Siapakah Pemain NBA yang Akan Datang ke Surabaya? (NBA Madness, Surabaya 4-28 Juni)

Standar

Logo NBA Madness

“Kami belum boleh menyebutkan dulu. Tapi kami ingin memberi sedikit bocoran. Pemain yang datang nanti adalah bintang di timnya. Tingginya 206 cm, dan dia punya pencapaian hebat di musim reguler 2008-2009 yang baru berakhir. Kalau yang maskot, dia jago akrobat dan bisa nge-dunk,” demikian kata Azrul Ananda, wakil direktur Jawa Pos.

NBA Madness, tinggal menghitung hari untuk kehadiran pertamanya di Indonesia 4-28 Juni nanti.

Uugghhh..semakin penasaran dan gak sabar! :P

NBA Madness Presented by Jawa Pos

(Foto salah satu aksi maskot NBA pada NBA Madness di Filipina)

Kisah Terry Fox (Mantan Pemain Basket yang Pantang Menyerah)

Standar

terry_fox_running

Tulisan ini gw ambil dari halaman paling belakang koran Kompas hari ini. Sangat-sangat inspiratif dan patut menjadi teladan.

Terry Fox adalah seorang mahasiswa kelahiran Winnipeg, Manitoba-Kanada, 28 Juli 1958. Seperti anak muda lain, Terry Fox sejak muda amat menyukai olahraga basket. Kesukaannya itu diteruskan ketika diterima sebagai mahasiswa tahun pertama jurusan kinesiologi di Universitas Simon Fraser di Vancouver, Kanada. Di universitas itu, ia juga diterima sebagai anggota tim bola basket.

Namun, kesukaan bermain basket ini tidak bisa dipertahankan karena ia sering merasakan kesakitan yang amat sangat pada kaki kanannya. Dari pemeriksaan dokter diketahui, Terry yang baru berumur 18 tahun itu mengidap kanker tulang. Akibatnya, kaki kanan Terry harus diamputasi sekitar enam inci (sekitar 15 cm) di atas lutut. Pada saat itu, dunia kedokteran belum menemukan cara lain untuk pengobatan kanker, selain diamputasi. Saat diamputasi, Terry sempat kehilangan semangat hidup.

Beruntung, keluarga tak henti memberi semangat untuk hidup. Selain itu, Terry menyadari betapa dukungan masyarakat umum untuk penelitian kanker masih kurang. Dari permenungan itulah, Terry mendapatkan ide untuk melakukan aktivitas maraton pengharapan dengan melintasi Kanada sejauh 5.000 mil.

Meski sempat ditentang banyak orang, termasuk ibunya—Betty Fox—Terry tetap mewujudkan keinginannya. Marathon of Hope pun dimulai pada 12 April 1980 dari St John, Newfoundland.

Dengan menggunakan kaki kanan palsu, Terry Fox berlari tertatih-tatih melintasi jalan-jalan di Kanada. Meski semula banyak orang tak menghiraukan aktivitas Terry, lama-kelamaan perjuangan ini menarik perhatian. Bagai gelombang, antusiasme masyarakat makin lama makin besar.

Meski Terry pantang menyerah, penyakit kanker agaknya lebih cepat dan lebih ganas menyerang. Tanggal 1 September 1980 adalah hari ke-143 Terry melakukan Marathon of Hope. Perjalanan pun sudah ditempuh sejauh 5.373 km dan Terry sudah mencapai Thunder Bay, Ontario.

Saat itu Terry merasakan dadanya amat sakit. Ia lalu dilarikan ke rumah sakit. Ternyata kanker sudah menyerang paru- paru. Dokter meminta Terry menghentikan aktivitasnya. Keinginan Terry untuk melintasi Kanada sejauh 5.000 mil dan ingin merendam kaki palsu di Lautan Atlantik pun sirna. Pada tanggal 28 Juni 1981, Terry Fox meninggal pada usia 22 tahun.

Apa Kabar Andre Tiara?

Standar

Maafkan jika gw salah, seingat gw, Andre Tiara terkena cidera di otot paha saat melawan Satria Muda Britama Jakarta pada Putaran I Seri 1 di Jakarta lalu. Pernah sekali gw ngobrol dengan Coach Raoul, kabarnya Andre melakukan terapi penyembuhan di Manila dan kemungkinan bisa bermain bulan Mei ini.

n1414388860_30382205_4556

Benarkah? Apa kabar pemilik Garuda Flexi Bandung nomor punggung 16 ini?

(Foto by Ino Afiar)

Jangan Lakukan Ini Saat Main Basket (Juga Dalam Hidup)!

Standar

mengeluh-atau-gw-bom

Mengeluh.

Sejujurnya, gw tanpa sadar suka mengeluh. Namun gw sedang belajar menghilangkan kebiasaan buruk ini. Saat bermain basket, gw senang menembak. Beri gw sedikit ruang tembak, dan boom! pasti gw tembak. Sering masuk, namun tak jarang meleset. Saat bola masuk, gw akan sok cool dan kadang-kadang sedikit ekspresi girang keluar dari mulut gw. Masalahnya, tatkala bola tidak masuk ring, gw kadang suka mengeluh.

Mengeluh? Yup, dalam bentuk sumpah serapah atau kata-kata atau decakan bernada kesal. Ini adalah hal yang sedang belajar gw hilangkan dari diri gw. Kenapa gw harus mengeluh? Apakah dengan mengeluh bola yang sudah gw tembak tadi akan berbalik dan kembali masuk?

Kini, tak ada yang sangat mengganggu gw kecuali orang-orang yang bertingkah laku seolah dunia akan kiamat hanya karena sebuah angkot ngetem terlalu lama, antrian yang terlalu panjang, atau penundaan keberangkatan pesawat atau kereta api. Kita terkadang merasa kecewa dengan pelayanan sebuah rumah makan yang terlalu lama mengantarkan pesanan kita atau lupa menyajikan salah satu pesanan. Kita “sweat the small stuff” (apa ya Bahasa Indonesianya? Heheheee..)

Angkot yang ngetem terlalu lama, pasti karena angkotnya masih kosong. Kekesalan kita hanyalah ilusi, kita bisa bilang baik-baik kepada supirnya kalau kita buru-buru dan turun cari angkot lain jika supirnya tak mau tahu. Diam menggerutu tak akan merubah apa-apa. Mengungkapkan kekesalan dan mengeluh tidak menjadikan semuanya jadi lebih baik :)

Semoga kita jadi orang yang benci mengeluh :D

Gelang-gelang Dalam Hidup Gw (Gelang Power Balance)

Standar

_shaq_powerbalance

Beberapa hari yang lalu, seorang teman memberikan hadiah buat Gw, “Bro, Gw punya sesuatu nih buat lu.” Sebuah gelang hitam bertuliskan “Power Balance” dengan hologram berbentuk lingkaran di bagian tengahnya.

Gw langsung teringat satu hal, selama satu tahun terakhir ini Gw mendapatkan tiga buah gelang dengan tulisan yang berbeda-beda. Gelang pertama Gw dapatkan dari Pandji Pragiwaksono saat ia mengeluarkan album rap pertamanya tahun lalu. Pada gelang yang ada USB flashdisk 1 GB yang diberikan Pandji tertulis “Provocative Proactive Pandji”. Tulisan tersebut adalah judul album pertama Pandji sekaligus sebuah motivasi buat Gw untuk jadi orang yang “proaktif” :P

Gelang kedua Gw dapatkan sekitar dua bulan lalu dari KPK. Yak betul KPK yang itu, Komisi Pemberantasan Korupsi! Sebuah gelang karet merah dengan tulisan “Bangkit Lawan Korupsi!” Agak-agak malu Gw kalau membaca tulisan itu, karena korupsi itu ternyata banyak sekali jenisnya. Mulai dari yang kelas teri sampai paus raksasa! Dan butuh perjuangan buat melawan korupsi (I’ve got to admit it, because I think everybody could have committed corruption (like thing) at least once in their life..heheheee.)

Nah sekitar seminggu lalu, Insane (Richard) juga memberi Gw sebuah gelang (Gw perhatikan, Richard juga mengenakan gelang yang sama dengan yang dia berikan ke Gw). “Bro, gelang ini buat lu.”

Hahahaaa, another bracelet.” pikir Gw. Namun Insane buru-buru menyela dan menjelaskan bahwa itu adalah bukan gelang biasa. “Ini gelang Power Balance, bro.” Insane menjelaskan. Yup ini gelang Power Balance (karena memang ada tulisan ‘Power Balance‘ pada gelang tersebut..hehee) “Lu coba cari di internet deh tentang gelang ini.”

Besoknya Gw langsung cari di internet mengenai gelang tersebut. Walah (terperanjat juga Gw), gelang ini ternyata dipakai oleh para atlet top dunia! Awalnya oleh para surfer profesional, kemudian berkembang ke beberapa atlet di cabang olahraga lain termasuk basket.

Berikut salah satu info mengenai gelang Power Balance (yang membuat Gw geleng-geleng berpikir “ada ya gelang sehebat ini?!”): “Sebuah produk Performance Technology, Power Balance yang merupakan hologram, mengandung frekuensi natural dari alam yang dapat bereaksi secara positif dengan pusat energi tubuh. Power Balance kini banyak digunakan oleh para atlet maupun orang awam, karena dapat membantu stamina, menjaga keseimbangan, koordinasi, kelenturan/fleksibilitas, kekuatan, fokus, kosentrasi dan ketahanan tubuh secara menyeluruh.”

Hohoo. Beberapa hari kemudian Gw mendapat cerita lain lagi dari teman Gw kalau gelang yang Gw dapat dari Insane dipakai juga oleh Shaquile O’Neal dan Steve Nash, serta kabarnya juga dikenakan oleh Denny Sumargo. “Coba lu cari di Point Break atau toko surf keren deh, biasanya ada.” Gw hanya bisa senyam-senyum melihat gelang yang melingkar di tangan kiri gw. So this is something nih kayaknya!

_stevenash_powerbalance

Indonesian Basketball League Mulai Bergeliat Lagi :)

Standar

garuda-preparing

Setelah mencari-cari jadwal pertandingan Indonesian Basketball League Putaran II Seri 4 ke mana-mana dan tanpa hasil, akhirnya pagi tadi seorang teman mengirimkan jadwal tersebut via Facebook Gw (Ini jadwalnya).

Sempat beredar kabar bahwa Seri 4 ini akan kembali digelar di Bandung. Namun dengan keluarnya jadwal ini, terjawablah sudah. Seri 4, insyaAllah akan diadakan kembali di Hall A Senayan, Jakarta. Jadi tak sabar lagi menyaksikan laga lanjutan dari tim favorit Gw!

Satria Muda Britama Jakarta Tambah Pemain Asing!

Tenang, yang jelas ini bukan untuk kompetisi dalam negeri. Hal ini dilakukan SM untuk memperkuat skuadnya dalam menghadapi laga FIBA Asia Champions Cup pada 12-20 Mei 2009 di Britama Arena, Jakarta nanti.

Salah satu pemain yang sudah mulai berlatih adalah Brandon Cole yang berasal dari Amerika Serikat dan berposisi sebagai forward. SM juga telah resmi sebagai wakil Indonesia dalam Asean Basketball League (ABL) yang akan mulai pada akhir tahun 2009. Salut untuk Satria Muda!

n81503550_31171426_1636

British Basketball League, Rekan Senasib Indonesian Basketball League?

Standar

bbllogo

“British Basketball League (BBL) adalah liga olah raga yang paling tidak diperhatikan di Eropa.” demikian tulis Ryan Jones di majalah Slam mengenai liga basket profesional di negaranya Ratu Elizabeth ini. Pamor main basket kalah jauh dengan sepak bola yang seolah menjadi agama bagi Inggris.

BBL diikuti oleh 12 tim yang masing-masing pernah merasakan gelar juara selama 20 tahun lebih penyelenggaraan BBL. Seperti halnya IBL, BBL menjalankan dua buah kompetisi, yaitu kompetisi reguler (BBL Cup) dan kompetisi tambahan (BBL Trophy). Bedanya, BBL juga selalu mengadakan semacam pra-kompetisi di setiap musimnya (Cup Winners’ Cup).

Perjuangan BBL agar dikenal oleh warga Inggris ibarat David melawan Goliath. Bedanya, sang Goliath belum menunjukan tanda-tanda kemenangan. Hal ini tentu saja bukan hal yang mudah, karena dominasi sepak bola bagi warga Inggris sedang pada posisi yang sangat tinggi.

00000268-photo

Namun usaha BBL agar dikenal (catat: dikenal! karena banyak warga Inggris yang tidak tahu bahwa liga ini ada) patut dicontoh. Menghadapi ajang Olimpiade Inggris 2012, BBL memperbolehkan setiap tim menggunakan pemain asing (Non UE) sebanyak dua orang agar kualitas permainan BBL meningkat.

Kita (Penonton IBL) masih boleh sedikit berbangga, karena kabarnya, pembawa acara atau MC BBL terkadang masih harus menjelaskan kepada penonton BBL apa itu free throw, 24 shot clock, dll.

So, IBL jangan mau kalah sama BBL!

MVP Tabloid, Tabloid Basket Pertama di Indonesia

Standar

cover-edisi-61

Akhirnya ada satu tabloid yang benar-benar fokus mengulas dunia main basket, mulai dari IBL, NBA, global, dan semua hal yang berbau basket. Kabarnya, MVP Tabloid terbit pertama kali pada 6 Februari 2009 lalu tepat sebelum NBA All Star digelar.

Terbit dua kali sebulan setiap Jumat, awalnya, distribusi tabloid ini di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Malang, namun seiring peminatnya yang semakin banyak, MVP Tabloid kini bisa didapatkan tidak hanya di Jawa Timur, tapi meliputi, Jawa Tengah, DI Jogjakarta, Jawa Barat (Bandung dan Bogor), DKI Jakarta dan luar Jawa meliputi Bali, Bengkulu, Jambi dan Lampung. Kalian bisa mendapatkannya di toko buku Gramedia, Gunung gung, Toga Mas, dan lain-lain. Oh ya, harganya Rp.8.900,-

Berikut beberapa tampilan yang ada di MVP Tabloid yang bisa bikin otak basket rada seger setiap waktu:
Play of The Week, ulasan permainan (game) terbaik dalam seminggu di NBA. Star of The Week, ulasan prestasi dan rekor pemain terbaik dalam seminggu di NBA. Player Profile, biografi singkat para pebasket terbaik dari NBA, IBL dan berbagai kejuaraan basket di dunia. Game Review, ulasan pertandingan antar tim-tim besar NBA dan IBL termasuk pencapaian prestasi tim setiap minggu. Statistik, informasi skor, rekor para pemain terbaik dan klasemen setiap minggu. Free Poster, sisipan poster besar (dua halaman) pebasket idola NBA gratis bagi para pembaca.

Pada edisi ke-6, MVP Tabloid mengulas cerita seputar NBA Play off yang baru dimulai 18 April lalu. Tim mana saja yang melaju kencang, tim-tim yang membuat kejutan, para pemain yang menggila maupun yang didera cidera, dan cerita-cerita seru lainnya!

Buruan cari gih!

Belajar Main Basket dari: Raden Ayu Kartini (21 April 1879 – 17 September 1904)

Standar

ra-kartini

Tidak perlu terlalu bangga jika sekarang kita semua pandai berbahasa Inggris, bahkan di usia yang sangat muda. Raden Ayu (Adjeng) Kartini sudah fasih berbahasa Belanda di usianya yang baru 12 tahun!

Tidak usah terlalu bangga jika teman kalian di Facebook sudah mencapai ribuan orang dan sering menerima komentar-komentar karena status Facebook yang lucu-lucu. Pada usia yang belum menginjak 20 tahun, Kartini sudah rajin menulis surat dengan sahabat-sahabat penanya di Belanda. Saat itu belum pula masa menginjak tahun 1900!

Ok, saat blog belum sepopuler sekarang, tulisan-tulisan Kartini sudah dibaca oleh wanita-wanita di Belanda, dibaca oleh ibu-ibu negara di beberapa negara di dunia.

Jadi dari segi main basket, apa yang bisa kita pelajari dari Ibu Kartini? Banyak!

Freestyle Basketball = Basketball Parody?

Standar

06550a2f904d8da9a766d2749d677d7e2088693f_m

Suatu kali seorang teman yang sangat mengikuti perkembangan dunia seni rupa modern bahkan pasca-modern bertanya sama Gw, “Bro, menurut lu, basket freestyle sama nggak dengan karya seni parodi?”

“Anjir, pertanyaan lu aneh, keren, berat, dan gak penting digabungin jadi satu. Walau mungkin cukup mengasah otak juga. Hahahaaa..” jawab Gw.

Well, parodi adalah salah satu produk dalam dunia seni rupa pasca-modern. Di Indonesia kita mengenalnya dengan istilah “plesetan” dan lebih sering dipakai dalam bahasa dan kata-kata. Sedangkan di luar negeri, parodi lebih sering diaplikasikan dalam karya-karya gambar. Biasanya karya-karya parodi sangat kental sekali sisi humornya.” gw mencoba mengulas tentang definisi parodi versi gw.

“Jadi kalau elu nanya apakah freestyle basket itu parodi atau bukan, hmm.. Anjir sulit juga pertanyaan lu. Bodo ah!”

“Hahahaaa..” teman gw tertawa bahagia.

426609902_423b69c043

(Gambar Emo for Obama di atas adalah salah satu contoh karya parodi oleh Dmitry)

Ps: Ada yang berani nggak bikin gambar SBY diparodi jadi apaaa gitu? Hahahaaa..

Awal dan Akhir Sebuah Pertandingan Basket Adalah…

Standar

Sebuah pertandingan basket dimulai dengan tip-off dan diakhiri dengan perasaan gembira untuk pemenang dan sedikit pelajaran bagi yang kalah ketika waktu pertandingan telah usai. Setuju?

Tidak.

Sebuah pertandingan basket dimulai dengan senyuman diikuti bersalaman (berjabat tangan) dan diakhiri dengan bersalaman + senyuman. Tak percaya? Tanyakan pada Kobe ketika bertemu Shaq, atau Lary Bird ketika melawan Kareem, atau Kelly saat bertemu Faisal.

obama-chavez_1386798c

“Saya berjabat tangan dengan Bush delapan tahun lalu. Saya ingin jadi sahabat Anda.” Hugo Chavez, Presiden Venezuela. “Terima kasih.” Barack Obama, Presiden Amerika Serikat. Potongan obrolan tersebut terjadi saat, Presiden Venezuela, Hugo Chavez datang menghampiri Obama dalam acara KTT Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) di Port of Spain, Trinidad-Tobago, kemarin. Sebuah peristiwa yang tidak disangka-sangka mengingat kedua negara ini musuhan.

(Photo by telegraph.co.uk)

I Have A Dream (Fenomena Susan Boyle)

Standar

ebd597a05d4cbabfb8233a66fc429400f52933f8_m

Kalimat di atas selalu dianggap milik dari pejuang legendaris Martin Luther King Jr. Entah mengapa. Walau menurut Gw, semua orang pasti pernah mengatakan itu tanpa mengetahui sebelumnya bahwa kalimat itu populer karena pernah dikatakan oleh Martin Luther King Jr.

Kata “dream” jika dimaknai dalam Bahasa Indonesia adalah “impian” dan setara dengan kata “cita-cita”. Jadi kalimat “I have a dream” kurang lebih sepadan dengan “Saya punya cita-cita.” dan Gw punya cerita aktual dan fenomenal tentang seseorang dalam menggapai cita-cita.

Susan Boyle

Sabtu minggu lalu, tepatnya 11 April 2009, tidak ada seorang pun yang mengenal Susan Boyle. Esok harinya, seluruh dunia (yup! seluruh dunia! Shame on you if you don’t) mengenal Susan Boyle! Susan Boyle adalah representasi dari orang yang pantang menyerah dalam mengejar cita-cita. Jutaan orang di dunia menangis (setidaknya diliputi haru) melihat penampilan Susan Boyle pada acara Britain’s Got Talent, Sabtu, minggu lalu.

Simon Cowell “Aye, what’s your name darling?
Susan “My name is Susan Boyle.

Simon Cowell “How old are you Susan?
Susan “I’m 47.

Simon Cowell “Ok, what’s the dream?
Susan “I’m trying to be a professional singer.
Simon Cowell “And why hasn’t it worth tried so far Susan?
Susan “Well, I haven’t given the chance before, I hope here whole thing will get changed.

Obrolan pembuka antara Simon Cowell dan Susan Boyle di awal penampilan Susan mengundang tawa bernada cemooh dari para penonton.

Susan kemudian menyanyikan soundtrack Les Miserables, I Dreamed A Dream. Usai bernyanyi, berikut komentar para juri:

Piers Morgan “Without a doubt, that was the biggest surprise I have had in three years on the show. When you stood there with a cheeky grin(?) and said ‘I wanna be like Elaine Paige’ everyone was laughing at you, no one is laughing now…that was stunning, an incredible performance. Amazing.

Amanda Holden “I am so thrilled because I know that everybody was against you. I honestly think that we were all being very cynical and that was the biggest wake up call ever, and I just want to say that was a complete privilege listening to that, it was instant brilliant!

Simon Cowell “Susan, I knew the minute you walked out on that stage that we were gonna hear something extraordinary and I was right.

Keesokan harinya, Susan Boyle berada di koran-koran Inggris di halaman pertama diikuti liputan-liputan media cetak dan televisi di seluruh dunia. Hingga tulisan ini gw buat, sekitar 50 juta orang telah menyaksikan Susan Boyle via youtube. Susan diakui oleh para pengamat vokal memiliki suara sopran yang sangat jernih dan bening dengan kualitas yang luar biasa.

Jutaan orang di dunia sesaat kemudian tersadar dan belajar banyak hal. Pertama, Susan awalnya bukan saja jadi bahan tertawaan, ia bahkan serasa tidak diharapkan dan juga dilecehkan (lihat stiker nomor peserta yang ditempel asal-asalan di dadanya, bukan di baju!). Setelah selesai bernyanyi, orang-orang baru tersadar bahwa mereka telah menilai keliru sebuah buku berkualitas tinggi hanya dengan melihat sampulnya yang butut. Susan menghadapi semuanya dengan tenang.

Kedua, Susan adalah representasi orang yang tak pernah padam cita-citanya. Ia ingin menjadi seperti Elaine Paige, seorang penyanyi teater terkenal asal Inggris. Walau umur telah menginjak 47 tahun, Susan tahu bahwa kesempatan bisa datang kapan saja dan ia harus bersabar. (Gw jadi ingat Kolonel tua yang membuat ayam goreng KFC). Bandingkan dengan kebanyakan kita yang cita-citanya padam saat umur masih sangat muda. Menyerah pada kenyataan. Susan Boyle memberikan pelajaran berharga pada dunia.

Ketiga, tidak ada yang tidak mungkin. Susan Boyle membuktikannya. Itulah mengapa ia begitu fenomenal.

Lagi-lagi, Gw tahu posting ini nggak ada hubungan langsungnya sama sekali dengan main basket. Namun secara tidak langsung, semua yang merasa gemar bermain basket atau memiliki hati pada main basket, harus belajar sesuatu dari Susan Boyle. Michael Jordan bukanlah satu-satunya teladan. Lary Bird juga hanya satu titik kecil. Ada Obama, ada Martin Luther King Jr, ada Gandhi, Mother Theresa, you name it! And last but not least, ada Susan Boyle! Thank you Susan Boyle.

Main (Pakai) Hati

Standar

lolik-heart1

For the love of the game.” Begitu bunyi kutipan favorit teman Gw, Richard “Insane”. Agak sulit diterjemahkan pakai Bahasa Indonesia yang membuatnya terasa bermakna sama saat disampaikan dengan bahasa Inggris. “Main pakai hati.”, mungkin berbeda makna dengan kalimat kutipan dari Insane di atas, namun begitulah seharusnya seorang pemain basket harus bermain.

Dalam dunia musik, terasa sekali mana grup musik atau penyanyi solo yang berkarya sepenuh hati tanpa berpikir apakah musik dan liriknya akan disukai oleh pemirsanya atau tidak. Indonesia ada Iwan Fals, musisi ini berkarya dengan hatinya. Ketika lagunya dilarang oleh pemerintah, Iwan tidak bergeming, dan justru karyanya semakin digemari.

Pramoedya A. Toer atau Romo Mangun di dunia sastra. Karya yang dibuat dengan hati bisa sangat menular kepada apresiatornya. Membaca karya Pramoedya atau Romo Mangun tak jarang mampu membuat bulu kuduk merinding karena berbagai perasaan. Haru, bahagia, dan sensasi lainnya.

Ada yang menyaksikan perempat final sepak bola liga Champions Eropa putaran ke 2 antara Chelsea melawan Liverpool yang berakhir imbang 4-4 dua hari lalu? Well, Chelsea bermain pakai hati. Tau dari mana? Terasa saja. It’s contagious.

Michael Jordan memberi petuah “Siapapun dirimu di luar lapangan dan sebanyak apapun penghasilanmu, bermainlah karena kamu mencintai permainan ini.”

Percaya atau tidak, penonton bisa merasakan siapa saja pemain yang “niat” dan yang setengah hati dalam bermain. Jadi guys, bermainlah pakai hati. Pemain IBL, mainlah pakai hati. Hal ini akan memuaskan fans. Hati membuat kita kuat melewati masa sulit seperti yang tengah dihadapi IBL saat ini.

Play with your heart, if you can’t, just go away!”

(Foto Lolik oleh Ino Afiar)