Pertahanan Sangat Buruk, Garuda Flexi Bandung Hampir Dipecundangi Pelita Jaya Jakarta (Hari ke 4, IBL Putaran II Seri 5 Surabaya)

Garuda Pelita Jaya

Sangat jelas, pelatih Raoul Miguel harus memperbaiki teknik maupun kepaduan tim Garuda Flexi Bandung dalam bertahan.

Hingga satu menit terakhir pertandingan yang baru saja usai antara Garuda Flexi Bandung melawan Pelita Jaya Jakarta dalam lanjutan kompetisi IBL Putaran II Seri 5, Pelita Jaya masih unggul 1 angka. Hanya kesalahan di satu menit terakhir yang membuat tim asuhan Rastafari akhirnya menyerah 76-72.

Sekali lagi, Garuda Flexi Bandung jelas sangat-sangat harus membenahi sistem pertahanannya!

Join Main Basket Group in Facebook!

Facebook Mainbasket

Gw punya rencana ingin main basket bersama semua pengunjung blog Main Basket ini. Selain main basket, rencananya gw juga akan mengundang teman-teman atau individu-individu yang buat gw mampu dan memang berpotensi menjadi contoh, inspirasi dan panutan bagi teman-teman yang lain.

Teman-teman yang berpotensi ini nantinya selain akan main basket bareng kita, juga akan membagi pengalamannya dalam mencapai prestasi-prestasi yang diraihnya.

Untuk mendapatkan undangan dan ajakan dan update-update lainnya, teman-teman bisa gabung di Main Basket Group Facebook. Gabung yak!

Gabung di Group Main Basket Facebook di sini

Garuda Flexi Bandung Memberi Pelajaran Angsapura Evalube Medan (Hari ke 2, IBL Putaran II Seri 5 Surabaya)

Resize Assistant-1

Semua tim harus berupaya tampil jauh lebih baik jika ingin kompetisi IBL semakin menarik untuk ditonton. Kemenangan mudah Garuda Flexi Bandung atas Angsapura Evalube Medan 92-56 sebenarnya sangat mengkhawatirkan gw.

Gw khawatir ketika tim-tim yang saat ini berada di “bawah kelas” Garuda dan SM ketika akan bertanding duluan jiper dan membentuk opini terlebih dahulu di benak para penggemarnya, “yah, kalau tim A atau B lawan Garuda atau SM pasti akan kalah laahhh.” Ini nggak baik.

Ini pun kurang baik terhadap mental pemenang. Simak pernyataan bang Simon Pasaribu, Manajer Garuda Flexi Bandung, yang gw sadur dari Kompas hari ini “Mereka agak menganggap enteng lawan. Saya tidak mengkritik gaya menyerang mereka, tetapi pertahanan mereka yang betul-betul tidak jalan.”

Tidak jarang, mental kalah sebelum bertanding dan atau terlalu meremehkan lawan berbuah hasil yang sama: kekalahan!

(Foto oleh Ino Afiar. Bukan pertandingan kemarin)

SLAM Indonesia Edisi Juni 2009 “LeBron Vs Kobe, Final Ideal”

LA Lakers baru saja memastikan tempat di final NBA 2009 setelah mengalahkan Denver Nuggets 119-92 di final wilayah barat. LeBron James masih harus berupaya keras mengejar ketertinggalan dari Orlando Magic yang memberi kejutan yang menyakitkan hati para penggemar Cleveland Cavaliers di seluruh dunia yang sempat menyangka bahwa King James akan melenggang mudah ke final.

Baca juga cerita-cerita lain seputar NBA dan IBL. Buat penggemar jagoan three point Satria Muda BritAma, Amin Prihantono, simak kisah eksklusifnya di SLAM Indonesia Edisi Juni ini!

Resize Assistant-1

Mungkinkah?

mathew_scott_01

Mungkinkah ada orang-orang yang masih dan selalu main basket seumur hidupnya, padahal sebenarnya dia tidak cinta sama sekali pada permainan basket itu sendiri? Setiap hari bermain basket padahal cintanya kepada bulu tangkis? Ia bermain basket karena terpaksa. Ada gak ya? Mungkin gak ya?

Scoring Board IBL Menyedihkan

Score Board

Beberapa waktu lalu saat kompetisi IBL Putaran 2 seri 4 dilaksanakan di Hall Basket Gelora Bung Karno Senayan (6-10/05) ada sesuatu yang cukup memprihatinkan mata gue sebagai penikmat dan pencinta olahraga bola basket tanah air. Apa itu??

Scoring Board!!

IBL, yang notabene merupakan liga bola basket profesional tertinggi di Indonesia saat ini ternyata masih belum terlihat dan dikatakan professional! Hal itu terlihat jelas dari scoring board yang terkesan asal dan kurang mendapat perhatian. Lakban bening yang menempel tidak karuan di mana-mana seakan berbicara, “Ah, buat sementara ini”.

Padahal kalo dipikir, hampir setiap moment yang terjadi dan dihasilkan pada setiap pertandingan bola basket, penonton selalu (secara sadar atau tidak sadar) antusias melihat ke papan skor yang terletak tidak jauh dari pintu masuk. Bayangkan mulai dari ingin mengetahui skor pertandingan, mau tahu jumlah foul yang dihasilkan pemain dan waktu yang tersisa pada setiap pertandingan. Itu semua memang hanya dapat kita lihat pada papan skor elektronik ukuran 2.4 x 1.2 m.

So, sudah seharusnya pihak panitia berpikir kalo score board itu bukan sebuah alat bantu atau pemanis saja tapi itu merupakan elemen penting dalam sebuah pertandingan.

Lihat saja sistem scoring board di PBL bahkan NBA! Memang jauh sih kalau kita membandingkan dengan liga di Indonesia yang saat ini sedang kesulitan dana. Tapi mau sampai kapan liga bola basket Indonesia seperti ini, C’MON INDONESIAN BASKETBALL! WAKE UP! Bedanyanya negara lain dengan kita adalah mereka benar-benar menciptakan citra bahwa scoring board adalah salah satu elemen penting sebuah kejuaraan bola basket yang bertaraf profesional.

Kalo memang anda berpikir saya cuma membual dan mencari-cari kesalahan pihak panitia. Ini saya coba lampirkan foto scoring board IBL yang saya abadikan pada saat menyaksikan tim favorit saya Garuda Flexi Bandung saat menang atas Citra Satria Jakarta, 80-54.

Salam Olahraga!

(Tulisan ini adalah kiriman dari salah seorang sobat gw yang sangat peduli dengan dunia basket Indonesia: B.R.A. (Ballers Respect Association), Bandung.)

Kadang Gw Lupa

7731721a9575b2f459aa054ff15c6cdda78c88b6_m

Bahwa ujung dari sebuah keinginan, impian, atau cita-cita ada dua, yaitu berhasil atau gagal. Tertawa atau menangis. Menang atau kalah. Menyentuh langit atau terjerembap kembali ke bumi. Buku-buku seperti The Secret, 7 Habits for Highly Effective People, dan lain-lain mengajarkan gw bagaimana menggapai cita-cita dan harapan.

Jarang sekali yang membimbing gw untuk belajar menerima kejatuhan atau cara bangkit kembali. Padahal potensi kegagalan hampir sama besar dengan keberhasilan. Gw terlalu disemangati untuk meraih keberhasilan tapi tak pernah diajarkan menerima kegagalan. Gw pun baru menyadarinya beberapa hari ke belakang (setelah gw kembali terjatuh ketika tangan gw tinggal sejengkal lagi menyentuh langit.)

Gw bukan bermaksud mengendurkan optimisme. Kadar optimisme gw bukan lagi seperti hukum Pareto yang 80-20 tapi 50-1 (Inilah hukum Pareto baru gw). Tapi sekali lagi walau ia hanya 1, potensi itu tetap ada dan gw harus mempersiapkan diri untuk itu.

Gw pernah kalah dalam bertanding basket. Gw pernah gagal masuk universitas yang gw inginkan. Gw pernah gagal dalam bercinta. Gw pernah jatuh dari sepeda. Gw pernah patah tangan gara-gara main basket. Gw pernah hampir tenggelam di laut. Gw pernah tidak diterima kerja. Gw pernah gagal menepati janji. Gw pernah kalah saat main bola. Gw pernah terjerembap ke bumi. Terpelanting keras hingga kadang air mata membantu gw meringankan beban. Gw baru sadar bahwa semua peristiwa itu selalu mengingatkan gw untuk tidak lupa bahwa mata uang mempunyai dua sisi.

(Gambar dari sini)

Nuvo CLS Knights Main di Rumah Tanpa Coach Bong Lagi

n549213668_2206326_3552553

Besok Putaran II Seri 5 Kompetisi Reguler IBL akan mulai digelar di GOR Kertajaya Surabaya. Ada satu kabar menarik mengenai tim yang menjadi tuan rumah kali ini yaitu Nuvo CLS Knights. Kabar ini sebenarnya sudah gw dapatkan beberapa waktu yang lalu, namun masih bersifat simpang siur. Kini semuanya sudah jelas.

Menyusul performa yang buruk dari CLS Knights dalam beberapa pertandingan terakhir, Pelatih Kepala mereka, Geraldo Ramos atau yang akrab disapa Coach Bong akhirnya mengundurkan diri. Pengganti Coach Bong adalah Simon Wong yang sebelumnya menjadi asisten pelatih.

Tanggal 28 Mei hingga 2 Juni akan menjadi perjalanan awal CLS Knights tanpa Coach Bong. Sukses CLSK!

(Jadwal Pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) 2009)

(Foto Coach Bong kanan)

Spirit, Maskot Hidupnya Atlanta Hawks

42209_550_hawkmascot

Tanggal 23 April lalu, saat Atlanta Hawks menghadapi Miami Heat dalam lanjutan babak play off NBA, maskot hidup mereka lepas dan terbang di dalam stadion markas Hawks sebelum akhirnya bisa dijinakan oleh sang pawang. Spirit namanya, seekor burung elang (Jadi ingat Garuda Flexi Bandung).

Kepikiran ya punya maskot hidup kayak gitu. Tim IBL ada yang punya maskot gak yaa? Jangan Abas lagi, Abas lagi.. Gak lucu :(

(foto dari nba.com)

The Black Swan, The Impact of the Highly Improbable

41whNBCgGjL._SS500_

Setelah membaca buku ini, gw berpendapat bahwa Michael Jordan adalah salah satu contoh kasus Black Swan.

Ini adalah salah satu buku yang kayaknya sedikit merubah cara pandang gw dalam melihat dunia. Awalnya gw membaca resensi buku ini di harian Kompas lalu kemudian tertarik untuk membeli dan membacanya.

Satu hal yang membuat gw tertawa adalah, dalam resensinya, Kompas mengatakan buku ini cukup ringan dan mudah dicerna. Kenyataannya, ini adalah salah satu buku yang paling bikin gw pusing. Gw baca dari awal sampai akhir dengan pemahaman yang hampir kosong. Hanya kelebatan-kelebatan makna yang mampu gw tangkap.

Black Swan adalah istilah yang digunakan Nassim (penulis) untuk menggambarkan sebuah peristiwa atau fenomena dengan ciri-ciri sebagai berikut;

1. Sangat jarang terjadi atau sebuah kejutan.
2. Kejadian tersebut memiliki efek yang kuat atau hebat.
3. Kejadian tersebut sulit diramalkan, namun setelah terjadi kita seolah dengan mudah menganalisa mengapa kejadian tersebut bisa terjadi.

Isi bukunya melulu tentang matematika (pelajaran yang gw tidak sukai saat SMA) dan pandangan filosofis para filosof dunia. Tidak banyak yang gw tangkap dari buku ini melainkan beberapa hal yang bahkan mungkin melenceng dari maksud yang ingin disampaikan; pertama, tidak ada yang pasti di dunia ini. Kedua, alih-alih mengeluh ketika menghadapi masalah, kita seharusnya bersyukur masih bisa hidup karena hidup adalah karunia terbesar. Ketiga, bersiaplah, karena kejutan bisa terjadi kapan saja dalam hidupmu dan kehidupan secara keseluruhan.

42209_550_atlmia

Jadi ingat Dwayne Wade, pemain Miami Heat, ia adalah salah seorang pemain yang oleh teman dan keluarganya dianggap sebagai pemain yang biasa-biasa saja. Namun Dwayne Wade ternyata seorang pemain luar biasa! Dwayne Wade adalah contoh kasus Black Swan (menurut gw..hahahaaa).

Bingung? Baca sendiri deh..