Tim SMA Indonesia (DBL) Menang atas Malaysia dan Singapura!

Standar

Tim putra dan putri Development Basketball League (DBL) Indonesia Selection 2010 tampil hebat di Malaysia. Dalam pertandingan perdana Malaysia International High School Basketball Championship kemarin (29/12), mereka berhasil mengalahkan lawan-lawannya di Port Dickson Indoor Basketball Court.

Tim putra mengalahkan Malay College Kuala Kangsar Malaysia 94-46. Sedangkan tim putri menekuk Woodgrove Secondary School Singapura juga dengan skor telak 85-23.

Kemenangan telak itu terbilang luar biasa. Sebab, menjelang pertandingan tersebut, kondisi DBL Selection jauh dari kata ideal. Kondisi stamina mereka dipastikan tidak seratus persen karena baru tiba di Port Dickson dini hari waktu setempat. Sebelumnya, mereka menempuh perjalanan udara selama dua jam dari Surabaya menuju Kuala Lumpur. Dilanjutkan perjalanan darat selama 1,5 jam dari Kuala Lumpur ke Port Dickson.

Hanya tidur sejenak, pagi hari mereka sudah harus menjalani sesi latihan. Kemarin sore mereka langsung bertanding dengan lawan kuat, Malay College yang dikenal sebagai sekolah basket. Sedangkan Woodgroove diperkuat dua pemain nasional junior Singapura, yaitu Tok Hui Min dan Llina Gan. Mental baja DBL Selection membuat rasa lelah tidak mengganggu penampilan.

Sejak awal kuarter pertama, Gunawan dkk langsung tancap gas. Kecepatan, akurasi tembakan, dan semangat juang yang diperagakan tim putra DBL Selection membuat lawan pontang-panting.

Padahal, tiga pemain mantan DBL Indonesia All-Star 2010 yang menjadi starter tidak fit. Gunawan menderita cedera lutut ringan. Sementara itu, Leonardho Ozzie dan Handri Satrya mengalami masalah pada engkel.

Walaupun begitu, DBL Selection selalu berhasil menjaga jarak perolehan poin. Pada akhir kuarter ketiga, DBL Selection unggul sampai 43 angka. Keunggulan poin tersebut bisa diperlebar dan dipertahankan sampai pertandingan usai dengan margin lebih jauh, 48 poin.

Gunawan yang berposisi sebagai forward menjadi bintang dalam laga itu. Dia membukukan double-double dengan 18 poin dan 10 rebound. ”Kerja sama tim sudah sangat padu. Spirit kawan-kawan untuk bisa menang sangat terasa dalam pertandingan ini. Kami sudah satu tim,” kata Gunawan.

Pelatih DBL Selection Hidayat Natasasmita mengatakan sangat puas dengan penampilan anak asuhannya. Dia menyatakan, kunci kemenangan itu adalah para pemain tampil lepas.

Hidayat mengakui, pada awal kuarter pertama pemain terlihat tegang. Namun, lambat laun mereka bisa membaca permainan dan bisa unggul jauh. ”Tenaga dan daya gedor anak-anak luar biasa. Ini modal berharga untuk menghadapi pertandingan selanjutnya,” tandas Hidayat.

Di sisi lain, pelatih Malay College Liew Yong Choon menyatakan bahwa timnya kalah kelas. Bagi dia, permainan DBL Selection berada jauh di atas timnya. ”Terlihat sekali bahwa DBL memiliki pengalaman dan jam terbang sangat baik,” ujar Liew.

”Mereka bisa beradaptasi dengan sangat bagus dalam pertandingan ini. Size mereka besar dan punya kekuatan. Semoga saja DBL memeroleh hasil terbaik dalam turnamen ini,” tambah dia.

Dari pertandingan tim putri, DBL Selection begitu bangga bisa merebut kemenangan kemarin. Coach manager Andrew Lim memuji permainan anak buahnya yang luar biasa. ”Mereka termotivasi karena tim putra juga menang. Yang pasti, team work anak-anak sangat bagus,” tuturnya.

”Saya tahu bahwa dua pemain nasional mereka berbahaya. Untung, kami bisa mematikan mereka,” tambah dia.

Pelatih Woodgroove Steven Ang mengakui kekalahan timnya. ”Semoga kami bisa belajar banyak dan memainkan bakset dengan lebih baik lagi. Selamat bagi DBL. Peluang mereka sekarang besar,” tuturnya. (nur/c8/ang/DBL Indonesia)

Panggung yang Menyeramkan!

Standar

Mengapa menyaksikan pertandingan olah raga bisa sangat digemari? Umumnya kita sependapat oleh karena hasilnya yang seringkali tak bisa ditebak. Secara, kita manusia gemar hal-hal yang berbau misterius. Namun bagi gw, ekstasi menyaksikan pertandingan olah raga bukan hanya karena hasilnya yang kerap tak bisa ditebak, tetapi juga hasil akhirnya kadang kala memberikan kesan yang mendalam. Bahkan tak jarang terlalu dalam!

Setelah selesai menyaksikan sebuah film bioskop dalam sebuah akhir cerita yang ekstrim bagus, misalnya happy ending atau sad ending, gw atau mungkin orang lain akan takjub terpukau mengagumi bagaimana cerita film tersebut atau efek-efek sinemanya mampu menggiring kita ke alam sadar kegembiraan dan atau kesedihan. “Aktingnya keren banget! Ceritanya luar biasa! Teknologi efeknya super canggih,” dan lain-lain.. Setelah itu gw melanjutkan dengan aktifitas lainnya. Kekaguman atas film yang gw tonton tentu saja masih sedikit membayangi di dalam otak.

Final sepak bola liga champions eropa 1999 antara Manchester United melawan Bayern Munchen adalah salah satu pertandingan olah raga paling berkesan dalam hidup gw. “Drama” tersebut memberikan efek sangat luar biasa. Pertama-tama, gw tak henti tertawa sampai satu minggu lebih! Seriusan. Tentu saja karena gw pendukung tim Inggris itu. Setelah itu, gw sangat percaya bahwa tak ada yang tak mungkin! Ia menyentuh pandangan hidup gw.

Tetapi sebelumnya, kesedihan kerap melanda ketika Manchester United kalah di liga champions. Saat itu ada sebuah anggapan seolah tim red devils itu gak akan mungkin mencapai final. Palingan mentok di semi final atau putaran sebelumnya. Anggapan itu sudah membuat ketegangan tersendiri bahkan sebelum setiap drama pertarungan dimulai! Kekalahan Manchester United sebelum tahun 1999 itu acap menarik gw dalam kesedihan.

Terlampau dalam

Dampak yang sangat dalam dari menggemari pertandingan olah raga adalah munculnya rasa cinta yang hebat pada tim kesayangan dan juga kebencian yang sangat kepada tim lawan beserta pendukungnya. Terkadang gw merasa lucu ada sebagian orang yang mengatakan “it’s just a game..” tetapi di sudut lain ada yang berpandangan “it’s more than a religion..”

Seorang teman yang lain bercerita bagaimana ia merasa cukup ketakutan ketika menyaksikan sebuah pertandingan sepak bola di kandang lawan padahal ia adalah orang yang gw pikir cukup aneh kalau ketakutan. Hobinya berantem! Ketakutan teman gw itu wajar menurut gw, karena dampak menyaksikan pertandingan tersebut bukan tidak mungkin akan merenggut nyawanya. Hal yang sudah biasa di Amerika Latin atau Eropa. Ketakutan yang melebihi efek film horor.

Yes, ada yang membatalkan pernikahan karena tanggal pernikahannya bentrok dengan pertandingan tim favoritnya. Agak tolol sebenarnya, mengapa gak diatur jauh hari :P

Pasti sudah tahu banyak lah tentang fanatisme penggemar yang tinggi ini. Dalam dunia basket pun ada walau rasanya belum seheboh dunia sepak bola. Perasaan sedih kerap menghampiri gw ketika Garuda kalah dan gembira ketika tim ini menang. Rasa sedih dan gembiranya tentu sangat berbeda dengan sedih-gembira hasil menonton film bioskop paling bagus di dunia.

Sok bijaksana

Gw gak mau sok bijaksana dengan mengatakan “gak perlu segitunyalaahhh dalam mencintai sebuah tim olah raga..” Karena dampak itu menurut gw memang gak bisa dihindari. Gw malah beneran kasihan pada mereka yang menertawakan orang-orang yang menganggap fanatisme berlebihan itu menggelikan. Orang yang menyatakan “bola satu diperebutkan banyak orang..” jelas adalah orang yang gak paham nikmatnya memperebutkan bola tersebut.

Mau bilang “hati-hatilah ketika mulai menyukai tim olah raga..” pun juga gw ogah. Rasanya beneran sok bijaksana. Hanya ingin mengatakan, lapangan sepak bola, lapangan basket, lapangan bulu tangkis itu menyeramkan. Panggung di mana drama dengan hasil tak tertebak kerap terjadi. Panggung tempat darah dan air mata nyata bercucuran. Panggung yang sedikit menghibur namun banyak mempengaruhi kehidupan. Panggung yang mampu mempengaruhi psikologis penontonnya dengan dampak yang cukup permanen. Panggung yang bukan hanya menampilkan usaha keras para “aktor/aktris” yang berlaga di dalamnya, tetapi juga berpotensi menyulut peperangan antara para penontonnya, dengan korban jiwa yang nyata tentunya. Menyeramkan!

Hidup tanpa hal yang menyeramkan gak seru. Mau hidup yang ramai dan seru, salah satu alternatifnya, datang deh sekali-sekali untuk saksikan laga di panggung yang menyeramkan :)

NBL Lebaran Special.. *Ngayal Sambil Nonton NBA Christmas Special :P

Standar

Yes gw lagi nonton Miami Heat lawan LA Lakers dalam pertandingan yang diberi titel “NBA Christmas Special”.

Terus tiba-tiba kepikiran… Apa aja sih acara televisi kita di Indonesia pas lagi Lebaran? Hmm..*mencoba mengingat-ingat.

Kalau gak salah sih yaa seputaran lawakan panggung dengan asesori styrofoam yang dibanting-banting, atau panggung musik hiburan musisi-musisi mendadak religius, atau liputan lebaran ke rumah “artis”. Hmm..

Lebaran nonton basket? NBL Lebaran Special?! Amiinnn.. #Kapan yaa mudik Lebaran gak jadi tren lagi? :P

Catatan Hingga Akhir Seri 3 Solo: Semua Saling Mengalahkan!

Standar

Sebelum Seri 3 Solo dimulai, Pelita Jaya adalah tim yang belum pernah terkalahkan. Sementara Angsapura adalah tim yang belum pernah menang. Setelah Seri 3 Solo usai, tak ada lagi tim yang belum pernah terkalahkan atau tim yang belum pernah menang.

Sebelum Seri 3 Solo, Citra Satria hanya satu kali menang. Itu adalah saat melawan Angsapura. Di Solo, Angsapura membalas kekalahan atas Citra Satria. Kini, rekor sementara Citra Satria dan Angsapura adalah sama-sama satu kali menang dari 16 laga.

CLS Knights akhirnya memutus rekor tak pernah kalah Pelita Jaya. Sebelumnya, Pelita Jaya mengalahkan semua tim-tim NBL termasuk Satria Muda, Aspac, dan Garuda. Menariknya, CLS Knights justru kalah saat menghadapi Satria Muda dan Garuda.

Satria Muda hanya kalah di dua laga perdana saat menghadapi Aspac dan Pelita Jaya. Kini Satria Muda menunggu waktu membalas dendam dan tentu saja Pelita Jaya tak akan rela jika Satria Muda mampu membalas kekalahannya. Garuda, CLS Knights, dan tim-tim lainpun berusaha sekuat tenaga menghentikan laju Satria Muda. Oh ya, Satria Muda di Solo berhasil mengalahkan Aspac yang di Surabaya mengalahkan mereka.

Muba Hangtuah dan Stadium tengah mencari format yang pas agar performa timnya stabil. Dua tim ini kerap memberikan kejutan. Stadium sempat mengalahkan Garuda sementara Muba Hangtuah membuat Satria Muda dan Garuda berusaha keras untuk memetik kemenangan.

Kini setiap tim sudah saling mengalahkan. Seri 4 Bali menjanjikan laga yang lebih seru! Babak play off akan sangat mematikan. Semua tim menganggap betapa kejamnya liga ini karena langkah meraih juara benar-benar ditentukan saat championship series. Namun demikian, stabilitas bermain dan kedahsyatan penampilan saat play off justru dibangun dan diasah ketika seri reguler. Pannaaasssss!!! :D

*Satu lagi, gw rasa Bimasakti adalah santapan Angsapura selanjutnya :D