The White Tiger di Bandara Juanda

Standar

Perjalanan menuju Bandung kali ini akan lama pikir gw. Bukan karena waktu tempuhnya, tetapi karena jeda masa singgah antara tiba pesawat Mataram-Surabaya ke keberangkatan Surabaya-Bandung ada sekitar..hmm -ngitung- 7 jam!

Sudah gw persiapkan semuanya. Menu utama adalah melahap habis novel The White Tiger karya perdana Aravind Adiga yang langsung diganjar The Man Booker Prize di tahun yang sama 2008. Celakanya, gw lupa beli cemilan dan minuman ringan atau air mineral biasa. Ada warung memang di bandara Juanda Surabaya, tetapi seperti umumnya warung di bandara, yang menentukan harga adalah rentenir. Harganya mencekik! Walau tentunya dengan berat hati gw tetap membeli sekaleng kopi instan ajaib yang bisa bikin melek dan jadi doping gw tahan membaca dari awal sampai akhir.

Balram nama tokoh utama dalam novel tersebut. Seorang pemuda dari desa kecil di India yang punya cita-cita sangat tinggi yang sebenarnya nggak tinggi-tinggi amat. Cita-citanya hanyalah sebatas apa yang hebat yang pernah ia lihat di masa kecil, seorang polisi rendahan India!

Berbagai rentetan nasib kurang beruntung membawa Balram melewati petualangan pahit. Keluar dari sekolah hingga hidup di jalan. Kejujuran dan kerja keras membuat ia mampu bertahan. Balram akhirnya mendapatkan pekerjaan “terhormat” sebagai seorang supir pada keluarga kaya. Dan di sinilah petualangannya bermula. Melalui sudut pandangnya, Balram bercerita tentang sudut-sudut kota dan desa di India yang kumuh, potret keluarga miskin kebanyakan di India, potret keluarga kaya, hingga sistem politik dan pemerintahan yang korup.

Tekanan keluarga, tekanan hidup, merubah Balram dari seorang supir yang polos, baik, dan jujur menjadi seorang yang pandai menyembunyikan kebusukan bahkan mampu membunuh majikannya sendiri yang relatif baik. Ujung cerita novel ini menarik nan membuat miris. Akhir cerita, si Balram menjadi.. eittsss, baca sendiri :D Anak basket baca buku pas lagi gak basket itu keren lhoo.. *sedikit maksa :D

Seri II Bandung, Momentum Kebangkitan Garuda!

Standar

Seri I Surabaya memberikan hasil kurang memuaskan bagi Garuda. Bermain 5 kali, Garuda hanya menang 2 kali dan menempati urutan 6 klasemen sementara. Gw rasa, Seri I adalah semacam terapi kejut bagi Garuda betapa kekuatan tim semakin merata dan tak tertebak. Syukurnya, Garuda menunjukan peningkatan mutu dari pertandingan pertama hingga kelima.

Seri II Bandung yang akan berlangsung mulai tanggal 20 hingga 28 November nanti akan menjadi momentum kebangkitan tim kebanggaan Bandung ini. Bermain di hadapan pendudkung sendiri akan menjadi tambahan bahan bakar yang semakin memanaskan Garuda. Tantangannya, selama 9 hari Seri II Bandung, Garuda harus bermain sebanyak 7 pertandingan! Isu stamina akan menjadi hal penting bagi Garuda.

7 tim yang akan dihadapi Garuda di Bandung adalah; Pelita Jaya, Stadium, Muba Hang Tuah, Angsapura, Aspac, Satria Muda, dan Citra Satria. Seharusnya sih Garuda bisa memenangkan semua pertandingannya! Amiin :)

Tim Terbaik di Seri I NBL (Surabaya)?

Standar

Berdasarkan hasil pertandingan Seri I, inilah urutannya:

CLS Knights
Pelita Jaya
Aspac
Satria Muda
Muba Hangtuah
Stadium
Garuda
Bimasakti
Citra Satria
Angsapura

Ini berdasarkan perspektif gw setelah menyaksikan pertandingan mereka

CLS Knights, hanya kalah dari Pelita Jaya pada pertandingan perdana. Setelah itu, permainan tim Surabaya ini melesak naik, meroket! Salah seorang ofisial Pelita Jaya bilang begini “untung kita ketemu CLS duluan, kalau nggak, habis juga kita!”

Pelita Jaya, permainan sangat stabil dan kompak. Saat melawan Satria Muda, tim ini bermain tanpa Koming. Pasrah? Justru semakin sangar dan garang!

Aspac, stabil banget. Tampil perdana tanpa Xaverius, Aspac mampu menghempaskan Satria Muda. Anehnya, ketika Yus sudah bergabung, tim Ko Kim Hong ini justru kalah dari CLS Knights.

Satria Muda, kalah di dua pertandingan pertama, anak asuh coach Ito hampir dipermalukan Muba Hangtuah. Jika saja freethrow Muba lebih baik, Satria Muda mungkin semakin terpuruk.

Muba Hangtuah, sangat mengejutkan! Setelah menyulitkan Satria Muda, tim Nathaniel Canson ini hanya terpaut 3 detik dalam memberikan pesta kejutan bagi Garuda, sayang Garuda berhasil membalikan keadaan saat itu. Muba menang di 3 pertandingan sisa.

Stadium, siap meledak. Merio Ferdiyansyah dan Randolph serta Dino Leonardo menjadi trio yang sangat berbahaya! “sekarang kita tahu bahwa kita bisa mengalahkan tim mana saja,” kata Randolph.

Garuda, terlambat panas. Menang tipis di game pertama lalu bermain kurang stabil pada pertandingan berikutnya. Namun demikian, meski kalah 3 kali berturut-turut, tim Bandung ini menunjukan peningkatan performa yang signifikan!

Bimasakti, Bima Rizky, Made Indra, dan kawan-kawan sempat sangat menyulitkan CLS Knights dan lawan-lawan lainnya. Kecuali saat melawan Garuda, Bimasakti selalu menempel ketat raihan angka rivalnya. Kejutan hanyalah masalah waktu!

Citra Satria, belum stabil. Tim ini butuh seorang pemain lagi yang mampu tampil mendukung kedahsyatan Evin Hadi. Tim ini hanya butuh motivasi dan tambahan semangat. Jika Stanley dan Walle menggila, tim lain akan sangat waspada.

Angsapura, butuh lebih banyak jam terbang. Pada pertandingan terakhir, point guard Budi Sucipto bermain kesetanan! Robert Yunarto yang menjadi lawannya di Muba mati kutu. Jika Muba saja hampir kalah, berarti tim ini sangat berpotensi menyikat Satria Muda, Garuda, Aspac, CLS Knights dan tentu saja tim-tim lainnya!

Persib Nu Aing! Garuda Di Dadaku!

Standar

Garuda Bandung kalah pada pertandingan ke 4 di Seri 1 NBL. Persib Bandung kalah dalam lanjutan ISL. Dua-duanya terjadi di hari yang sama, Sabtu 23 Oktober 2010. Lalu kenapa?! Mau mengeluh? Mau menyalahkan permainan yang buruk?!

Ok, ada dua hal tentang mengeluh. Pertama mengeluh itu tiada guna! Gak ada yang akan berubah hanya karena kita mengeluh. Kedua, mengeluh itu akan membuat kita mengeluh lagi dan lagi, dan kalau kita sudah jago mengeluh kita akan menemukan banyak sekali pembenaran untuk mendukung keluhan-keluhan kita. Lalu perlahan kita juga akan menemukan hal-hal baru untuk kita keluhkan lagi. Ujungnya, kembali lagi ke yang pertama. Nggak guna!

Garuda (dan juga Persib) Bandung sangat paham atas tantangan-tantangan yang tengah dihadapi. Mereka selalu bekerja keras untuk membenahi dan melewati semua tantangan. Sebagai fans, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah tetap mendukung mereka. Tak ada fans sehebat fans Bandung! “Persib nu aing!” “Garuda di dadaku!”, menang-kalah tak masalah karena yang dihargai adalah kerja kerasnya!

Tahu gak kenapa tim-tim klasemen bawah bahkan divisi 2 di liga sepakbola Inggris tetap ramai ditonton fansnya? Karena fansnya punya semangat sama dengan judul di atas terhadap timnya. Timnya memberikan harapan untuk maju, dan fansnya percaya akan harapan karena memang punya harapan!

Jika lu adalah fans saat tim lu menang, wajar. Tapi jika lu adalah fans saat tim lu kalah, itu artinya lu percaya pada harapan! Gak punya harapan? Mati aja!

*terinspirasi dari salah satu tulisan Seth Godin :)