Siapakah Pemain NBA yang Akan Datang ke Surabaya? (NBA Madness, Surabaya 4-28 Juni)

Standar

Logo NBA Madness

“Kami belum boleh menyebutkan dulu. Tapi kami ingin memberi sedikit bocoran. Pemain yang datang nanti adalah bintang di timnya. Tingginya 206 cm, dan dia punya pencapaian hebat di musim reguler 2008-2009 yang baru berakhir. Kalau yang maskot, dia jago akrobat dan bisa nge-dunk,” demikian kata Azrul Ananda, wakil direktur Jawa Pos.

NBA Madness, tinggal menghitung hari untuk kehadiran pertamanya di Indonesia 4-28 Juni nanti.

Uugghhh..semakin penasaran dan gak sabar! :P

NBA Madness Presented by Jawa Pos

(Foto salah satu aksi maskot NBA pada NBA Madness di Filipina)

Kisah Terry Fox (Mantan Pemain Basket yang Pantang Menyerah)

Standar

terry_fox_running

Tulisan ini gw ambil dari halaman paling belakang koran Kompas hari ini. Sangat-sangat inspiratif dan patut menjadi teladan.

Terry Fox adalah seorang mahasiswa kelahiran Winnipeg, Manitoba-Kanada, 28 Juli 1958. Seperti anak muda lain, Terry Fox sejak muda amat menyukai olahraga basket. Kesukaannya itu diteruskan ketika diterima sebagai mahasiswa tahun pertama jurusan kinesiologi di Universitas Simon Fraser di Vancouver, Kanada. Di universitas itu, ia juga diterima sebagai anggota tim bola basket.

Namun, kesukaan bermain basket ini tidak bisa dipertahankan karena ia sering merasakan kesakitan yang amat sangat pada kaki kanannya. Dari pemeriksaan dokter diketahui, Terry yang baru berumur 18 tahun itu mengidap kanker tulang. Akibatnya, kaki kanan Terry harus diamputasi sekitar enam inci (sekitar 15 cm) di atas lutut. Pada saat itu, dunia kedokteran belum menemukan cara lain untuk pengobatan kanker, selain diamputasi. Saat diamputasi, Terry sempat kehilangan semangat hidup.

Beruntung, keluarga tak henti memberi semangat untuk hidup. Selain itu, Terry menyadari betapa dukungan masyarakat umum untuk penelitian kanker masih kurang. Dari permenungan itulah, Terry mendapatkan ide untuk melakukan aktivitas maraton pengharapan dengan melintasi Kanada sejauh 5.000 mil.

Meski sempat ditentang banyak orang, termasuk ibunya—Betty Fox—Terry tetap mewujudkan keinginannya. Marathon of Hope pun dimulai pada 12 April 1980 dari St John, Newfoundland.

Dengan menggunakan kaki kanan palsu, Terry Fox berlari tertatih-tatih melintasi jalan-jalan di Kanada. Meski semula banyak orang tak menghiraukan aktivitas Terry, lama-kelamaan perjuangan ini menarik perhatian. Bagai gelombang, antusiasme masyarakat makin lama makin besar.

Meski Terry pantang menyerah, penyakit kanker agaknya lebih cepat dan lebih ganas menyerang. Tanggal 1 September 1980 adalah hari ke-143 Terry melakukan Marathon of Hope. Perjalanan pun sudah ditempuh sejauh 5.373 km dan Terry sudah mencapai Thunder Bay, Ontario.

Saat itu Terry merasakan dadanya amat sakit. Ia lalu dilarikan ke rumah sakit. Ternyata kanker sudah menyerang paru- paru. Dokter meminta Terry menghentikan aktivitasnya. Keinginan Terry untuk melintasi Kanada sejauh 5.000 mil dan ingin merendam kaki palsu di Lautan Atlantik pun sirna. Pada tanggal 28 Juni 1981, Terry Fox meninggal pada usia 22 tahun.

Apa Kabar Andre Tiara?

Standar

Maafkan jika gw salah, seingat gw, Andre Tiara terkena cidera di otot paha saat melawan Satria Muda Britama Jakarta pada Putaran I Seri 1 di Jakarta lalu. Pernah sekali gw ngobrol dengan Coach Raoul, kabarnya Andre melakukan terapi penyembuhan di Manila dan kemungkinan bisa bermain bulan Mei ini.

n1414388860_30382205_4556

Benarkah? Apa kabar pemilik Garuda Flexi Bandung nomor punggung 16 ini?

(Foto by Ino Afiar)

Jangan Lakukan Ini Saat Main Basket (Juga Dalam Hidup)!

Standar

mengeluh-atau-gw-bom

Mengeluh.

Sejujurnya, gw tanpa sadar suka mengeluh. Namun gw sedang belajar menghilangkan kebiasaan buruk ini. Saat bermain basket, gw senang menembak. Beri gw sedikit ruang tembak, dan boom! pasti gw tembak. Sering masuk, namun tak jarang meleset. Saat bola masuk, gw akan sok cool dan kadang-kadang sedikit ekspresi girang keluar dari mulut gw. Masalahnya, tatkala bola tidak masuk ring, gw kadang suka mengeluh.

Mengeluh? Yup, dalam bentuk sumpah serapah atau kata-kata atau decakan bernada kesal. Ini adalah hal yang sedang belajar gw hilangkan dari diri gw. Kenapa gw harus mengeluh? Apakah dengan mengeluh bola yang sudah gw tembak tadi akan berbalik dan kembali masuk?

Kini, tak ada yang sangat mengganggu gw kecuali orang-orang yang bertingkah laku seolah dunia akan kiamat hanya karena sebuah angkot ngetem terlalu lama, antrian yang terlalu panjang, atau penundaan keberangkatan pesawat atau kereta api. Kita terkadang merasa kecewa dengan pelayanan sebuah rumah makan yang terlalu lama mengantarkan pesanan kita atau lupa menyajikan salah satu pesanan. Kita “sweat the small stuff” (apa ya Bahasa Indonesianya? Heheheee..)

Angkot yang ngetem terlalu lama, pasti karena angkotnya masih kosong. Kekesalan kita hanyalah ilusi, kita bisa bilang baik-baik kepada supirnya kalau kita buru-buru dan turun cari angkot lain jika supirnya tak mau tahu. Diam menggerutu tak akan merubah apa-apa. Mengungkapkan kekesalan dan mengeluh tidak menjadikan semuanya jadi lebih baik :)

Semoga kita jadi orang yang benci mengeluh :D

Gelang-gelang Dalam Hidup Gw (Gelang Power Balance)

Standar

_shaq_powerbalance

Beberapa hari yang lalu, seorang teman memberikan hadiah buat Gw, “Bro, Gw punya sesuatu nih buat lu.” Sebuah gelang hitam bertuliskan “Power Balance” dengan hologram berbentuk lingkaran di bagian tengahnya.

Gw langsung teringat satu hal, selama satu tahun terakhir ini Gw mendapatkan tiga buah gelang dengan tulisan yang berbeda-beda. Gelang pertama Gw dapatkan dari Pandji Pragiwaksono saat ia mengeluarkan album rap pertamanya tahun lalu. Pada gelang yang ada USB flashdisk 1 GB yang diberikan Pandji tertulis “Provocative Proactive Pandji”. Tulisan tersebut adalah judul album pertama Pandji sekaligus sebuah motivasi buat Gw untuk jadi orang yang “proaktif” :P

Gelang kedua Gw dapatkan sekitar dua bulan lalu dari KPK. Yak betul KPK yang itu, Komisi Pemberantasan Korupsi! Sebuah gelang karet merah dengan tulisan “Bangkit Lawan Korupsi!” Agak-agak malu Gw kalau membaca tulisan itu, karena korupsi itu ternyata banyak sekali jenisnya. Mulai dari yang kelas teri sampai paus raksasa! Dan butuh perjuangan buat melawan korupsi (I’ve got to admit it, because I think everybody could have committed corruption (like thing) at least once in their life..heheheee.)

Nah sekitar seminggu lalu, Insane (Richard) juga memberi Gw sebuah gelang (Gw perhatikan, Richard juga mengenakan gelang yang sama dengan yang dia berikan ke Gw). “Bro, gelang ini buat lu.”

Hahahaaa, another bracelet.” pikir Gw. Namun Insane buru-buru menyela dan menjelaskan bahwa itu adalah bukan gelang biasa. “Ini gelang Power Balance, bro.” Insane menjelaskan. Yup ini gelang Power Balance (karena memang ada tulisan ‘Power Balance‘ pada gelang tersebut..hehee) “Lu coba cari di internet deh tentang gelang ini.”

Besoknya Gw langsung cari di internet mengenai gelang tersebut. Walah (terperanjat juga Gw), gelang ini ternyata dipakai oleh para atlet top dunia! Awalnya oleh para surfer profesional, kemudian berkembang ke beberapa atlet di cabang olahraga lain termasuk basket.

Berikut salah satu info mengenai gelang Power Balance (yang membuat Gw geleng-geleng berpikir “ada ya gelang sehebat ini?!”): “Sebuah produk Performance Technology, Power Balance yang merupakan hologram, mengandung frekuensi natural dari alam yang dapat bereaksi secara positif dengan pusat energi tubuh. Power Balance kini banyak digunakan oleh para atlet maupun orang awam, karena dapat membantu stamina, menjaga keseimbangan, koordinasi, kelenturan/fleksibilitas, kekuatan, fokus, kosentrasi dan ketahanan tubuh secara menyeluruh.”

Hohoo. Beberapa hari kemudian Gw mendapat cerita lain lagi dari teman Gw kalau gelang yang Gw dapat dari Insane dipakai juga oleh Shaquile O’Neal dan Steve Nash, serta kabarnya juga dikenakan oleh Denny Sumargo. “Coba lu cari di Point Break atau toko surf keren deh, biasanya ada.” Gw hanya bisa senyam-senyum melihat gelang yang melingkar di tangan kiri gw. So this is something nih kayaknya!

_stevenash_powerbalance