Kesimpulan: Satria Muda Kalah Cepat dari Slingers (Game 1, Final Four ABL 2010)

(Foto dari redhoops)

Andai saja, Alex Hartman seperti Faisal yang meluap-luap usai melakukan alleyoop dunk hasil operan indah dari Mario Wuysang pada kuarter 2. ..dan andai saja, Roni Gunawan seperti Faisal yang (lagi) selalu meluap-luap usai melakukan easy lay-up dan mendapatkan foul, hasil operan fantastis (no-look pass) dari Mario Wuysang seusai pass keren sebelumnya kepada Hartman.

Gw rasa mental Singapore Slingers akan langsung terjun bebas bak air terjun dan pecah di bawah! Saat itu seharusnya menjadi momentum titik balik Satria Muda Britama Jakarta saat melawan Singapore Slingers pada game pertama dari best of three final four ABL sore tadi. Sayang, Satria Muda tidak berhasil memanfaatkannya. Satria Muda harus mengakui keunggulan Slingers 87 – 68.

Bagaimanapun, permainan Satria Muda sangat hebat. Good luck for the next game guys! :)

Cara Jitu Agar IBL 2010 Jadi Ramai!

Saat mengetahui IBL 2009 lalu tanpa sponsor dan berjalan sepi, banyak keluhan yang gw dengar. Banyak curahan hati. Mulai dari penonton, fans, polisi penjaga keamanan, penjual makanan, calo, pemain IBL, bahkan manajer-manajer klub IBL pun berkeluh kesah. Inti curahan hati mereka satu, IBL sepi penonton. Namanya juga keluhan, isinya adalah kekecewaan.

Tahun 2010, IBL dipegang oleh promotor baru, DBL. Timbul banyak harapan-harapan segar. Kekecewaan atas promotor lama kini berganti harapan atas promotor baru. Semua orang berharap dan menunggu apa yang akan dilakukan oleh promotor baru ini untuk membuat IBL menjadi lebih ramai. Semua orang memiliki ekspetasi besar.

Bagi gw, kekecewaan atas promotor lama serta harapan kepada promotor baru rasanya beda-beda tipis. Saat kecewa terhadap promotor yang lama, orang-orang mengeluh tanpa membantu menjadikan suasana menjadi lebih baik. Sekarang pun tidak jauh berbeda, semua orang menggantungkan harapan kepada DBL sebagai promotor baru sembari (mungkin) kebingungan bisa berkontribusi apa agar IBL 2010 menjadi lebih semarak.

Kenapa gw santai-santai saja. Karena buat gw, ada satu cara paling efektif untuk membuat IBL 2010 menjadi sangat ramai, siapapun penyelenggara atau promotornya. Saat IBL 2010 nanti akhirnya digelar, datang dan tonton langsung di stadion. Titik. Hehee.. :)

Resmi Sudah! DBL Kelola IBL 2010

Liga basket profesional tanah air, Indonesian Basketball League (IBL), mulai 2010 ini bakal dikelola oleh PT DBL Indonesia, penyelenggara kompetisi basket pelajar terbesar, Development Basketball League (DBL). Kepastian itu kemarin (28/1) disampaikan setelah pertemuan dengan PB Perbasi di Jakarta.

Kabar tentang pengelolaan IBL oleh DBL ini sebenarnya sudah lama menjadi bahan pembicaraan di kalangan basket tanah air. Pekan lalu, Ketua Umum PB Perbasi Noviantika Nasution sudah mengungkapkan bahwa keputusan itu hanya tinggal menunggu ketok palu.

Kemarin, pertemuan diselenggarakan antara PT DBL Indonesia dan PB Perbasi. Azrul Ananda, direktur DBL Indonesia, datang bersama Masany Audri (general manager), bertemu dengan Setia Dharma Majid (wakil ketua umum PB Perbasi), Dahlan Muhammad (sekjen), serta beberapa anggota lain.

“Pertemuan tadi (kemarin) untuk menyamakan persepsi dalam membangun IBL ke depan. Sebab, kami ingin promotor paham dengan kondisi IBL yang sesungguhnya. Kami tidak ingin menjerumuskan promotor,” ungkap Setia Dharma Majid.

Setia Dharma menambahkan, dari pertemuan itu, baik pihak PB Perbasi maupun DBL Indonesia sama-sama sepakat bahwa IBL harus dikelola dari titik awal lagi, tanpa mencoba berpikir terlalu muluk. Bersama Azrul Ananda, Setia Dharma menyebutkan bahwa IBL harus dikembangkan sambil “menjejak bumi.”

“Basket Indonesia membutuhkan orang-orang muda seperti mereka (DBL). Visioner, tapi mau memahami keadaan dan paham dalam menghadapi keadaan tersebut. Visi mereka sejalan dengan apa yang kami inginkan,” lanjutnya.

Azrul Ananda mengaku pertemuan kemarin memang banyak membahas masalah-masalah fundamental IBL. “Ini tantangan terbesar kami. Sekarang harus kerja keras bersama klub-klub IBL dan PB Perbasi untuk membangkitkan lagi liga tertinggi basket Indonesia,” ucapnya.

Masih belum disampaikan rencana konkret penyelenggaraan IBL. Hanya ditegaskan, bahwa kompetisi tahun ini akan dimulai pada akhir September mendatang. “Rencana dan jadwal penyelenggaraan sudah dibicarakan. Nanti, kalau waktunya tepat, akan kami sampaikan,” ujar Azrul.

Dahlan Muhammad menegaskan bahwa penjelasan lebih detail akan disampaikan dalam waktu dekat. “Jika sebelumnya mereka (DBL) dikatakan 99 persen mengelola IBL, kali ini kami mengatakan bahwa mereka 100 persen menjadi promotor IBL. Ini hanya masalah formalitas saja. Yang jelas, visi kami dengan mereka sejalan dalam membangun IBL yang lebih profesional dan kompetitif,” katanya.

Kabar kepastian ini disambut gembira oleh Dewan Komisaris IBL (klub-klub). “Terus terang, kami sangat gembira dengan masuknya DBL sebagai pengelola IBL. Mengapa? Yang pertama, karena IBL akan tetap berjalan. Kedua, pengelolanya datang dari orang yang mencintai basket dan memiliki pengalaman,” komentar Bella Erwin Harahap, ketua Dewan Komisaris IBL.

“Yang lebih penting lagi, DBL memenuhi lima poin yang kami inginkan. Yaitu infrastruktur yang memadai, cukup SDM, kuat dalam media, cukup finansial, dan memiliki jaringan kuat di lingkungan basket,” tambah pria yang akrab dipanggil dengan sebutan Ade Bella tersebut.

(Terima kasih teman-teman DBL untuk info ini)

Tips Untuk Fans Agar Dicintai Pemain IBL :)

Fans mana yang tidak ingin dicintai oleh idolanya? Mendapat senyum dari sang idola membuat perasaan berbunga-bunga bertahan tiga hari di dalam hati. Mau dicintai pemain IBL idola? Ikuti langkah-langkah berikut ini.

1. Nonton pertandingan IBL langsung

Dengan membeli tiket resmi tentunya. Ini adalah cara pertama, terbaik, dan tertinggi untuk mendapat cinta pemain IBL. Karena pemain IBL akan merasa dihargai, didukung, dan dicintai. Kehadiran langsung kita di stadion atau GOR adalah tambahan cadangan energi bagi pemain IBL idola kita.

2. Suportif

Beri dukungan yang positif baik saat sebelum bertanding maupun ketika tengah berlangsungnya pertandingan. Saat mendapat dukungan kita, kemenangan hanyalah hasil. Hal terindah adalah mengetahui bahwa usaha pemain IBL bermain adalah dedikasi penuh cinta untuk fansnya. Ini indah sekali!

3. Apresiatif

Saat kemenangan diraih, ucapkan selamat. Ketika kekalahan mendera tim dan pemain favorit setidaknya ucapkan “Mainnya keren kak, game selanjutnya kita pasti menang kalau kakak mainnya kayak tadi.” jangan lupa sambil senyum yaa.

4. Jangan lebay

Ini agak sulit. Karena gw sadar, sebenarnya lebay ini agak susah dikontrol. Terutama untuk cewek. Jadi kalau mau minta tanda tangan, foto bareng, nomor HP, alamat e-mail, facebook, twitter, dan lain-lain, mintalah dengan tenang dan sopan. Para pemain IBL cinta dengan fans yang dewasa :)

5. Jadikan sumber inspirasi

Cara ini mungkin tidak terlihat oleh para pemain IBL. Namun cukup penting. Jadikan para pemain IBL sebagai model atau sumber inspirasi untuk meraih cita-cita. Pemain IBL bisa sampai pada posisinya sekarang karena kerja keras dan kemauan yang kuat. Patut dicontoh.

Truly loving another means letting go of all expectations. It means full acceptance, even celebration of another’s personhood. Yup, berikan dukungan sepenuh hati kepada pemain IBL idola. Tak perlu berharap banyak. Karena jika kita mendukung mereka, gw yakin mereka akan memberikan yang terbaik.

Catatan untuk pemain IBL: Hargai fans. Jangan belagu. Beberapa fans mungkin terlihat menyebalkan. Percayalah, nggak ada niat untuk jadi fans yang menyebalkan. Fans dan pemain IBL itu saling membutuhkan. Jadi bersabarlah dalam menghadapi fans. Karena fans engkau ada, sadar atau tidak sadar, suka atau tidak suka.

Tips Untuk Pemain IBL Agar Dicintai Fans :P

Ini sih tips suka-sukanya gw aja sebagai fans yang butuh perhatian :)

1. Main basket sekuat tenaga dan hati.

Yup, kita para fans menginginkan satu hal yaitu kemenangan. Kalaupun kalah, fans adalah penonton cerdas yang mengetahui, mana pemain yang berusaha sekuat tenaga dan bermain pakai hati.

2. Tegur Sapa

Ketika memasuki lapangan untuk bertanding maupun keluar lapangan usai berlaga, sapa dan tegur fans yang ada. Karena tak jarang, fans itu pemalu. Ketika pemain menegur fans duluan, rasanya selangiittt!!! Dan fans semakin cinta dengan pemain idola.

3. Berikan salam atau lambaian

Saat pemain dikenalkan oleh pembawa acara, jangan hanya berlari masuk lapangan. Lambaikan tangan ke arah fans. Aksi Kelly dengan mengangkat tulisan “Garuda” di dadanya saat melawan Satria Muda pada final tahun 2008 membuat ia tak bisa dilupakan oleh publik Bandung walau kini ia main untuk Pelita Jaya Jakarta.

4. Ucapkan terima kasih

Tidak perlu mengambil pengeras suara dari tangan pembawa acara untuk mengucapkan dengan keras “terima kasih atas dukungannya.” Cukup “terima kasih” kepada setiap fans. Tentunya dengan senyum yang ikhlas. (eh tapi mengucapkan dengan pengeras suara terdengar sebagai ide bagus juga..hehe)

5. Keep in touch

Di tengah pengaruh jejaring sosial media dunia maya saat ini, fans bisa berinteraksi kapan saja melalui berbagai jenis messenger, facebook, twitter, dan lain-lain. Layani para fans dengan sabar. Ini memang melelahkan. Tapi luangkanlah sesekali waktu untuk ngobrol online dengan fans. Hasilnya sangat berharga dan tak ternilai.

You don’t know what you got ’till it’s gone. Yup, fans itu adalah karunia. Bersyukurlah para pemain IBL memiliki fans. Bandingkan dengan atlet pingpong, angkat besi, gulat, anggar, dan olahraga setengah populer lainnya. Walau mereka berprestasi tingkat dunia, tak banyak yang mengenal mereka. Kalian sangat beruntung dengan karunia ini.

Catatan untuk fans:

Ingat, idola kita adalah manusia juga yang bisa jenuh, bosan, bad mood, dan perasaan nggak enak lainnya. Jadi, kalau mau ngobrol atau kasih komentar, silahkan dipikir-pikir dulu agar hubungan fans-pemain tetap romantis.

It’s All About Fans

“Pertandingan ini sangat berkesan, saya senang karena tim meraih kemenangan dan sedih karena ini partai terakhir saya dengan Persib, sangat sedih,” Suchao Nutnum (via Kompas).

Tak kurang dari satu hari ini, gw menyaksikan dua kisah cinta antara fans dan atlet idolanya. Romantisismenya tak kalah dari film “New York I Love You” yang baru gw tonton tadi malam.

Kisah pertama, adalah perpisahan pemain nasional Thailand yang bermain untuk Persib Bandung, Suchao Nutnum. Usai laga yang berakhir kemenangan itu, pendukung Persib berhamburan menuju lapangan ke arah Suchao. Banyak di antara mereka membawa bunga. Indah banget. Gw terharu. “Terima kasih Suchao” ungkap ribuan bobotoh Persib yang memadati stadion Si Jalak Harupat.

(Foto AP)

Kisah kedua, kesedihan mendalam warga Paraguay karena Salvador Cabanas, ujung tombak tim nasional mereka yang akan berlaga di Piala Dunia dalam kondisi kritis karena tertembak di bagian kepala. Banyak fans bersedih menangis atas peristiwa yang menimpa Cabanas.

Adakah reputasi dan karisma Suchao dan Cabanas juga menjadi milik para pemain IBL 2010 nantinya dan seterusnya? Amiiiiinnnnnnnnnnnn :)

Satria Muda Britama Jakarta Hadapi Singapore Slingers di Final Four ABL

Sistem pertandingan adalah the best of three. Tim yang mampu mengalahkan tim lawan dua kali akan lolos ke babak selanjutnya. Klasemen akhir yang menempatkan Singapore Slingers pada posisi kedua memberikan keuntungan tuan rumah atas Satria Muda yang menempati posisi ketiga klasemen akhir babak penyisihan.

(Foto dari Red Hoops)

Gw agak jarang mengikuti perkembangan ABL. Walau tak bisa dijadikan acuan, rekam perjalanan tiga kali pertandingan antara Satria Muda melawan Slingers selama babak penyisihan harus menjadi bahan renungan bagi tim Satria Muda jika ingin menjadi tim pertama yang menjuarai ASEAN Basketball League ini.

GO Satria Muda!!!

Satria Muda vs Slingers di penyisihan ABL.

Minggu, 1 November 2009, Slingers 96 – Satria Muda 62.
Sabtu, 14 November 2009, Slingers 61 – Satria Muda 59.
Sabtu, 12 Desember 2009, Satria Muda 67 – Slingers 58.

Bonek, Fanatisme Berlebihan (Polisi yang Lemah)

Jikalau IBL memiliki fans dengan jiwa fanatisme sebesar fanatisme Bonek kepada Persebaya Surabaya. Industri basket Indonesia pasti maju pesat.

Cukup fanatismenya saja. Gak perlu berlebihan. Karena gw yakin, anak-anak basket, dan pecinta basket tidak memiliki mental merusak, brutal, dan vandalisme seperti Bonek (dan beberapa pecinta tim sepak bola lainnya). Pengalaman gw menyatakan, fans basket sedikit lebih santun. Gw katakan sedikit lebih santun karena gw pun pernah menyaksikan perkelahian antar suporter basket. Ironis dan parahnya, itu terjadi pada liga bola basket mahasiswa a.k.a. Libama.

Gw kesal pada polisi

Mereka tahu Bonek akan menyerbu Bandung. Mereka tahu Bonek sudah ada di Si Jalak Harupat sejak pagi dan memaksa masuk tanpa tiket. Mereka tahu Bonek pasti akan diserbu di Stasiun Solo. Mereka tahu pasti akan ada kerusakan. Dan mereka tahu kalau mereka nggak tahu bagaimana cara mengantisipasi semua itu.

Ketika PT Persib memperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah pasca laga Persib vs Persebaya, semua orang nyalahin Bonek. Ketika 90% kaca kereta api yang membawa Bonek ke Surabaya pecah dilempari orang Solo yang kesal pada ulah Bonek sebelumnya, Bonek yang disalahkan. Nggak ada yang nyalahin polisi yang seharusnya bertugas mengamankan suasana. Polisi ngapain aja??? Polisi takut sama Bonek???

Semua orang takut pada Bonek! Bonek begitu istimewa. Dipersilahkan menyaksikan laga seru tanpa harus membeli tiket. Disediakan mobil angkut GRATIS entah oleh siapa. PT Keretapi rela gerbong kereta apinya hancur demi mengangkut Bonek yang nggak modal buat balik ke Surabaya. Kereta api punya Bonek?

Gw salut sama Bonek mampu seperti itu. Polisi saja tidak mampu berbuat apa-apa. Tapi semoga Bonek juga sadar, apa yang mereka lakukan merugikan banyak pihak bahkan bangsa ini! Polisi, ayo bekerja!!!

IBL 2010, Tim-tim IBL Harus Berdandan

Kompetisi IBL 2010 yang kemungkinan besar akan berlangsung pada bulan September nanti adalah sebuah ajang yang sangat dinanti-nanti. Ketika semuanya begitu dinanti, kita semua tentu berharap agar ketika waktunya tiba, kita mendapati semuanya penuh kejutan. Kejutan yang menyenangkan tentunya :)

Kualitas permainan setiap tim sudah pasti harus ditingkatkan, hubungan antara pemain, tim, dan fans kudu lebih dieratkan. Satu hal juga yang tak kalah penting adalah penampilan. Setiap tim-tim IBL harus berdandan! Mempercantik diri agar tampil lebih menarik.

Hal yang menjadi perhatian gw adalah logo tim dan jersey. Sejauh ini, gw merasa ada empat tim dengan logo atau lambang yang keren; Satria Muda Britama Jakarta, Aspac Jakarta, Pelita Jaya Esia Jakarta, dan CLS Knights Surabaya. Sisanya, sebaiknya dirombak.

Begitu pula jersey tanding. Gw fans berat Garuda Flexi Bandung. Namun desain jersey pada saat Turnamen IBL 2009 lalu sangatlah parah. Jersey Garuda yang berwarna putih dan biru dengan logo WFP di dada saat menjuarai Turnamen IBL 2008 is the best! selanjutnya pujian juga untuk jersey CLS Knights Surabaya yang berwarna hitam dan emas serta jersey Satria Muda pada ajang ABL sangatlah berkelas.

Jadi, untuk IBL 2010, mari jadikan penampilan menjadi hal yang juga tak kalah penting :D

PS: Bandingkan logo Satria Muda dan Garuda di atas. Obyektif, mana yang lebih keren?

IBL 2010, Mari Membalik Sudut Pandang

Pada tahun 1990, pada pertandingan sepak bola antara dua tim Kroasia, Dinamo Zagreb melawan Red Star Belgrade terjadi kerusuhan antar suporter. Saat itu, seorang polisi terlihat berlebihan dalam menangani seorang suporter Dinamo Zagreb. Kapten Dinamo Zagreb lari menghampiri si polisi dan menghajar polisi tersebut! Plak!!

Atlet adalah bintang, dan fans adalah pemuja bintang. Seringkali kita mendengar selebriti berkata-kata basi bin klise di layar kaca “Saya tidak ada apa-apanya tanpa dukungan dari fans setia.” Tapi semakin lama, kalimat tersebut semakin kehilangan makna karena terlalu sering diucapkan. Beberapa selebriti termasuk selebriti olahraga hanya mempedulikan dirinya dan karirnya. Berapa banyak selebriti yang benar-benar memuja fans-nya? Bukan sebaliknya.

Mendiang Robert Nesta Marley atau yang lebih dikenal sebagai Bob Marley selama masa hidupnya menjadi seorang bintang reggae (setahu gw) nggak pernah mengeluarkan kalimat klise betapa pentingnya fans bagi dirinya. Bob melampaui jauh pepesan kosong tersebut. Hampir setiap hari Bob Marley mengundang fans-fansnya yang kebanyakan orang miskin di Jamaika untuk makan siang di rumahnya. Rita, istri Bob Marley yang memasak. setiap waktu makan siang, rumah Bob Marley selalu ramai dikunjungi fans yang kelaparan. Hasilnya, Bob Marley adalah pahlawan dan legenda bagi Jamaika dan dunia.

Cukup dua analogi itu saja. Menghadapi musim IBL 2010 yang kemungkinan akan berlangsung pada bulan September, adakah tim-tim IBL yang berpikir “Inilah saatnya kita memuja fans kita!”

Sebelum Tidur, Gw Makan Ini Dulu: Master of The Game-nya Sidney Sheldon

Ini adalah penutup hari gw sehari-hari selama seminggu terakhir. Belum selesai sih bacanya, baru setengah, tapi nggak sabar untuk membagi pengalaman cerita betapa serunya cerita di dalam novel ini.

Kisah persahabatan dua ras yang dulu bermusuhan di dalamnya mengingatkan gw pada “To Kill A Mockingbird”-nya Harper Lee. Alur ceritanya yang bikin penasaran seperti membaca karya-karya Dan Brown.

Ada kisah tentang ambisi, kesabaran, pantang menyerah, kecerdasan, bahkan kelicikan di dalamnya. Hey, bukankah main basket kurang lebih seperti itu pula?