
Mengapa Satria Muda Britama Jakarta begitu mendominasi. Mengapa Garuda Flexi Bandung jadi ancaman berbahaya. Kebetulan kemarin kedua tim ini bertanding, tapi tidak berhadapan. SM melawan Nuvo CLS Knights Surabaya dan Garuda melawan Stadium Bhinneka Jakarta. SM menang atas CLS dengan skor telak 81-31 dan Garuda bermain santai untuk menang 72-57.
Ada satu hal yang menggelitik Gw saat melihat masing-masing tim berlaga. Menurut Gw, hampir semua pemain memiliki kemampuan teknis yang sama, walau tentu saja ada beberapa yang menonjol, namun tidak banyak. Hanya satu-dua.
Ketimpangan justru terjadi secara keseluruhan kesatuan sebagai tim. Bukan, bukan kekompakan karena Gw perhatikan semua tim terlihat cukup kompak. Ketimpangan yang terjadi adalah dari segi mental! Segi psikologis!
Ketika tim SM memasuki lapangan dan pemanasan, aura mereka seolah berkata “Main santai aja guys, mereka hanya CLS.” Demikian pula kubu CLS, atmosfir tim ini seolah menggumam “Asal kita main bagus, SM tim kuat, nggak usah berharap banyak.”
Apa-apaan ini? Apakah ini cuma imajinasi Gw doang atau memang seperti itu pancaran energi yang dikeluarkan oleh tim-tim tersebut?!! Yang membuat Gw sedikit terperanjat, koran pagi ini mengutip perkataan pelatih kepala CLS, Geraldo V Ramos “Kami kalah dari tim yang sangat kuat. SM merupakan kandidat juara musim ini bersama Garuda.”
Sejujurnya Gw kurang suka pernyataan itu. Memang terdengar bernada realistis. Namun efeknya sangat-sangat menghancurkan diri sendiri (ini menurut pandangan Gw lho yaa). SM akan merasa makin kuat dan CLS akan merasa bahwa mereka memang di bawah SM. Yang Gw rasa nggak sepenuhnya benar!
Begitu juga Stadium Bhinneka. Tim ini memiliki beberapa pemain yang kualitasnya sangat bagus. Salah satunya Merio. Kecepatan, akselerasi, dan terobosannya maut! Walau beberapa finishing-nya membuat Gw tersenyum. Stadium pun masuk lapangan laga dengan hawa pucat. Mereka terlihat seperti telah mengatur pencapaian akhir mereka, kalah!
Gw rasa semua tim IBL harus meningkatkan kualitas mental para pemain mereka. Jangan sampai beberapa pemain handal yang terpilih membela bangsa malah terjangkit sindrom yang sama ketika kelak berlaga di kejuaraan internasional.
Barangkali kudu ada paket latihan mental bagi para pemain IBL. Baca buku-buku tentang pengembangan diri, ikut seminar-seminar pengembangan kepribadian; ESQ, Tung Desem, seminar-seminar MLM, atau apa laahhh.
Catatan: Satu orang pemain yang menurut Gw memiliki mental keren dan terbilang masih anak bawang kemarin adalah Garuda Flexi Bandung nomor punggung 20, Hendru! Semoga dipasang lagi oleh pelatih Raoul sore nanti melawan XL Aspac Jakarta.















