Oh, Kenapa Basket di Padjadjaran dan Futsal di C-Tra Arena? *Sedih :(

Standar

Mengesalkan. Sangat-sangat mengherankan mengapa panitia (entah Dinas Pendidikan Nasional, KONI, atau Perbasi) lebih memilih menggelar pertandingan basket di GOR Padjadjaran ketimbang di C-Tra Arena dalam penyelenggaraan Olimpiade Olahraga dan Seni Nasional Tingkat Sekolah Menengah Kejuruan yang tengah berlangsung di Bandung.

Panitia seharusnya tahu dan bisa melihat bahwa lantai C-Tra Arena baru saja mendapat perawatan hingga kembali mengkilap dengan lantai yang sempurna untuk bermain basket. Ini tentunya akan membuat performa para pebasket muda akan sangat maksimal! Alih-alih menggunakannya untuk basket, panitia malah menggelar pertandingan futsal di C-Tra Arena. Lalu basket digelar di mana? GOR Padjadjaran! Entah mengapa GOR Padjadjaran yang dipilih untuk basket. PADAHAL, tak ada yang tidak tahu bahwa lantainya tidak cukup layak untuk sebuah pertandingan basket yang bermutu. Alasan apa yang menjadi dasar, sangat membingungkan.

C-Tra mahal? Toh dipakai juga untuk futsal. Lagian banyak lapangan futsal yang memang peruntukannya untuk main futsal di Bandung. Banyak! Cik atuh lah rada usaha saeutik! Kumaha rek maju basket Bandung (baca: nasional!)! Jika memang semua kegiatan basket ingin dipusatkan di GOR Padjadjaran. Kita semua sama-sama tahu lah apa yang harus dilakukan (*melirik lantai lapangan). Belum ada duit? Nabung dulu. Sementara, manfaatkan yang ada dengan maksimal.

Waspadai Pelita Jaya!

Standar

Ok gw gak nonton pertandingan latihan antara Pelita Jaya Esia Jakarta melawan Satria Muda Britama Jakarta (ABL) sore tadi. Dari laporan teman-teman via twitter, Pelita Jaya mengalahkan Satria Muda dengan skor 89-81. Dahsyat! Padahal kalau gak salah, Satria Muda ABL dalam latih tanding sebelumnya mengalahkan Satria Muda NBL. Hot!

Semakin gak sabar nunggu musim perdana NBL 16 Oktober nanti! :D

Jelang NBL, CLS Knights dan Bimasakti Pemanasan Lawan Tim Australia

Standar

Dua tim National Basketball League (NBL) Indonesia asal Jawa Timur, CLS Knights Surabaya dan Bimasakti Nikko Steel Malang, akan menjalani pertandingan pemanasan berkelas internasional di DBL Arena Surabaya, 2-3 Oktober mendatang.

Keduanya akan menghadapi State Basketball League (SBL) All-Stars, kumpulan pemain terbaik dari liga tertinggi di negara bagian Western Australia (WA, Australia Barat).

Program international friendly game ini merupakan rangkaian dari perayaan 20 tahun hubungan sister state/province antara Jawa Timur dan WA. Sekaligus kelanjutan kerja sama antara Basketball WA dengan PT Deteksi Basket Lintas Indonesia, penyelenggara liga pelajar Development Basketball League (DBL) dan NBL Indonesia.

Pada Sabtu, 2 Oktober, tim SBL All-Star lebih dulu menghadapi CLS Knights Surabaya, runner-up NBL Preseason Tournament 2010. Sehari kemudian, giliran Bimasakti Nikko Steel yang menjajal tim Australia itu. Kedua pertandingan diselenggarakan di DBL Arena Surabaya, di sela-sela penyelenggaraan Honda DBL Junior 2010 (kompetisi tingkat SMP).

“Kami senang bisa memfasilitasi penyelenggaraan pertandingan ekhsibisi ini. Sebab, dampaknya bukan hanya baik untuk basket di Indonesia. Tapi juga mempererat hubungan people-to-people antara Indonesia dan Australia. Khususnya Jawa Timur dan Western Australia,” kata Azrul Ananda, direktur PT DBL Indonesia, commissioner DBL dan NBL Indonesia. “Bagi CLS Knights dan Bimasakti, ini juga jadi ajang pemanasan yang baik untuk seri pembuka NBL Indonesia, 16-24 Oktober mendatang di Surabaya,” lanjutnya.

Kunjungan ini merupakan yang pertama dari Basketball WA ke Indonesia. Sebelum ini, pada 2008 dan 2009, Basketball WA sudah menjamu tim putra dan putri DBL Indonesia All-Star. Pada dua tahun itu, tim putra dan putri kumpulan pemain SMA terbaik DBL belajar dan bertanding di kota Perth.

Basketball WA sendiri sangat serius dalam mempersiapkan tim yang berangkat ke Indonesia. Di WA, SBL merupakan liga tertinggi. Secara nasional, hanya National Basketball League (NBL) Australia yang lebih tinggi. Jadi, tim yang akan datang ini tidaklah main-main. Sebagai pelatih, Basketball WA telah menunjuk Andy Stewart, yang pernah tiga kali merebut juara SBL. Saat ini, Stewart juga menjabat sebagai asisten pelatih di Perth Wildcats, tim juara NBL Australia 2009-2010.

Dua pemain Perth Wildcats ikut memperkuat tim SBL All-Star. Yaitu point guard Joel Wagner dan forward Jarrod Balcombe. Dalam tiga musim terakhir, Wagner selalu meraup assist terbanyak di SBL. Sedangkan Balcombe punya pengalaman bertanding di ajang NCAA, saat kuliah di Amerika Serikat. Tampil sebagai kapten di SBL All-Star adalah Jarrad Prue, yang juga peraih rebound tertinggi di SBL 2010, yang baru berakhir lima pekan lalu.

Pihak WA sendiri tak sabar menjalani pertandingan persahabatan ini. “Pihak Basketball WA dan para pemain SBL sudah tidak sabar tampil di pertandingan persabahatan di Jawa Timur. Setelah melihat kualitas pemain-pemain muda DBL di Perth tahun lalu, kami tahu lawan yang akan kami hadapi sangatlah berkualitas,” kata Martin Newbery, dari Western Australia Trade Office di Jakarta, yang ikut menggagas program ini.

“Kami senang bisa meningkatkan persahabatan kami dengan DBL level negara bagian dan nasional. Dua tetangga berkumpul bersama lewat olahraga bukan hanya baik untuk pemain yang terlibat, tapi juga memperkokoh hubungan dan persahabatan antara Jawa Timur dan Western Australia, yang sudah terjalin selama 20 tahun. Para pemain SBL tentu akan mendapat pengalaman internasional yang baik. Kami berterima kasih kepada pemerintah WA dan DBL Indonesia untuk membantu terselenggaranya pertandingan ini,” lanjut Newbery.

It’s All About Timing!

Standar

Ada sebuah pertanyaan menarik dari salah seorang legenda basket Bandung yang kini menjadi pelatih, Coach Apin. Di sela-sela istirahat sebelum makan siang, Coach Apin, Coach Ahang (Garuda), dan Coach Danny Kosasih (Angsapura) menghampiri Detlef Schrempf dan Jama untuk ngobrol kecil. Setelah beberapa kalimat apresiasi mengenai kegiatan camp, Coach Apin bertanya “mengapa anda sekalian mengajarkan teknik hook shot kepada orang Indonesia? Padahal orang Indonesia kan kecil-kecil.”

Gw sih sudah nebak, pasti Detlef bakal ngejawab bahwa hook shot itu salah satu teknik menembak yang paling sulit dijaga. Benar saja, Detlef menjawab tepat seperti yang gw bayangkan, hanya saja jauh lebih lengkap dan bermutu. Hehee. “Hook shot, jika dilakukan dengan teknik yang benar, akan sangat sulit sekali dijaga. Walaupun yang melakukannya adalah pemain kecil dan dijaga oleh seorang pemain besar,” Detlef menerangkan.

“Dorong pakai pantat,” Detlef menjelaskan sambil memeragakan, “lalu lakukan hook shot dengan benar pada posisi yang sulit dijangkau permain bertahan.” Mengomentari postur orang Indonesia yang memang lebih kecil daripada bangsa-bangsa lain, Detlef optimis bahwa suatu saat perlahan-lahan postur pemain Indonesia pasti akan kurang lebih sama dengan bangsa-bangsa lain yang berpostur tinggi besar.

“Semuanya masalah timing. Perhatikan Tony Parker. Ia adalah pemain kecil. Tetapi ia mencetak angka dari paint area lebih banyak daripada pemain manapun di liga,” Detlef berargumen bahwa terkadang postur bukanlah sebuah alasan yang tepat untuk menyalahkan ketertinggalan. “Pemain bertahan pun memanfaatkan timing untuk menghentikan bola. Jika kita mampu merusak tempo timing yang diantisipasi pemain bertahan, misalnya melakukan tembakan pada saat lay-up di langkah pertama atau kedua bukan ketiga, sangat mungkin kita akan mendominasi.”

Hmm.. mari merenungkan kata-kata Detlef :D

Seharusnya Detlef Schrempf Sepedahan di Bandung, Tapi… (Untold Story)

Standar

Tadinya, ketika akan ke Bandung, Detlef Schrempf minta disediakan sepeda. Ia berencana akan selalu bersepeda dari hotel Sheraton ke GOR C-Tra Arena di Cikutra untuk memberikan materi Indonesia Development Camp 2010. Naas, sehari sebelum berangkat ke Bandung dari Seattle, Detlef tertabrak mobil saat bersepeda menuju pertandingan American football Huskies vs Nebraska.

Detlef terpental terjungkal dari sepedanya, mendarat di kaca depan mobil, terguling ke atas atap, dan mendarat di bagian belakang mobil. Bahu kanannya cidera (masih kesakitan selama camp), dan menerima beberapa jahitan pada bahu dan punggung akibat pecahan kaca. Tadinya ia hampir saja membatalkan rencana datang ke Bandung. Untung saja akhirnya tetap jadi. Gambar di bawah bercerita lebih banyak :(

Koming, pemain Pelita Jaya bertanya kepada Detlef, “siapa pemain NBA favorit saat ini?” Tanpa pikir panjang, Detlef menjawab “pemain yang meraih gelar juara, seperti Kobe. Kobe juga tipe pemain langka. Ia bekerja keras dan pantang menyerah. Walau jarinya patah, ia tetap bermain. Sulit menemukan pemain seperti itu di era NBA saat ini.”

Detlef memberi contoh bahwa Kobe Bryant tetap main walau patah jari. Tanpa sadar, ia pun memberi teladan dalam memegang komitmen. Tetap datang ke Bandung walau sehari sebelumnya tertabrak mobil, cidera, dan terluka. Respek :)

Pilih Sendiri Perspektifmu

Standar

Beberapa orang teman yang menyaksikan langsung Indonesia Development Camp 2010 di GOR C-Tra Arena Bandung 21 hingga 23 September lalu memberikan beberapa pendapatnya kepada gw. Teman-teman gw ini mendasarkan pendapatnya dari pengamatan selama berjalannya camp yang dipimpin oleh Jama dan Detlef Schrempf. Dari sekian banyak pendapat, ada dua yang paling menonjol. Ini dia:

1. Biasa saja yaa. Klub-klub sih sudah sering menerapkan pola latihan seperti ini. Gak ada yang istimewa :P

2. Bagus cara penyampaiannya. Latihan sederhana dan mendasar tapi kena. Pemainnya langsung nangkep. Tinggal kemauan untuk menerapkan terus-menerus aja. Tahun depan masih di Bandung kan? :D

Pendapat gw? Tak ada jalan pintas. Latihan terus menerus, berulang-ulang, dan sabar akan membuahkan hasil yang indah. Detlef Schrempf bilang gini ke gw “Memasukan bola berjam-jam setiap hari dalam latihan itu membosankan dan gak menarik. Tapi tunggu saat kamu memasukkan bola saat pertandingan sesungguhnya. Satu tembakan, satu kali masuk. Rasanya luar biasa menyenangkan dan itu adalah buah dari latihan yang sabar.”

:)

I, Detlef Schrempf, and Friends :)

Standar

This is I.

That is Detlef Schrempf.

Those are us and our friends.

I worked with Detlef, and Detlef worked with me (well, actually I’m his translator :P).

We worked together :)

Detlef talked a lot. Sometimes he dance :)

I got my chance too. When I talked, Detlef watched me.

And then we watched. See if friends understood.

When things went bad. We didn’t talk to each other.

But, that was just for a minute before we settled all things back to the track.

..and then we watched again. But now, a little more active. *at least me :P

Result was great :D

That’s the story of I and Detlef :)

..and friends :D