Kemarin, bersamaan dengan kampanye Pak SBY di Gelora Bung Karno (GBK), tepat di gedung sebelahnya, FX, teman gw Pandji Pragiwaksono meluncurkan album rap keduanya yang bertitel “You’ll Never Know When Someone Comes In And Press Play On Your Paused Life”. Judul yang cukup panjang untuk dihafalkan buat seseorang yang tidak suka menghafal seperti gw..hehee.
Acara peluncuran album dimulai jam 3 sore dan gw tiba di FX jam 4, yap terlambat 1 jam. Jika saja gw tahu Pak SBY dan teman-temannya mau kumpul-kumpul di GBK, mungkin gw akan cabut dari Bandung lebih awal (sayang gw lg nggak begitu update sama berita politik kita.).
Pandji membawakan beberapa lagu di album barunya bersama beberapa teman (featuring artist) musisi pendukungnya; ada Tompi, J Flo, Tabib Q, salah seorang personil RAN (lupa gw namanya), dll.
Sulit membagi porsi jumlah waktu mana yang lebih banyak antara penampilan Pandji dan “ceramah” yang ia berikan di sela-sela jeda antar lagu. Tetapi menurut gw, ceramah Pandji di sela-sela jeda setiap lagunya sangat-sangat berisi. Jauh lebih berisi daripada slogan “anti neo-lib”-nya Ibu Mega yang saru (Hehee..peace Mega-Bowo!)

Pada peluncuran album kedua ini, Pandji sangat menaruh perhatian kepada penghargaan hasil kreatifitas seseorang. Pandji beberapa kali mengulang cerita bagaimana seorang temannya (yang enggan ia sebutkan namanya atau mungkin juga fiktif belaka) yang mengetahui proses kreasi dan proses produksi albumnya dengan mudah mengatakan “bagi lagu-lagu lu dong Ndji..”
“Dia tahu bagaimana susahnya gue bikin album ini dan dia dengan mudah bilang begitu. Jika dia bilang gue pelit, seharusnya dia berkaca, dialah yang pelit.” Pandji menuding, sikap kurang menghargai hasil karya orang lain akan menjadi salah satu penyebab mandegnya industri kreatif. Jika setiap orang menghargai proses perjuangan di balik lahirnya sebuah karya, pembajakan terhadap karya seni, ilmiah, dan teknologi, tidak akan sesemarak yang tengah terjadi! (Amen brother. I really thought SBY and his friends and colleagues were supposed to be there listening to your speech.)
Sebagai informasi, setengah dari hasil penjualan album Pandji disumbangkan untuk anak-anak penderita kanker lewat Community for Children with Cancer (C3).
wah album kedua yah
judul albumnya puitis juga tuh
Oleh: nurrahman18 on Juli 6, 2009
at 6:41 am
YUP !! That’s true ..
Hari yg indah buat gue sudah dimulai sejak pagi td, Gimana enggak? Pasalnya gue ditugasin sama Chief Editor Majalah SLAM Indonesia buat nge’wawancara one of my good friend in Bdg, temen curhat, inspirasi gue dan penyiar radio favorite gue. GOD is Great !!
Yoii man, td pagi [Selasa, 14/07] gue bis ngobrol2 sama Pandji di sebuah kedai kopi di bilangan Sarinah Thamrin. Saat itu Pandji terlihat sangat sibuk. Beneran !! Beres siaran, Pandji langsung gue todong buat sesi pemotretan halaman Celeb Raport bareng Steni Agustaf. Beres itu doi langsung ngajak ngopi. Pagi indah buat gue, karena gue bisa duduk bareng, bercanda dan foto bareng plus dikasih CD album terbarunya berikut tanda tangannya sama salah satu Mc, host dan penyiar kondang [sementara orang cuma bisa liat dan bergunjing] hehehe .. Ngk adil? Hmmm, kata siapa .. Doi juga sempet berbagi cerita serta pelajaran ttg kehidupan yg bagus dan berguna banget buat kita semua ..
WORD !! U’re da man brother ..
So, mo tau lebih jelas apa yang Pandji ceritakan ttg kehidupan, pesan moral dan cita-citanya di album ke-duanya ini, simak aja di “What’s Crackin’?? with Pandji Pragiwaksono on SLAM Indonesia edisi Agustus 2009″ .. Piss !! :)
Regards,
insane
Oleh: insane on Juli 14, 2009
at 1:23 pm