjang sebelum dan sesudah dbl tetapi sebelum nbl… hidupkan kembali kompetisi KU antar klub, antar sekolah setingkat smp, LIBAMA, baru setelah itu kita studi banding ke negara2 yang basketnya maju…

    AYO MAJU TERUS BASKET INDONESIA!!!!!!!!

  21. Kompetisi berjenjang, pembinaan berjenjang malah termasuk naturalisasi kita pikirkan, kita lagi berusaha membangunkan pemerintah yang masi setengah setengah kalo ngomong soal olahraga,”udah kecapekan ngomong politik”, bulan ini kita akan mempunyai lantai kayu portable ala nba (akhirnya), sejak mulai menjadi pengurus minimal dana yang kita usahakan dari pemerintah sudah mencapai hampir 5 milyard, harusnya lebih banyak kalo kita melirik ke bola yang anggaran dari pemerintah hampir mencapai 40 milyard, terus kita usahakan, btw hanya sbg informasi program smart gilas itu dibiayai sebesar 2 juta usd, dan secara konsisten sudah dijalankan sejak 2008, Indonesia negara kaya (asal gak habis kena subsidi bbm, listrik dll), harusnya kita bisa :)

  22. Erwin C.

    @Hay: mas Hay,thanks atas masukan positif nya. ada pepatah mengatakan: “The truth is always best no matter how bitter it may be”. jadi sepahit apapun kenyataan dan fakta yang ada akan saya sampaikan apa adanya kalo demi kemajuan dan kebaikan. faktanya memang sekarang ini adalah jamannya generasi google-copy-paste,bukan hanya dikalangan pengamat tapi sampai ke kalangan akademisi,sedikit melebar niy jadinya,ada beberapa kasus dimana mahasiswa mengcopy-paste makalah oranglain tanpa memahami secara mendalam apa isinya. boleh terima boleh tidak hak kita berpendapat masing-masing yang dilindungi UU =). kita tidak perlu emosi bila tidak sependapat,itulah dinamika orang berdiskusi.

    Kenapa saya katakan sampai pada titik nadir? karena kita kalah dengan perolehan angka terburuk dalam beberapa tahun terakhir kemaren ini. dan itu sudah diisi oleh allstar Indonesia,artinya,kalau mau mengganti mereka-mereka pun,dengan siapa?? wong mereka sudah yang “terbaik” yang kita miliki. stock kosong,,, dan kalau kita lihat cara mereka bermain begitu tidak terkoordinir,terlihat bingung dan panik,dengan perolehan angka hanya 54 poin pada pertemuan pertama dengan Pilipina,berarti perolehan angka Indonesia per quarter hanya 13,5 poin,atau 1,5-2 poin per menit,,, kalau ini bukan titik nadir suatu timnas basket,mas Hay anda orang yang sangat pemaaf =) dan baik hehehe,,,

    program-program yang sudah dan akan segera bergulir yang disampaikan oleh mas agus mauro,maaf giliran saya yang tidak sependapat dan pesimistis dengan hasil dari semua program itu. kenapa? karena sebagus-bagusnya program tetap hasil akhir akan bergantung kepada siapa yang menjalankan program itu? siapa yang melatih teknik? siapa yang melatih fisik? siapa yang menjadi talent scout yang punya mata yang jeli untuk melihat bakat-bakat muda yang ibarat berlian yang belum dipoles? maka dari itu program saya adalah mengirim mereka keluar,ke Pilipina,gudangnya pelatih unggulan dan pelatih fisik yang handal. ujung-ujungnya,program-program ini hanya akan menjadi indah diatas kertas,dalam bentuk proposal yang tersusun rapi dan apik tanpa hasil yang jelas. tidak percaya? waktu akan membuktikan,,, saya mau kasih contoh kecil untuk mas Hay,di komentar mas diatas sempat menyinggung soal,atlit yang latihan plyometric padahal itu bisa membahayakan si atlit itu sendiri. saya jawab kenapa itu terjadi,karena mereka tidak punya pelatih fisik yang profesional yang memahami cara melatih fisik dan kaki seorang pemain hingga dia bisa berlari kencang dan melompat tinggi. Buktinya dari omongan saya ini?? liat timnas Indonesia,berapa orang dari mereka yang bisa melakukan aksi slam dunk? bukan slam dunk yang didahului dengan ancang-ancang dari setengah lapangan dengan kuda-kuda seperti kuda balap lalu nge dunk pas-pasan,tapi betul-betul melakukan slam dunk yang indah,dengan vertikal leap yang tinggi dan memukau,berapa orang? 1? 2? itupun centernya,, guard nya? faisal? wuysang? pemain Pilipina rata-rata hampir semua bisa melakukan slam dunk dengan begitu mudahnya,seperti tanpa keringat melakukannya. Ada penonton yang mengatakan ketika meilhat pemain Pilipina melakukan aksi-aksi slam dunk selama warm up: “wah jangan-jangan pemain Pilipina pake susuk lompat tuh!!” tidak mas Hay,ini adalah produk dari latihan fisik dan pelatih fisik yang tahu dan memahami pekerjaannya. akibatnya adalah,rebound timnas kewalahan karena mereka lompat demikian tinggi,lay-up susah ditangkal,dan lain-lain. intinya adalah,sebagus-bagusnya bakat seseorang calon pemain basket,bila di latih oleh pelatih yang tidak mumpuni,pun tidak akan menghasilkan apa-apa.ada juga yang mengatakan diatas,kalau mario wuysang sudah banyak mengalami penurunan dibanding ketika dia baru datang di indonesia dulu,simple saja jawabnya,ketika disana di america dia dapat pelatihan yang berkualitas,sampai disini dia mengalami degradasi kualitas pelatih yang akhirnya membuat kemampuan dia menurun,hingga hanya mampu poin dengan average 2-6poin per game,angka yang terlampau rendah untuk seorang point guard timnas.

    sekarang kita harus fokus pada sea games,dimana Pilipina akan menurunkan sekelompok anak kuliahan ditambah 3 pemain smart gilas. fakta ini bisa menguntungkan dan bisa juga merugikan timnas kita. pertama,kita diuntungkan dengan turunnya pemain-pemain muda kuliahan yang selama ini hanya bermain di liga mahasiswa seperti Libama,karena,walau saya tidak bisa menjamin timnas kita lebih baik secara tehnik permainan dan skill individu,tapi timnas punya pengalaman tampil segudang baik lokal mau pun internasional. artinya secara jam terbang timnas jauh diatas tim Pilipina. Namun kerugiannya adalah,bila kita gagal mengambil kesempatan dan momentum ini untuk mengambil medali emas,dan timnas kita kalah dari sekelompok anak mahasiswa,mau ditaroh dimana muka kita?? dan mau berargumen apalagi kita di blog ini?? apa masih pantas kita berikan tepukan dibahu para pemain timnas seraya mengatakan kepada mereka “gapapa soooobbb kita tetap dukung dan cinta sama kalian,masih ada hari esok,maju terus!” kalau itu yang terjadi november nanti berarti memang kita sudah saatnya kita reformasi total basket nasional,menjalankan program-program terobosan baru,bukan hanya mendaur ulang program-program lama dengan sponsor baru dan label baru,padahal isinya sami mawon programnya. Mungkin sudah saatnya kita jalankan program Future basketball Indonesia sesuai saran saya =)

    • Oskar sh

      Saya setuju setuju banget Bung Erwin C,

      Saya juga tercengang2 waktu nonton Indonesia vs Filipina, wah kok kalah nya begitu mudah nya dan jauh sekalii yaa… bermain tanpa pola yg baik dan terarah, saat mau passing bola cari team mate nya juga bingung… waduuh dalam hati saya..sakit dan miriiss… akan tetapi dengan hadir nya team Filipina saya juga mendapatkan hiburan… dalam hati saya ahhh alangkah indah nya permainan mereka…aksi2 slam dunk and alley oop yang mantaapp!…pola2 serangan yg smart dan jitu… skills yg baik… defense yg ketat… steal yg bola yg cerdik dan cerdas… kerjasama team dan passing bola yg enak and indah untuk di cermati…aiiihh Filipina ini LUAR BIASA!! Saya selalu berusaha menyempatkan hadir kalo Filipina dating bermain di Indonesia… dimanapun walo kadang hujan badai dan macet …hehehe..dan saya juga selalu bawa anak saya yg laki2… saya bilang ke anak saya… please watch and learn… papa doain kamu bisa bermain seperti pemain2 Filipina ini kelak… dan I hope someday kamu bisa bermain di Timnas… Amiiin…

    • Hay

      Kenyataan itu memang pahit dan harus disampaikan, masalahnya apa benar orang2 di sini pada google-copy-paste tanpa memahami, jadi maksud saya berbicara kenyataan boleh, tapi tidak menuduh dan menjelekkan pihak lain, demikian. Ah sudahlah, topik yg ini nggak usah dibicarakan lagi, OOT soalnya :p

      Soal titik nadir, kacamata kita berbeda tampaknya. Terus terang saya tidak menaruh harapan apa2 pada timnas saat ini, saya hanya berdoa dan memberi semangat saja. Karena saya tahu, sistem yg menghasilkan mereka belumlah sempurna. Jadi kalau kalah, saya masih maklum, lagipula perbandingan waktu latihan cuma berapa bulan dengan yg sudah dari tahun 2007 rasa2nya sudah jelas banget hasilnya. Memang sekarang kalahnya jauh, tapi saya tidak menganggap perbolabasketan di tanah air kita juga sekarat. Seperti sudah saya ungkapkan, pembinaan untuk ke depan sudah membaik, dan saya optimis produk dari sistem yg sudah diperbaiki ini beberapa tahun ke depan akan bisa membawa nama bangsa kita ke level yg lebih tinggi, dengan catatan pihak2 yg bertanggung jawab tetap konsisten menjaga standard saat ini dan terus melakukan evaluasi.

      Soal kepelatihan, saya sependapat sama anda, gemas sekali rasanya melihat pelatih2 yg tidak kompeten itu di Indonesia, gawatnya lagi mereka justru melatih di level2 awal yg justru sangat krusial. Perlu anda ketahui saya seorang yg berkecimpung di dunia medis dan punya minat yg sangat besar mengenai sports science, saya sudah sadar soal itu. Jadi kalau saya melihat atlit2 Phinoy itu bisa memiliki athleticism yg luar biasa, saya nggak heran dan hanya bisa berdecak kagum terhadap pelatih yg menangani mereka sejak awal hingga saat ini dan mendesah sedih kalau melihat beberapa pelatih di sini yg mendengar istilah plyometric training, core strength training saja seperti asing sekali. Tapi dengan adanya kompetisi DBL di daerah2 yg dimanage dengan sangat profesional, saya yakin mata mereka sudah mulai terbuka dan saya berharap ke depannya adik2 yg saat ini tengah berlatih serius bisa punya vertical jump 1 meter…ketinggian nggak ya? hehehehe. Makanya juga saya lebih setuju lagi, daripada pemain kita dibawa ke sana, mending pelatih dari sana atau eropa atau negara mana yg lebih baik yg dibawa ke sini dan melatih pelatih2 kita, atau sekalian pelatih2 kita aja yg belajar di sana. Kalau pemain kita dibawa ke sana, ke depannya kita akan punya minimal 12 pemain yg bisa kita andalkan. Kalau pelatihnya yg dididik, ada banyak pemain yg akhirnya bisa kita andalkan.

      Ngomong2, kita ngobrol begini saya jadi pengen melatih juga hahahaha…

      • Oskar sh

        @Bung hay, Soal kalah TELAK dan bung hay bilang maklum karena perbandingan waktu latihan…bukankah TIMNAS kita juga rata2 sudah sering main bersama…tim nasional kita di dominasi oleh pemain2 Satria Muda (Ronny Gunawan, Sitepu, faisal, Amin, Welly) yg juga adalah starter dan sering latihan dan main bareng karena berasal dari team yang sama…juga harus di ingat ada home court advantage – Sports Mall Kelapa Gading adalah kandang tempat nya Satria Muda… kalo pake istilah anak2 basket itu lapangan dan ring nya itu dah hapal… and main dengan dukungan supporter… bayangkan kalo SEABA kemarin main nya di Filipina…wahh bisa lebih telak lagi…

        Terdengar funny jika pelatih di kirim belajar ke pelatih juga….yg ada calon pelatih di sekolah kan ke luar ambil kepelatihan… bagaimana cara melatih yg benar… belajar basic basketball, belajar offense theory yg benar, defense theory, etc. Nah itu baru OK. Itu boleh di katakan bagian dari pembinaan…

  23. singh

    Saya masih hijau sekali dalam berbicara mengenai basket, tapi melihat tulisan – tulisan dari kakak – kakak yang ada di atas membuat saya begitu bersemangat sekali ingin ikutan berkomentar :D

    Saya dulu pernah menulis di kolom letter to commissioner NBL (tapi sayang gk dimuat :D) mengenai regenerasi pemain. Coba kita lihat ke cabang olahraga sebelah, bulutangkis . Masih ingat bagaimana merajainya kita di olahraga teplok bulu ini ? Tapi bagaimana sekarang ? Semenjak era hendrawan lalu taufik hidayat, sudah tidak ada pemain tunggal putra yang mumpuni lagi. Apalagi tunggal putri, lebih miris sepeninggal mia audina . Mungkin untuk sektor ganda masih bisa bersaing, tapi itu tidak cukup menghantarkan kita untuk mampu mengalahkan China .

    Apa yang salah sebenarnya ? Yang salah adalah sistem pembinaan dan regenerasi di negara kita . Cabang bulutangkis saja yang notabene merupakan cabang olahraga paling berprestasi di Indonesia mandek regenerasinya .Basket ? Tidak lebih menyedihkan . Melihat om Lolik masih mampu menjadi mvp di musim ini , ada 2 hal bertentangan berkecamuk di hati saya . Di satu sisi saya kagum dia masih mampu mempertahankan level permainan di usia seperti itu . Tapi di sisi lain, saya miris , apakah tidak ada pemain muda yang bisa menghentikan om om 40 tahunan ini ? :D

    Ketika tim FTI dari kota saya (yang berisi anak – anak kuliahan di satya wacana , salatiga) , memutuskan untuk merger dengan angsapura dan main di NBL , timbul sebuah optimisme di dalam diri saya , bahwa mungkin 5 taun ke depan anak – anak yang selalu jadi bulan – bulanan di NBL musim ini kelak akan menjadi pemain – pemain hebat . Hal ini karena ketika masih di level highschool dan amatir mereka ini pemain – pemain yang cukup berprestasi, mereka hanya butuh jam terbang dan pengalaman untuk mencapai level permainan tertinggi . Apalagi mereka juga mendapatkan pelatih yang sudah cukup berpengalaman dan disegani di Indonesia, om Danny Kosasih .

    Coba tim – tim di Indonesia seberani satya wacana angsapura dalam hal pembinaan pemain muda . Banyak tim memiliki darah muda yang haus prestasi, tapi tidak medapatkan jam terbang yang cukup untuk dapat melayang tinggi . CLS mungkin salah satu contoh tim yang mampu mengoptimalkan potensi pemain – pemain muda seperti dimas, sandy, wijaya, ato jefry . Hal ini seharusnya menjadi contoh untuk tim tim lain .

    Kompetisi kelompok umur perlu dihidupkan . Saya cukup gembira ketika melihat anak – anak SD dilatih basket secara terprogram di salah satu klub di semarang . Tapi sayang jika mereka hanya dilatih terus menerus tanpa ada kompetisi . Karena kompetisi adalah tolak ukur sukses tidaknya sebuah program latihan . Tanpa sebuah kompetisi tidak akan ada evaluasi .

    Libama yang masih menjadi missing link pembinaan antara sekolah ke profesional (walaupun sudah jalan) juga perlu dibangkitkan . Percuma kita memiliki pemain – pemain SMA dengan skill mumpuni , di godok di DBL ato popmie , tapi setelah di universitas tidak dibina lagi .

    Oh ya jangan lupa dengan kobatama, kobanita , wah banyak juga ternyata PR untuk perbasi kita :D
    Pembinaan – pembinaan yang ada nantinya, bermuara ke sebuah prestasi , baik untuk diri sendiri, klub, maupun Timnas .

    Yah walaupun untuk mencapai itu semua tentu dana yang diperlukan tidak sedikit . Tapi setidaknya melihat bahwa basket di Indonesia mulai dikelola secara profesional, saya optimis bahwa ke depannya semua itu dapat terjadi . Dibutuhkan orang – orang yang lebih dari sekedar mengerti basket, tapi juga mencintai basket untuk memajukan olahraga basket di Indonesia .

    Jangan pernah berhenti bermimpi, asal jangan lupa berealisasi . INDONESIA JAWARA BASKET DUNIA !

  24. cukon

    @Agusmauro: Alhamdulillah kepengurusan anda sdh mendapatkan dana MIlyaran rupiah… Semoga angan2 saya dari dulu bahwa kita punya identitas atau ciri permainan ala INDONESIA segera terwujud. Sudah saatnya para pelatih2 nasional kita berkumpul dan berembuk utk membuat rumusan permainan bolabasket ala INDONESIA yg cocok dengan anatomi, mental, dan kultur kita. Dengan tubuh yg tidak terlalu besar mana mungkin kita cocok dgn gaya Amerika/ NBA yg mengandalkan bigman… Kita mungkin cocok dengan gaya KOREA yg bermain cepat dengan mengandalkan pergerakan bola dan tembakan jauh yg akurat. TAPI, sepengetahuan saya kiblat kita sekarang ke NBA yahh… Jadi sudah saatnya kepengurusan anda mengumpulkan pelatih2 nasional dan melahirkan rumusan FUNDAMENTAL gaya permainan ala INDONESIA… Jadi dana anda yg MIlyaran itu bisa membuat penataran GRATIS khusus pelatih/ guru olahraga di sekolah2… Saya sangat yakin kalo kita punya pelatih2 fundamental bolabasket yg bagus, maka timnas kita akan sukses Insya Allah…

    Iri saya lihat tim KOREA kalo main… dari tim kelas manapun gaya mereka bermain tetap sama.. main dengan pergerakan bola cepat, tembakan jauh yg akurat, sampai gaya nembaknya aja sama..!!! Begitu juga tim Philippine, release tangan mereka kalo shooting sama, belum lagi permainan cerdik dan keras serta kehandalan under the basket dari semua posisi jago semua…

    Saya paham Mas, bahwa kepengurusan anda dinilai sukses oleh pemerintah tidak dilihat dari program pembinaan yg berjenjang dan baik, melainkan dari BERAPA MEDALI YG DIHASILKAN oleh kepengurusan anda.

    Btw saya sering Mas main ke PB.Perbasi utk numpang baca buku2 basket di “perpustakaan” PB.Perbasi.. ini juga harus dioptimalkan Mas… Anda punya banyak referensi buku2 & video basket, sdh saatnya dipromosikan ke masyarakat utk datang membaca/ diskusi ttg bolabasket disana.
    Bikin juga diskusi antara WASIT dan Pelatih membahas game di video agar persepsi antara Wasit dan Pelatih SAMA. Jadi tidak hanya pelatih yg punya ciri, wasit juga ada identitas/ ciri INDONESIA nya… Ayo Mas, benahi yg ada didepan mata dulu sebelum yg jauh dr mata anda…

    Maaf kalo tulisan saya ngawur, titip salam saya utk Bu Endang, Mbak Cia, Mbak Rufi, Mbak Reni, Mas Heri, dan Pak Nur…

  25. nico donnda

    Opininya keren2 bgt ya (ini serius, bkn sarcasm). Nyaris ngk ada yg salah lho, anyway ini cm sebates ngomong aja, atau wacana.
    Masalah paling komplex emank gmn buat ngalahin pnoy..
    Cm sekedar share gmn basket disana. Intinya basket disana udh bagian dr budaya, yg udh mempengaruhi pola pikir bahkan cara mrk survive dr kemiskinan.

    Mknya gue blg yg lo omongin semua bener, ngk ada salahnya. Pelatih eropa, bla bla bla..
    Salah satu usaha dr DBL buat datengin pemain2 NBA bagi gue sedikit mempengaruhi “nantinya” buat budaya basket kita.
    Basket blm jadi olah raga nomer 1 di negeri ini, gmn mau ngalahin olah raga yg bahkan udh jd bagian dr budaya, bahkan setara sm agama.
    Its a long way process..
    Instead of ngomong doank, let’s do something.
    Btw, skrg ini makin banyak pinoy palsu, dan lg ada pergolakan dimana pinoy2 asli mulai kesingkir. Ini cerita dr coach boyce zamar, mantan pelatih garuda.
    Maaf kalo ada salah2 kata…

  26. Farhan

    Mau tanya, apakah benar Mas Azrul di Timnas Putra sebagai Penasihat Teknik? Lingkupnya apa saja ya, apakah ada komentar beliau soal Timnas di SEABA kemarin? Please Mas Idan wawancara dia dong, thanks

  27. Sebagai pencinta Basket pengen nambahin aja kritik & saran yg bagus2 diatas. Bener klo ada yg blg Basket itu blm memasyarakat dinegeri ini, blm menjangkau ke slrh pelosok Indonesia. Jgn bandingkan dgn sepakbola ato volly, yg dgn lapangan seadanya sdh bs dimainkan. Mgkn klo dikota2 besar lapangan basket sdh byk tersedia, tp cobalah keliling ke daerah, tdk usah ke desa, kota2 kecil aja blm tentu ada lap basket yg layak. Umumnya msh pake lapangan milik sekolah, jrg sekali ada lapangan umum yg bs dipake segenap masyarakat. Utk hal ini entah ini wewenang KONI ato Pemerintah setempat. Cobalah kalo dpt dana byk, dibagi jg kedaerah utk bangun lap. Basket jgn semua dihabiskan Utk bangun gedung basket megah di ibukota saja. Ingat pemain2 basket Indonesia bkn hanya berasal dr kota besar saja. Coba tanyakan pd Isman Thoyib, Ronny Gunawan, Max Yanto ato Lolik mrk umur berapa br belajar basket. Seandainya mrk lebih dini mengenal basket, mgkn kemampuan mrk jauh melebihi kemampuan skrg.
    O ya Perbasi Pusat jg mesti sering kontrol Perbasi daerahnya, pilihlah Ketua Perbasi daerah yg cinta & mau repot mengelola basket. Bkn hanya karena tokoh yg disegani tp tdk tau apa2 tentang basket ato perbasi yg selalu minta dana ke KONI tp ga jelas dananya dikemanain, tdk ada kompetisi ato perhatian ke klub2.
    Semoga basket Indonesia makin maju & terbang tinggi spt harapan bang Udjo 7 semua.
    Maaf klo tulisan saya tdk bagus, maklum cm pencinta & pengamat basket bkn penulis…;p

  28. George T

    Teman2 yang sudah nge post terima kasih untuk masukan nya yg sangat baik baik saran dan kritik nya, saya ingin sedikit ikut menambahkan dan memberikan input dengan kritik, berbicara mengenai Timnas dan kekalahan nya kemaren, kalo timnas kalah telak, dan kita bela-bela apapun yang terjadi, itu namanya nasionalisme semu, yang tidak berorientasi pada kemajuan, asal berlabel “indonesia kita bela apapun hasilnya” waah sampai kapanpun tidak akan pernah maju. Ini urusan olahraga,”wajib membela” berlaku pada urusan kedaulatan negara bukan basket. Kalau bagus kita bela, jelek yaa kita kritik, ga ada perkembangan juga yaa lebih baik mundur semua baik PERBASI maupun Timnas, ga ada perkembangan juga yaa lebih baik mundur semua baik PERBASI maupun Timnas, ganti orang2 baru, bila perlu seluruh kepengurusan PERBASI ganti seperti PSSI. REFORMASI total. Itu baru kita nama nya mau maju. Fasilitas di bangun dengan dana yg kata nya sudah di kumpulkan PERBASI. Jangan hanya cerita ada dana saja tapi nanti kenyataan KOSONG. Lapangan di Jakarta saja terbatas. Kenapa kalau di daerah Utara Jakarta Ancol (Galaxi )dan di Pluit (Cometa Arena) ada lapangan bagus yg di bangun oleh pengusaha Indo-Cina, dengan score board, board nya Fiber glass, bisa di sewa sampai jam 12 malam, di selatan mau main Basket saja sulit cari lapangan, lapangan ABC dan Hall senayan udah fully booked, mau tidak mau untuk main saja harus Join dengan temen atau yg sudah lebih dulu sewa, jadi ga sebanding dgn jumlah peminat nya, apalagi di daerah, jadi ibarat infrastruktur blum ada, fasilitas lapangan kurang, bahkan yg ada pun sudah kurang layak, gimana mau membangun Basket? Gimana mau maju? PERBASI jangan alasan selalu menyalahkan pemerintah dan politik, cari sumber dana lain, gaet pengusaha2, buat terobosan2, saya yakin banyak pengusaha dan investor yg mau kayak seperti di Pluit dan Ancol, Jakarta Utara, jangan menunggu Pemerintah terus alasan nya, dan kalo anda2 di PERBASI tidak sanggup, MUNDUR lah, jangan pertahankan jabatan untuk kepentingan pribadi anda2, olahraga basket itu milik semua!! TKS.

  29. @asepclsfisio

    just my opinion :
    mungkin saya hanya seorang praktisi medis yang menangani atlit basket dari berbagai level pelajar, mahasiswa, amatir dan klub profesional.saya hanya coba berpendapat saja.

    perkembangan basket di sini emang naik turun..hampir semua metode pernah dicoba untuk meningkatkan prestasi.mungkin emang hasilnya belum maksimal.kita baru mengarah pada perbaikan di liga profesional lewat NBL nya, liga pelajar lewat POP MIE dan DBL nya. sedangkan di level mahasiswa (libamanas) sampai tulisan ini ada sepertinya belum ada kejelasan. banyak pemain yang berbakat di level SMA menjadi kurang terasah di level mahasiswa.mungkin hanya beberapa universitas yang terprogram latihan basketnya, setara dengan klub.yang lainnya kadang terbentur dengan perizinian kuliah yang ribet dll.

    mungkin perlu juga dari setiap klub NBL mempunyai pemain junior yang mungkin diambil melalui seleksi dari liga pelajar ataupun kompetisi KU di daerah2, kemudian tim NBL tersebut berafiliasi dengan kampus2 yang bermain di libama dengan cara memberikan beasiswa kepada atlit tersebut dan mereka bermain di level libamanas..bayangkan dari 10 tim NBL mereka mempunyai minimal 5 pemain di level mahasiswa..ibarat menjadi kawah candradimuka sebelum mereka berlaga di NBL, pasti level permainan libama akan terangkat naik..karena semua pemain akan mengeluarkan seluruh kemampuannya agar segera dapat menjadi rookie di klub NBL nya.Saya lihat beberapa klub sudah mulai menjalankannya ; D

    selain itu perbaikan di sarana latihan seperti lapangan,kita lihat tim NBL yang mempunyai lapangan sendiri boleh dibilang hanya SM, CLS KNIGHTS, Angsapura, juga BIMA SAKTI..sisanya masih harus pergi menempuh perjalanan pindah2 untuk latihan setiap harinya, juga fasilitas latihan seperti bola saja kadang masih memprihatinkan, dan latihan perlu dikaji lewat sport science dan sport medicine juga, saya setuju dengan mas hay. karena bagaimanapun itu merupakan elemen penting dalam meningkatkan performace atlit. saya pernah mengadakan sebuah seminar dengan berbagai pelatih dan official dari tingkat SMP, SMA, mahasiswa, dan beberapa klub amatir mengenai “basketball sport injury” dan 90 persen mereka masih belum memahami cara penanganannya, belum tau kenapa harus dikompres dengan es pada saat pertama kena cedera, kenapa tidak boleh dipijat krena itu dapat merusak jaringan pada bagian yg sedang luka tersebut.itu hanya contoh kecil. dan mencari pengobatan alternatif dibandingkan dengan medis seperti dokter maupun fisioterapis .

    pada saat latihan juga saran saya harus diseimbangkan antara latihan teknik dengan strength dan conditioningnya, karena itu merupakan fondasi untuk bisa menerima latihan teknik seberat apapun. seperti contohnya CORE STRENGTHENING dan FUNCTIONAL STABILITY exercise, Agility exercise, juga weights training exercise yang dilakukan secara benar. basicnya seperti warm-up dan cooling down juga kadang dilupakan oleh banyak atlit di negara kita, sehingga permainan di lapangan pun menjadi tidak maksimal.

    mungkin kendala yang terjadi misalkan tentang peralatan weight training (fitness centre) yang semua tempat belum memiliki fasilitasnya. contoh di australia banyak metode untuk melatih strength dan conditioning tanpa menggunakan fitness centre. mereka menggunakan peralatan yang gampang dijumpai dan low cost tapi mempunyai efek yang maksimal.

    tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baru, mungkin hanya faktor kebiasaan saja.

    MAJU TERUS BASKET INDONESIA

  30. Erwin C.

    Pembinaan juga tergantung pada anggaran,sangat tergantung pada anggaran. Kalau ingin program pembinaan jangka panjang,mana mungkin dilakukan di eropa atau di america,sedangkan menurut Yth. mas agus mauro beliau di perbasi baru terima anggaran sebesar 5 milyar rupiah dari pemerintah. 5 Milyar di eropa atau america bukan nominal yang besar untuk melatih timnas dalam kurun waktu yang panjang. Dan jujur saya heran kenapa selalu berulang kali diatas disebut-sebut lebih baik eropa atau usa,eropa atau usa,padahal kalau yang komen diatas memikirkan nya dalam-dalam jelas anggaran tidak memadai. Jadi curiga orang dalam kepengurusan yang terfokus pada “PLESIRAN KELUAR NEGERI ALA ANGGOTA DPR” bukan terfokus pada output dari program itu sendiri. menang kalah bodo amat yang penting jalan-jalan gratiiiiiis =)

    Pilipina hanya 3,5jam jaraknya dari Indonesia,bisa naik Cebu pacific air atau tiger air dengan biaya pulang-pergi tidak sampai 300dollar per orang.Sewa rumah disana juga murah hampir sama dengan Indonesia,lebih murah sedikit dibanding Jakarta. Bisa sewa rumah ukuran sedang,bawa PRT 3 orang dari Jakarta.2 PRT cuci pakaian sehari-hari para atlit FUTURE INDONESIA BASKETBALL TEAM,satu PRT khusus masak sehari-hari. sewa rumah yang berjarak 5 menit dari lapangan yang akan di booking selama 2 tahun untuk program pembinaan sehingga setiap hari cukup berjalan kaki ke lapangan,sehingga ekonomis secara waktu dan biaya.

    Tim FUTURE INDONESIA akan diberikan tiket pulang ke jakarta setiap 4 bulan sekali atau 3x setahun,untuk berlibur dan lepas kangen dengan keluarga selama seminggu,setelah itu kembali ke manila,Pilipina dan kembali menjalankan program pembinaan. Tim akan dilatih oleh salah satu legenda basket Pilipina yaitu Ronny Magsanoc bersama timnya,yang selepasnya dari Liga Pro membuka sekolah basket atau akademi basket Ronny Magsanoc bersama beberapa pensiunan liga profesional Pilipina. yang sejak dibukanya sekolah itu telah melahirkan banyak pemain-pemain basket handal dari berbagai usia mulai dari usia 7 tahun.

    Semua ini bisa dilaksanakan selama 2 tahun dengan anggaran kurang lebih 3 milliar. dan tentu dengan hasil yang akan sangat maksimal. dan bisa dipertanggung jawabkan secara finansial. Saya pribadi siap melaksanakan program ini demi kemajuan basket Indonesia. Bila ada stake holder yang berminat dengan program saya ini,saya siap secara rinci dan detail membuatkan proposalnya. yang saya tulis diatas hanyalah garis besarnya,karena saya cape ngetik dan debat kusir hehehe,,,

    • Hi Mas Erwin,
      Hebat usulannya, tapi siapakah yang dimaksud “orang dalam” menyebutkan pembinaan ke Eropa – USA? Rasanya Mas Agus Mauro tidak menyebutkan itu, coba baca baik-baik komennya deh.
      Uang 5 miliar yang dimaksud juga, saya rasa berbentuk “in kind” bukan cash money, yang termasuk di dalamnya adalah lantai kayu yang nantinya akan dipakai untuk Sea Games. Jadi memang PR dari Perbasi untuk mencari dana memang masih panjangggg……. (boro-boro mau pelesir ke luar negeri ya? hihihihi). Peace ah.

  31. Erwin C.

    @leyehleyeh: koq mas tau bentuk dana 5milyar nya “in kind” bukan cash money? mas ikut rapat anggaran? mas orang dalam? hehehe,,, topik thread ini kan “Terbanglah Tinggi Bola Basket Indonesia” karya mas Udjo,koq mas leyehleyeh hanya komen soal anggaran? bela diri yah mas hehehehe,,, peace selalu mas,debat bukan berarti bermusuhan,tapi dengan harapan mencari solusi terbaik,namun kalau ga mampu dan ga bisa menghasilkan prestasi,saya setuju dengan bung george t diatas,lebih baik mundur dari kepengurusan dan diganti orang-orang yang lebih kompeten. sayang uang pajak rakyat termasuk saya yang dipakai perbasi kalau hasilnya bikin gigit jari,pulang dengan kepala menunduk keluar dari gading sportsmall dibantai Pilipina 2x,,, mudah-mudahan itu tidak terjadi lagi di kandang kita sendiri,Insya Allah,,, Amien YRA,,,

    • Mas Erwin, saya Mbak lho, bukan Mas :p
      Saya memang ngga berkompeten untuk mengomentari soal program dll, karena memang ilmu saya ngga cukup untuk itu. Jadi saya comment yang saya tahu aja hehe… Semoga saran-saran Mas didengar sama semua orang yang terkait. Termasuk orang di luar Perbasi yang care sama BOLABASKET INDONESIA.

  32. Erwin C.

    @leyehleyeh: thank u mbak,amien semoga saja,, udah saatnya basket Indonesia di handle orang-orang yang ngerti basket dan punya program jangka pendek,menengah dan panjang. Dengan target-target pencapaian yang jelas. Bukan duduk bertahun-tahun dengan seribu satu alasan karena minim prestasi lantas nyalahin ini-itu,padahal memang ga tau apa yang mesti diperbuat.

    @mainbasket: saya kurang paham membaca komen anda ada kata-kata “nyimpang”,,, kalau basket Indonesia terpuruk yang harus tanggung jawab siapa? jelas Perbasi,siapa lagi. saya mau memberikan TANTANGAN buat Perbasi,kalau sea games november nanti Indonesia kalah lagi,tidak meraih emas,bersediakah para pengurus teras Perbasi mundur dengan ksatria dan terhormat? Karena Pilipina saya ingatkan sekali lagi akan menurunkan skuad yang terdiri dari pemain-pemain mahasiswa (dari liga mahasiswa) dan ditambah 3-4 pemain smart gilas. Kalau masih kalah juga,amit-amit cabang bayi,MEMALUKAN!! dan sudah tidak ada lagi tempat untuk alasan kurang dana,alasan baru main bareng mereka sudah lama,dan lain-lain.

    Saya akan terus menyuarakan melalui surat pembaca ke bola,tabloid go,dan media lainnya,agar masyarakat Indonesia tahu,bahwa Pilipina memainkan mahasiswa di sea games nanti. sehingga mereka juga akan bisa berpikir dan tidak dibohongi lagi dengan berita-berita bahwa smart gilas tim paling senior dan lain-lain. jadi kalau kita kalah nanti,pecinta basket tanah air akhirnya akan sadar “lawan mahasiswa aja kalah??” berarti ada masalah serius di basket nasional berserta kepengurusannya dan dibutuhkan perubahan total demi kemajuan.

    so November is coming soon,, the clock is ticking,, gimana Perbasi?

    • black

      I believe only two players from Gilas are joining. They are:

      -Greg Slaughter
      -Aldrech Ramos

      So yes, Indonesia does have a good chance.

      • mainbasket

        I’ve talked to Japeth and Lutz here in Manila. They say, Smart Gilas’ Japeth, Marcus, and Chris will be playing for Philippines in the SEA Games.

    • black

      We just need to find ways to help our neighbors.

      Having SEABA opponents that are good and strong would benefit us as well.

  33. Erwin C.

    ini video untuk coach rastafari,tonton,pelajari,kasih liat guard2 timnas seagames indonesia dan pikirin deh gimana cara menjaga salah satu guard tim sea games Pilipina november nanti,tinggi nya 6’6 posisi guard or shooting guard. Berarti dari timnas yang jaga faisal atau wuysang,,, mati deeeh,,, =) Chris Ellis Pilipino american. ini baru satu pemain,nanti saya upload lagi disini,khusus buat coach rastafari,karena salah satu tugas pleatih adalah mempelajari video-video calon lawan dan mencari kelemahan,dan habit bermain orang itu,ditunjukkan ke timnas agar mereka tidak shock nanti pas ketemu dan sudah punya cara untuk menjaga pemain explosive ini.

  34. Erwin C.

    ini tandem nya Chris ellis di sea games nanti,diposisi guard or shooting guard,pilipino american tinggi 6’2 Chris newsome,monggo dipelajari coach rastafari

  35. Erwin C.

    @richard: saya mau kasih mas richard analogi singkat,mayoritas orang Indonesia suka bola,tapi mayoritas pake baju manchester united,chelsea,dan klub-klub top liga inggris atau italia lainnya. dan dikamar teman-teman saya yang penggila bola,mereka pasang poster MU juga rata-rata,bukan poster persija,atau persipura,atau memakai baju pemain klub lokal. apakah mereka bisa dianggap “bukan layaknya orang Indonesia?”. saya pecinta basket,penggila basket,hobi basket,tapi saya memang tidak ngefans dengan basket lokal. Kenapa? yah sederhana saja,karena prestasi yang tidak cenderung naik,malah turun,sementara kita dikejar terus oleh Malaysia dan Singapura,karena tidak ada program yang jelas untuk kemajuan basket Indonesia. Kenapa basket disini sepi penonton?? karena tidak adanya prestasi mas Richard,kalau ada prestasi,rakyat akan nonton,kalau ada prestasi,rakyat akan cinta basket lokal dan mendukung,termasuk saya. jangan anggap saya “bukan layaknya orang Indonesia” karena saya kritis mengkritik timnas dan perbasi disini.

    Kenapa saya memposting video ini dan menujukan nya untuk coach Rastafari?? mas Richard sempat nonton Indonesia vs smart gilas kemaren? di final? Indonesia semapt tidak point selama hampir 8 menit nonstop,, 8 MENIT!! dan apa yang dilakukan oleh coach Rastafari?? NOTHING!! ABSOLUTELY NOTHING Mas! dimana pun di dunia ini,pelatih yang kompeten dan “memahami basket” akan meminta time out bila tim nya 2 menit berturut-turut tidak poin. tujuannya ada 2 mas Richard:

    -pertama: untuk mematahkan momentum tim lawan,dalam hal ini smart gilas Pilipina yang selama hampir 8 menit berhasil mengembangkan permainan terbaik mereka,menguasai baik offence maupun defence,mematahkan serangan Indonesia menit demi menit dan “on fire” dalam offence dengan membuat gap perolehan angka yang jauh dalam 8 menit itu. Coach Rastafari tidak meminta time-out buat saya menunjukkan antara beliau bingung dan tidak tahu mau berbuat apa,atau mungkin memang tidak memahami 2 konsep ini.

    -kedua: untuk regroup or to come back together into a tactical formation as a team.

    jadi saya ingin dan berharap dengan memposting video ini,beliau bisa mempelajari bersama dengan para pemain timnas,dua orang pemain berbahaya ini.

    saya orang Indonesia asli mas,sangat Indonesianis malah,tapi nasionalisme saya adalah nasionalisme yang obyektif bukan subjektif. nasionalisme saya tidak akan membuat penilaian saya kabur dari fakta,data dan realita yang bergulir di dunia basket kita. dan semua koreksi dan masukan yang saya posting di thread ini adalah bentuk cinta saya kepada Indonesia,dimana saya menginginkan adanya perubahan demi kemajuan dan kejayaan basket Indonesia. Saya tidak akan gabung ke “BARISAN PENDUKUNG BERKACAMATA KUDA” di thread ini yang “cinta dan dukung timnas apapun yang terjadi”. kalau cinta dukung dan dorong perubahan,atau kita akan jadi pecundang terus di kancah basket asia karena sifat “IGNORANT NASIONALIST” yang banyak beredar disini.

  36. maap mas bukannya saya mau menyimpang dari pembahasan mas.mas di atas tentang basket filipina dan pembinaan pemain muda .. tapi menurut saya agar Timnas kita bisa meraih medali emas sea games kita nggak boleh hanya berfokus sama filipina karena sea games yang ikut bukan hanya 2 negara mas .. bukan hanya Indonesia dan Filipina .. masih ada Malaysia,Singapura,Thailand, dan yang lainnya . . boleh saja kita mewaspadai filipina karna saya pun mengakui filipina adalah ”The King Basketball Of Asean” tapi kita harus ingat prinsip bola basket mas .. Bola basket itu sebagian besar dipengaruhi oleh keberuntungan dan sisanya tekhnik .. seperti kata pelatih saya ” Bola Basket itu 70% keberuntungan dan 30% tekhnik ” jadi ndak menutup kemungkinan Indonesia bisa meraih medali emas dan kemungkinan filipina pulang dengan kepala tertunduk pun juga ada :) .. begitulah saran saya .. mohon maap kalo ada salah kata .. semoga bola basket Indonesia bisa mengalahkan USA *futurewish hehehe :)

    • mainbasket

      Sepakat mas Bimo, kita satu pikiran. Eh, mau dong diceritain tentang Ketua Perbasi Cup. Kenapa namanya “Ketua Perbasi Cup”? :)

      • sipp mas .. hehehe :) . Kurang tau juga saya mas . mungkin kebetulan juga waktu penyelenggaraannya sama dengan pemilihan Ketua Perbasi soalnya setau saya kompetisi ini baru dimulai tahun ini mas . kebetulan kemaren saya ikut kompetisi tersebut :)

  37. hi, I’m Filipino and I’m so happy to see that you guys want to beat us and you are planning your moves. This means that you guys are big hoops fans. One big love from the Philippines! Let us enjoy the game together. You guys will find the right Indonesian formula to beat us. Should you need our help to boost your basketball stock, feel free to come over, Anyways we are one and the same people before the Europeans broke us. One day we will lose against you. It will come. Meantime, work on it and keep on believing. But remember when we lose, we will also get back at you and try to win the game to our side because that is basketball. Peace, love and respect!

    • mainbasket

      Thank you for your supporting Jerby (I take this comment as a supporting act :D). Philippines has been a nightmare for Indonesian team for quite a long time. We beat Philippines once in Surabaya ini 1996 in a SEABA game. But I don’t remember we ever win again against yours. Sure we believe we will beat Philippines again in the next whatever games coming and we will be your toughest competitor in this region, Asia and South East Asia. Indonesia and Philippines will be a very classic rivalry in the South East Asia basketball.

      Thank you for reading my blog bro. A few weeks ago, I went to Manila to see Kobe and I still amazed how your country really crazy about basketball. Such an experience for me to visit your country. Respect! :D

  38. This is a translation from google

    hi, aku Filipina dan aku sangat senang melihat bahwa kalian ingin mengalahkan kami dan Anda berencana bergerak Anda. Ini berarti bahwa kalian yang besar lingkaran penggemar. Satu besar cinta dari Filipina! Mari kita menikmati permainan bersama-sama. Kalian akan menemukan rumus bahasa Indonesia yang tepat untuk mengalahkan kami. Jika Anda membutuhkan bantuan kita untuk meningkatkan saham basket Anda, jangan ragu untuk datang, Anyways kita adalah satu dan orang yang sama sebelum Eropa pecah kita. Suatu hari kita akan kehilangan terhadap Anda. Ini akan datang. Sementara itu, bekerja di dalamnya dan terus percaya. Tapi ingat ketika kita kalah, kita juga akan kembali pada Anda dan mencoba untuk memenangkan permainan untuk pihak kita karena itu adalah basket. Damai, cinta dan hormat!

  39. nyamuk

    Day 2 of the 2011 SEABA U16 Championships

    ENERGEN PILIPNAS over INDONESIA, 109-46
    PHL 109 – Diputado 20, Tolentino 19, Cani 19, Pascual 13, Lao 9, Vito 8, Asilum 6, Brill 5, Javelosa 4, TOngco 4, Babilonia 2
    INA 46 – Purwoko 9, Abraham 9, Kosasih 8, Istiadi 7, Kokodiputro 6, Fahdan 4, Sandy 3, Saputra 0, Rejenoka 0, Yogia 0, Airawan 0, Setiawan 0
    QS: 22-3, 45-21, 75-32, 109-46
    – The Pinoys outscored Indonesia 22-3 in the first 10 minutes and never looked back, extending the lead and more than doubling the Indons’ output.
    – The Filipinos move up to 2-0 as Indonesia goes t0 1-1.

  40. Conrad

    Hi guys, another Filipino here. I would just like to clarify that the two Filipino Americans with the video clips here are not part of the Philippine basketball team.

    Here’s a list of the pool of players for the Philippine basketball team that will compete in the SEA games. Yes, they are all college players aged 17 – 23 years old with an average age of around 20.

    Guards

    Ryan Roose Garcia 5’11
    Emmanuel Monfort 5’6
    John Murphy Raymundo 5’10
    Terrence Romeo 5’11
    Garvo Lanete 6’2
    Chris Newsome 6’2
    Bobby Ray Parks Jr 6’3
    Kiefer Ravena C. 5’11

    Small Forwards

    Calvin Abueva 6’3
    Ronald Pascual 6’3
    Rome Dela Rosa 6’3
    Nicolas Salva 6’3
    Jeric Teng 6’2

    Power Forwards/Centers

    Justin Chua 6’5
    Frank Golla 6’4
    Jake Pascual 6’4
    Aldrech Ramos 6’6
    Ian Sanggalang 6’6
    Japeth Aguilar 6’9
    Gregory Slaughter 6’11

    The players to watch out for are 17 year-old college rookies Kiefer Ravena and Bobby Ray Parks Jr.

    • Erwin C.

      Kalau Indonesia kalah di sea games nanti dari sekumpulan pemain junior,harus ada yang tanggung jawab. Dan yang harus tanggung jawab tentunya,tim coaching,dan ketua Perbasi. Tanggung jawab bisa dengan 2 hal:

      Pertama: mengakui tumpulnya program2 yang mereka rancang dan eksekusi selama ini dan merubah dengan program2 gebrakan baru yang revolusioner.

      Kedua: Melepaskan jabatan dan mundur dari kepengurusan dengan lapang dada dan jiwa besar,menyadari kegagalannya selama ini.

      Ini penting,supaya jangan nanti kalau kalah lalu mencari-cari alasan klasik seperti: “Philippines pake pemain Phil-Am” dan lain2. Suatu kepengurusan harus punya target jangka pendek dan jangka panjang,dengan parameter dan tolak ukur yang pasti,bukan abstrak seperti selama ini. prestasi tidak ada kalau bicara layaknya James A Naismith lokal.
      Sedikit soal Phil-Am,PSSI banyak melakukan naturalisasi,bahkan striker top scorer kita adalah Christian Gonzales,tidak jadi masalah kan? tetap membela merah putih dan dicintai segenap rakyat Indonesia. Jadi,yuk mari jangan jadikan kekuatan dan kejelian Philippines suatu alasan bagi kita untuk tidak berprestasi.kita bisa melakukan hal yang sama seperti mereka,mengambil pemain-pemain Indo-Am dari usa. Seperti saya katakan diatas program revolusioner. Gimana Perbasi?

  41. Erwin C.

    @ibrahim bimo wicaksono: kalau coach anda bilang basket itu 70% keberuntungan dan 30% teknik,berarti ini aliran basket sesat atau dia hobi judi togel jadi pake prinsip hoki heeehee… dan kalau coach seperti ini anda pake ilmunya,wah anda perlu introspeksi diri dulu sepertinya. Repot punya coach yang mengajarkan hal seperti ini,jangan2 kalau mau tanding bakar menyan diluar lapangan =) this is stupid man,sorry,, but it is totally stupid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s