
Don’t you guys think?

Don’t you guys think?

Denny Sumargo di mana-mana. Cobalah berjalan menuju GOR C-Tra Arena Bandung dari arah Jalan Suci. Selepas Pasar Suci terdapat sebuah billboard raksasa iklan makanan biskuit. Ada tiga orang model yang terpampang di sana. Paling depan adalah Bambang Pamungkas, di belakangnya ada Denny Sumargo, dan satu lagi Gw lupa.
Lalu juga coba cari majalah Men’s Health edisi terbaru. Perhatikan siapa yang menjadi model sampulnya. Yup betul, Denny Sumargo.
Tadi malam ada yang nonton Bukan Empat Mata di Trans 7? Denny Sumargo lagi-lagi juga tampil sebagai bintang tamu. Tukul Arwana menanyakan pertanyaan seperti judul di atas dan Denny menjawab “Dua-duanya.”
Sukses terus Denny Sumargo. Sukses Garuda Flexi Bandung!
Kadang mentok aja mau nulis apa. Setiap hari disenyumin sama caleg-caleg yang akrab di jalan-jalan. Coba kalau jalanan dipenuhi gambar-gambar kreatif kayak gambar LeBron di bawah ini. Atau LeBron jadi calon legislatif aja kali ya?

Rolling Stone edisi Indonesia adalah salah satu majalah favorit Gw. Di edisi April 2009 ini mereka menampilkan 100 orang yang merupakan agen-agen pembawa perubahan yang signifikan di Amerika Serikat.
Ada musisi (Bono, Kanye West), politisi (Henry Waxman, Rah Emanuel), aktivis (Al Gore), ekonom (Paul Krugman), bahkan seniman misterius (Banksy). Semua tokoh-tokoh tersebut dianggap mampu membawa perubahan signifikan di dalam bidang-bidang yang mereka geluti.
Semuanya dimasukan dalam urutan 1 – 100 berdasarkan tingkat perubahan yang mereka bawa. Inilah dua orang pemain basket dan nomor urutannya dalam menjadi agen perubahan versi majalah Rolling Stone

1. Barack Obama
Hey, dia kan presiden! Yup sekaligus pemain basket. Buat Gw, kesetiaan Obama bermain basket (olah raga) patut ditiru. Obama dianggap sebagai agen perubahan nomor satu karena ia “mewarisi” masalah-masalah yang harus dirubah yang dibuat oleh pendahulunya George W. Bush. Bukan hanya terhadap Amerika Serikat, namun juga seluruh dunia.

52. LeBron James
“Sejak bergabung dengan Cleveland Cavaliers di usia 18 tahun, James menghidupkan liga NBA dengan bakatnya -memimpin Cavs dalam perolehan poin, rebound dan assist, serta dapat bertahan melawan pencetak angka seperti Kobe Bryant- maupun dengan kepribadian menawan yang menjadikannya merek dagang global. Dia murah hati sekaligus penuh kepercayaan diri,” demikian ulas Rolling Stone.


Dalam salah satu potongan adegan animasi, Marjane kecil (tokoh utama sekaligus pengarang novel grafis) tertangkap oleh polisi susila karena mengenakan sepasang sepatu “punk” ke sekolah. Karena ketakutan, Marjane sontak menjawab “These are not punk shoes, these are sneakers, I am a member of a basketball team.”
Sempat terpikir juga oleh Gw bagaimana ya kalau main basket pakai jilbab? Sebelum akhirnya Gw nemu foto bagus dari Flickr di bawah ini.

Persepolis
Film dan atau novel grafis Persepolis mengajarkan kepada kita betapa penting dan berartinya sebuah kebebasan dan kemerdekaan.
Marjane bercerita betapa mahal dan susahnya sebuah kemerdekaan di negaranya, Iran. Sejak lahir kehidupannya sudah diliputi intrik politik yang kejam dan sadis saat revolusi. Beranjak dewasa ia harus berhadapan dengan suasana perang Iraq-Iran.
Ia akhirnya bersekolah ke Vienna, Austria. Keterbatasan kebebasan adalah sebuah masalah. Namun kebebasan yang kebablasan seperti kehidupan eropa ternyata juga mengundang problema tersendiri bagi Marjane.
Nonton deh film bagus ini, walau tidak menang, Persepolis adalah nominasi film animasi terbaik di Golden Globe Awards yang baru lalu.


Menurut kalian, ada gak orang Indonesia yang segila orang dalam foto di atas terhadap main basket? Kalau NBA sih kayaknya banyak. Gak perlu jauh-jauh, dulu waktu SMP Gw juga begitu. Kamar penuh dengan poster pemain NBA, bola basket di dalam kamar, bahkan hanya sepatu basket yang punya keistimewaan untuk boleh masuk kamar.
Kini poster-poster pemain NBA sudah bersih dan gak menempel lagi di kamar Gw. Tersisa satu kostum yang masih menggantung. Kostum tim IBL Garuda.
So proud to be a fan :)

Satu hal yang paling menyenangkan saat membaca berita-berita dari Deteksi Basketball League adalah antusiasme penonton yang selalu tercatat rapi oleh pihak panitia.
Lewat situs resmi DBL, pada final DBL putaran Yogyakarta kemarin terjadi pemecahan rekor dari segi jumlah penonton dalam satu pertandingan.
“Kemarin, lebih dari 6.000 penonton menyaksikan final Honda DBL Radar Jogja 2009 di GOR UNY. Berarti, total penonton selama even berlangsung menembus angka 22.500 orang.”
“Menurut data DBL Indonesia, jumlah itu menyalip jauh total penonton terbanyak saat ini. Yaitu di Manado yang mencapai 21.059 orang. Jumlah penonton final kemarin juga memecahkan rekor penonton terbanyak untuk satu hari pertandingan. Rekor sebelumnya dipegang final Bandarlampung dengan 5.400 penonton.” Begitu DBL.
Dan yang lebih keren lagi, kabarnya dua pertiganya adalah cewek!

There will be no basketball event for the next two months here in Bandung. That means we can spend more time together.
How about visiting my cousin’s home this weekend, mingle and having a cup of tea with my cousin’s family.
Ps: My nephews are cute :)

Putaran II Seri 4 IBL masih akan dimulai bulan Mei mendatang. IBL All Star 2009 baru saja berlalu di Bandung. Lagi pada ngapainkah tim-tim IBL? Latihan rutin? Atau kegiatan lain? Nggak ada yang tahu.
Satu hal yang jelas, Deteksi Basketball League Putaran Yogyakarta hari ini tengah melewati hari terakhir alias babak final di GOR Universitas Negeri Yogyakarta.
Di laga putri DBL, dua sekolah ”bersaudara” memperebutkan gelar Champion, yaitu SMA Stella Duce 1 Jogjakarta dan SMA Stella Duce 2 Jogjakarta. Sementara di final putra, SMA Kolese De Britto Jogjakarta akan menghadapi tantangan SMA Bopkri 2 Jogjakarta.
Pop Mie Basketball sudah sampai mana?
(Foto oleh Ino Afiar)

“Anda bisa melihat Bali di Lombok tapi anda tak akan menemukan Lombok di Bali.” Begitu kata orang-orang yang pernah berkunjung ke Mataram, Lombok, NTB.
Yak saat besar di Mataram dulu, teman-teman orang Bali sangatlah banyak. Karena memang sebagian populasi kota Mataram diisi oleh warga keturunan Bali yang agamanya Hindu. Teman-teman di sekolah dulu pun seperempat hingga sepertiganya adalah keturunan Bali.
Ada rasa rindu juga saat mereka merayakan Hari Raya Nyepi dan kita kaum Muslim mengunjungi rumah-rumah teman-teman beragama Hindu. Tidak hanya Gw yang berkunjung, orang tua Gw juga punya banyak teman yang Hindu Bali.
Pernah sekali (Gw lupa tahun berapa), Lebaran Idul Fitri berdempetan hari dengan Hari Raya Nyepi. Wuuiihhh, semarak banget kota Mataram saat itu. Kerukunan beragama Gw lihat dengan mata Gw sendiri. Teman-teman Hindu datang ke rumah mengucapkan Selamat Lebaran dan kita ke rumah mereka mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi.
Selamat Hari Raya Nyepi untuk teman-teman Hindu yang merayakan. Khususnya untuk pemain Garuda Flexi Bandung, Bli Lolik :)


Takjub terkadang bagaimana main basket mengajarkan kita untuk tidak berbuat kecurangan. Dalam bermain basket, ada wasit yang mengawasi setiap gerak-gerik pemain. Sulit sekali untuk lolos dari pengamatan wasit. Walau wasit terkadang melakukan kesalahan juga. Manusiawi.
Yang menarik menurut Gw justru bagaimana main basket jalanan (streetball); main di kompleks, di kampus, atau main bareng tanpa wasit, mengajarkan pada diri sendiri dan menunjukan kepada teman-teman kita betapa pentingnya kejujuran.
Saat kita melakukan pelanggaran, sontak kita mengangkat tangan “Gw foul“. Padahal tidak ada wasit saat itu. Dan kita melakukan itu dengan kesadaran penuh. Saat teman kita melakukan pelanggaran traveling atau double dribble, dengan besar hati sambil tertawa kita bilang pada dia dan semua pemain, “travelling!” atau “double!”. Semua kita lakukan dalam suasana gembira.
Kita tidak ragu mengatakan bahwa sesuatu yang salah adalah salah, walaupun ia dilakukan oleh diri kita sendiri dan atau teman kita sendiri.
Semoga kita semua bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Amiinnn.. :)
(Thank u Bro Richard for the picture and the inspiration for this posting)
Ok, majalah ini masih akan terbit sekitar satu minggu lagi. Dan Gw dapat bocoran sampul mukanya dari salah seorang “orang dalam” di Slam.
Ada satu tulisan menarik yang terpampang di bagian sampul ini yang membuat Gw penasaran ingin segera membacanya. Tulisan di bagian paling atas di bagian tengah. Yup! Faisal J. Achmad!
Penasaran pengen tahu cerita sebenarnya dari sosok yang paling sering disoraki di GOR C-Tra Arena :) Peace Faisal!


Anak-anak sekarang sangat keranjingan membaca karya J.K. Rowling yang tebalnya hingga ribuan halaman. Sangat menyenangkan betapa jutaan orang di dunia menikmati sebuah cerita petualangan yang sama dan merasakan sensasi yang sama dari si ajaib Harry Potter.
Balik ke tahun yang sangat-sangat lampau, 1911, ada sebuah novel petualangan seru yang akhirnya menjadi klasik. Bercerita tentang petualangan seorang gadis kecil bernama Mary Lennox dan petualangannya yang secara tidak sengaja menemukan sebuah taman rahasia (Secret Garden). Mary kemudian membenahi lagi taman indah yang lama tak terurus tersebut.
Ada kisah persahabatan yang tak kalah seru dengan Harry Potter bersama teman-temannya dalam kisah Mary dan taman rahasianya. Sayang, gw gak nemu edisi Bahasa Indonesia dari karya Frances Hodgson Burnett ini. Padahal kisahnya ditulis dalam rangkaian kalimat yang tidak begitu tebal.
Sekali lagi, main basket doang gak akan pernah cukup. Imbuhi dengan banyak membaca :)
Tadinya mau masuk agak belakangan biar pas saat perkenalan para pemain IBL All Star. Untung seorang teman mengajak segera masuk untuk menyaksikan penampilan dari teman-teman di Masa Depan Basketball yang membuka acara IBL All Star 2009 sore itu.

Masa Depan Basketball, such an excellent show guys.
