Selamat Tahun Baru 2009. Bersyukurlah Kita Tidak Tinggal di Jalur Gaza!

Standar

84141703

Boro-boro mikirin main basket atau merayakan tahun baru, yang ada sungguh tak terbayangkan!

Kadang kala terpikir, untuk apa main basket atau hidup jika sebagian orang masih harus menghadapi kenyataan yang tak terbayangkan terkecuali kita mengalaminya sendiri. Bersyukurlah kita masih bisa main karena sebagian yang lain nggak bisa.

Semoga apa yang kita mainkan dan lakukan berguna buat diri kita sendiri dan juga orang lain dalam hal yang positif tentunya. Selamat tahun baru 2009. Rayakan dengan cara biasa-biasa saja..

Belajar Main Basket dari: Hanamichi Sakuragi

Standar

hanamichi_sakuragi_of_shohoku_by_dutdrew1

Sakuragi who? Hanamichi Sakuragi adalah tokoh fiksi protagonis dalam serial komik manga “Slam Dunk” karya Takehiko Inoue. Komik ini bercerita seputar dunia main basket anak SMA di Jepang. Komiknya laris manis bak gorengan. 100 juta lebih komik terjual hanya di Jepang saja. Tahun 1997 menjadi komik terbaik di Jepang.

Sakuragi awalnya adalah seorang pemain dengan skill biasa saja dan emosi yang sangat meluap-luap. Di awal pertandingan-pertandingan resminya tiada satu pun pertandingan yang dilewati tanpa fouled out! Seiring barjalannya seri pertandingan, skill bermain basket dan emosi Sakuragi pun mulai membaik. Sakuragi mulai memperbaiki kelemahan-kelemahan mendasarnya dalam main basket. Lewat bimbingan Akagi, Sakuragi pelan-pelan menjadi seorang rebounder yang menakutkan. Mengingatkan kita pada Dennis Rodman. Coach Anzai juga melatih keahlian menembak Sakuragi dengan memaksanya berlatih menembak sebanyak 20.000 kali tembakan per minggu!

Sakuragi adalah sosok yang pantang menyerah, baik di dalam maupun di luar lapangan. Cintanya pada Haruko dan persaingannya dengan Rukawa membawanya semakin serius dalam mendalami dan semakin mencintai dunia basket. Bagi yang ingin mengenal Hanamichi Sakuragi lebih jauh, silahkan baca komik yang membuat anak-anak Jepang keranjingan untuk main basket, Slam Dunk. Great comic/manga!

Yang menarik sebenarnya, bagaimana orang Jepang menumbuhkan semangat dan kecintaan atas sesuatu yang bukan berasal dari kebudayaannya sendiri namun bernilai sangat baik bagi masyarakat, anak muda bahkan bangsanya. Ingat kapten Tsubasa? Seorang tokoh sepak bola rekaan yang komiknya lahir di tahun 1981. 20 tahun kemudian, pelan namun pasti Jepang menjadi negara yang disegani di kancah sepak bola dunia. Padahal dulu nggak ada apa-apanya. Bukan nggak mungkin Hanamichi Sakuragi pun akan membawa pengaruh yang sama bagi Jepang dalam hal main basket!

sakuragi1

Sakuragi pas gondrong

sakuragi21

Sakuragi pas cepak

Indonesian Basketball League (IBL) Butuh Berubah

Standar

image020

Kemarin kita baru melewati hari besar untuk umat Nasrani. Selamat Natal ya bagi teman-teman yang merayakan. Natal, Idul Fitri, Nyepi, Waisak, Imlek, dan hari besar agama lainnya datang hanya satu kali setahun. Satu hari di mana para penganut yang merayakannya menyambutnya dengan suka cita. Kalau setiap orang menyambutnya dengan suka cita, mengapa hanya dirayakan 1 kali setahun? kenapa nggak ditambah aja? Selain aturannya memang begitu, kalau terlalu sering, ntar malah membosankan dan kehilangan makna.

Nah sekarang kita ngomongin IBL, setelah dipikir-pikir, perhelatan liga basket nasional ini menghampiri setiap kota (yang punya tim basket IBL) tidak pernah lebih dari seminggu dalam setahun! What the hack?!! Padahal setiap IBL, misalnya di Surabaya atau di Bandung, hadir, penontonnya selalu membludak! IBL adalah sesuatu yang dinanti-nantikan.

IBL  harus lebih dekat dengan para fansnya. Setiap tim kota harus lebih akrab dengan para suporternya. Kedekatan tidak harus berlangsung saat digelar acara formal (kompetisi reguler) tapi juga dalam kegiatan-kegiatan informal.

NBA punya NBA Goes to School, NBA Cares, dll di mana setiap tim melakukan kegiatan-kegiatan non-formal dengan masyarakat kota yang diwakilinya. Tidak jarang malah setiap pemain melakukan kegiatan sendiri untuk lebih mendekatkan diri dengan pendukungnya. Steve Nash (Phoenix Suns) atau Stephon Marbury (Knicks) sering mengadakan kompetisi atas nama mereka untuk anak-anak sekolah.

IBL seharusnya juga punya kayak begituan. IBL Cares, IBL Goes to School, atau kompetisi basket antar SMA atau SMP memperebutkan piala Garuda Bandung atau piala Citra Satria di Pontianak, dll. IBL kudu lebih dekat dengan fansnya. Tak kenal maka tak sayang. Saat Garuda bertanding di GOR C-Tra Arena, penontonnya membludak. Tapi sebatas nonton dan mendukung. Belum seperti penonton tim NBA yang rela bersusah payah dari rumah membuat spanduk dukungan, mengecat muka, membawa embel-embel dukungan dll. Bahkan bukan hal yang aneh banyak fans yang mentato tubuhnya dengan gambar tim NBA. Bagaimana ini bisa terjadi? Ini karena mereka (tim NBA) dekat dengan fans dan warga kotanya sehingga warga kotanya pun kenal dan sayang dengan tim tersebut.

IBL kudu berubah. IBL suatu saat akan ke sana. Gw yakin!

House of Pain, Jump Around

Standar

A one hit wonder. Dalam 100 one hit wonder paling populer yang dikeluarkan oleh VH1 pada tahun 2002 Jump Around menempati urutan ke 63. Pada saat kemunculannya, lagu ini menempati urutan ke-3 di tangga lagu Amerika Serikat. ke-6 di Irlandia, dan ke-8 di Inggris.

The rap is cool, the video is hot. But what best is Erik Schrody a.k.a. Everlast, the frontman of House of Pain in this video is wearing the jersey of Larry Bird. Nice pick Erik!

1212417384_7840

Belajar Main Basket dari: Lawrence Joseph Bird a.k.a. Larry Bird

Standar

POD008649004

Lupakan gaya fashion keren di luar lapangan. Nggak perlu juga punya gaya slam dunk atau crossover yang indah. Yang penting adalah efektifitas permainan.

Bird adalah tipe pemain pekerja keras dengan konsistensi tingkat tinggi. Ia mencetak skor bagi timnya, seorang pembagi bola, tukang rebound, pemain bertahan, dan tidak egois. Komplit. Bird melatih tembakannya ratusan kali perhari. Ia bahkan melatih tembakan 3 angka sambil merem!

Pernah sebelum pertandingan, Bird mendatangi tim lawan yang sedang berkumpul lalu bilang ke mereka “tim kalian akan kalah dan gw akan cetak 40 poin.” dan Bird kemudian benar-benar melakukan itu. Menerjang jumpalitan menyelemati bola hingga ke kursi penonton atau meja juri adalah hal biasa untuk Bird.

Suatu Saat Ironi Ini Akan Berakhir, Racun Mensponsori Basket

Standar

logoamildvertikal1

Racun? Kalian boleh tidak setuju dengan pernyataan gw. Tapi menurut gw, rokok adalah racun. “Wah lu nuduh sembarangan.” Nggak kok, orang si rokoknya ngaku sendiri. Lihat saja peringatan yang selalu menempel pada bungkus rokok atau peringatan yang menyertai iklan rokok “Merokok dapat menyebabkan kangker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.” Dengan kata lain, “Merokok adalah meracuni”.

Tapi inilah salah satu ironi paling besar di negeri ini. Ajang olah raga disponsori oleh produk rokok. Memang sih produsen rokok duitnya kenceng banget, namun seharusnya pula panitia atau induk organisasi basket menyadari hal ini. Setiap nonton basket (IBL atau Streetball) rasanya selalu diingatkan untuk hidup sehat dengan rutin berolah-raga, rutin bermain basket, sekaligus ada suara sepoi-sepoi “ayo hisap racun ini.” dari spanduk dan umbul-umbul bahkan atmosfir di sekitar tempat penyelenggaraan.

“Ah masalah itu sih udah klasik mas.” Aha, gw ngerti karena opini ini gw angkat di sini hanya untuk menegaskan bahwa gw juga pernah memikirkan hal yang sama, bahwa perusahaan rokok mendukung olah raga khususnya main basket adalah sesuatu yang keliru. Solusinya? Jangan minta disponsori oleh perusahaan rokok. Gampang kan? Hahaha.

Entah ini salah satu efek langsung atau tidak dari fenomena ini, seringkali setelah selesai bermain basket bersama teman-teman, bukannya menenggak air, minuman atau makanan penambah energi, beberapa orang teman malah merokok. Sinting!!

Mahaputri Juara Liga Kobanita 2008

Standar

n573291389_1071645_10361(Thanks again to Naniek Gomez for these girls’ sweet photo :))

Tulisan di bawah ini gw sadur plek-plek dari Kompas (thank u Kompas). Setidaknya jadi tahu perkembangan perbasketan cewek Indonesia :)

JAKARTA,MINGGU – Mahaputri Britama Jakarta, Minggu (21/12), di GOR Soemantri Brojonegoro, Jakarta, menjuarai turnamen basket Liga Kobanita 2008. Mereka menghancurkan Rajawali Sakti Master Mild Surabaya 82-47 pada final.

Patrick Gosal, pelatih Mahaputri, memuji penampilan pemainnya. “Mereka bekerja sangat keras,” ujarnya. Ia kian gembira karena gelar juara kali ini merupakan gelar juara ketujuh kalinya bagi Mahaputri.

Mahaputri tampil dominan dalam duel final. Mereka langsung tidak terbendung dengan mengantongi 30 poin pada kuarter pertama, sedangkan Rajawali hanya menghasilkan 10 angka.

Pada kuarter kedua, Mahaputri terjebak dalam ritme permainan Rajawali yang lambat. “Saya melakukan rotasi. Pemain justru ikut ritme lawan, ” ujar Patrick.

Selama kuarter kedua, Mahaputri mencetak 10 angka. Rajawali lebih unggul dengan 16 poin. “Perubahan yang kami lakukan membuahkan hasil. Fast break kami menuai hasil memuaskan,” jelas pelatih Rajawali Ferry Setiawan.

Mahaputri bangkit pada kuarter ketiga. Dua pemain mereka, Marina dan Wulan Ayu Ningrum, tampil mengesankan. Penetrasi Marina kerap tidak terbendung. Berkali-kali layup yang dilakukannya membuahkan poin. Mahaputri membukukan 21 poin pada kuarter ketiga, sedangkan Rajawali hanya menghasilkan sembilan angka.

Usaha keras center Rajawali Lili Pande Seilia Senduk untuk memotori rekan-rekannya membongkar pertahanan Mahaputri tidak membuahkan hasil berarti. Pada kuarter keempat, mereka menuai 12 poin dan Mahaputri lagi-lagi mencetak 21 poin.

Marina tampil paling produktif dengan 23 poin. Wulan mencetak total 22 poin. Nelly Markus Sapan dari Rajawali membukukan 11 poin, sedangkan Senduk menghasilkan 10 poin.

Merah Putih Jakarta menempati urutan ketiga setalah menghajar Scorpio Jakarta 69-61 pada perebutan posisi ketiga Liga Kobanita 2008.
Tomy Trinugroho A

Ray Allen vs Denzel Washington, He Got Game

Standar

Pada tahu nggak kalau Ray Allen pernah battle one on one lawan Denzel Washington? Main basket? Akting? Yap! Dua-duanya. Mereka bermain bersama dalam film arahan sutradara Spike Lee, He Got Game.

Ray Allen berperan sebagai Jesus Shuttlesworth, seorang anak yang akan lulus SMA dengan bakat bermain basket yang luar biasa. Jesus diincar oleh banyak universitas karena bakatnya ini. Denzel Washington berperan sebagai ayah dari Jesus, Jake Shuttlesworth. Jake dipenjara karena secara tidak sengaja membunuh istrinya (Ibu dari Jesus) pada saat berdebat dengan Jesus. Setelah dibebaskan oleh pemerintah, Jesus mencoba mengarahkan anaknya untuk memilih salah satu kampus yang menurutnya baik. Namun Jesus sudah terpengaruh oleh memori buruk, pengaruh pacar, teman, dan keluarga lainnya. Film yang sangat inspiratif. Dalam film ini kita benar-benar melihat Ray Allen beradu akting dan beradu main basket. Siapakah yang menang? Well, Denzel akhirnya mendapatkan Oscar pada tahun 2002 lewat film Training Day, sedangkan Ray Allen mendapatkan cincin juara pertamanya bersama Boston Celtics di tahun 2008.

Ada dua hal yg gak gw sangka. Pertama, ternyata Ray Allen jago akting. Kedua, Denzel ternyata jago main basket. Menurut Roger Ebert, seorang kritikus film, He Got Game adalah film terbaik Spike Lee setelah Malcolm X.

Just For Kicks, Sebuah Film Dokumenter Tentang Spokat

Standar

justforkicks

Pasti masih segar-segar banget dalam ingatan kasus pelemparan sepatu ke muka Bush di Iraq beberapa hari lalu. Sayang banget nggak kena! Walau butut, kabarnya sepasang sepatu tersebut ditaksir dengan harga jutaan dollar Amerika. Namun seperti biasa, sepatu itu langsung dileburkan oleh Amerika Serikat yang super paranoid. Khawatir kalau-kalau di sepatu itu nyelip bom..hallaaaahhhh..

Nah ngomong tentang sepatu, gw inget ada satu film keren di tahun 2005 tentang sepatu yang wajib tonton, “Just For Kicks”.

“Just For Kicks” adalah film dokumenter pertama yang bercerita tentang fenomena sneaker alias sepatu olahraga (atau sepatu santai). Film ini berisi ulasan beberapa sepatu legendaris seperti Adidas Superstar, Converse All Star, dan Nike Airforce 1. Film ini diisi dengan wawancara dengan kolektor, legenda musik hip-hop, pemain industri, bintang rap, wartawan, hingga penggila sepatu.

Film ini mengambil gambar di New York, Paris, London, Portland dan Los Angeles (wuiiihhh…hebat juga untuk sebuah film dokumenter). Berkisah tentang penggila dan kolektor sepatu seperti Bobbito Garcia, Rock Steady Crew’s Doze Green, Grandmaster Caz & JDL (Cold Crush Brothers), Rev. Run, DMC & Russell Simmons, Scoop Jackson, Futura 2000, Fab 5 Freddy, Bonz Malone, Wu-Tang Clan’s Raekwon, Damon Dash. Mereka bercerita bagaimana sepasang sepatu bisa sangat berharga dan menjadi elemen yang sangat penting dalam dunia fashion saat ini.

(tulisan ini gw ambil dr blog gw yg lama yg entah ke mana..)

Deteksi Basketball League Akan Datang ke Bandung

Standar

image036(ini poster gw foto langsung dari GOR C-Tra, tadinya mau gw cabut trus di-scan, tapi nggak tega)

Salah satu liga basket antar pelajar yang bikin gw penasaran akan segera hadir di Bandung. Penasaran? Yak! Katanya liga ini sudah ada sejak 2004 namun baru gw dengar dan lihat di tahun 2008 dalam bentuk video dan gambar di internet. Dari sumber tersebut, sejujurnya gw terperangah! Gw bahkan berpikir bahwa liga ini lebih meriah daripada liga basket paling profesional di Indonesia, IBL.

Tahun depan, Bandung berkesempatan menikmati liga yang katanya sudah menghampiri 15 provinsi ini (gw dapat info dari GOR C-Tra Arena Bandung bahwa mereka telah membooking lapangan untuk dipakai di bulan Februari). Artinya gw punya kesempatan membuktikan apakah liga ini semeriah yang ada di youtube.

Oh dan juga tentunya, para calon peserta, bersiap-siap ya! Dari yang gw lihat, DBL adalah kompetisi yang sangat serius dan bergengsi.

Untuk cerita lebih lengkap, kunjungi situs resmi DBL di deteksibasketball.com

Remember This Odd Moment? Perkenalan Pemain Garuda Bandung

Standar

n1262019398_195924_4960

Pemain Garuda Bandung diperkenalkan satu-satu. Anehnya, pemain Garuda Bandung diperkenalkan lebih dulu daripada pemain Satria Muda Britama Jakarta. Janggal. Etikanya, pemain tim tamu diperkenalkan lebih dulu daripada pemain tim tuan rumah (walaupun tim tamu adalah juara bertahan). Saat ini terjadi, gw mendengar nada kaget dari banyak para penonton.

Siapa pun yang mengatur perkenalan ini, kayaknya jangan diulangi yaa..MC, panitia, atau siapapun. (hahaa)

Thanks to Andina Trifani Vania for the photo.

Belajar Main Basket dari: Richard Leo Latunusa a.k.a. Insane

Standar

bdg1

Petikan di bawah ini adalah wawancara via e-mail (unedited) dengan Richard dan akan dimuat di Suave Magazine edisi 53, Januari 2009 (edited).

> 1.    Kapan pertama kali kenalan dengan dunia basket?
(Hmmmm, kenal basket SD. Itu juga ngk sengaja gara-gara pas jam olahraga kasti di outdoor ujan jd pindah ke aula. Ngedadak guru gw bikin game masukin bola qtu ke ring basket. Karena bareng sama cewe-cewe jd semangat gw masukin bolanya. Hahahahaha, lucu juga .. saat itulah gw ngerasa enjoy sama olahraga ini. Unsur ‘Fun’nya tinggi bgt .. Kayanya itu deh awal gw kenal basket !!)

> 2.    Siapa pemain basket profesional yang langsung menjadi idola saat itu?
(Idola saat itu?? Kayanya baru pas SMP gw punya idola deh .. Ngk jauh man, Michael Jordan yg bikin semangat gw untuk ke lapangan basket terus buat ngulik gerakan-gerakannya biar persis kaya dia .. Mpe melet-meletnya juga gw ikutin !! Dasyat tuh Kang MJ .. :)

> 3.    Kenapa basket? Bukan bulutangkis atau sepak takraw?
(Karena seperti yang gw bilang td, gw menemukan unsur FUN di permainan ini. So, ngk ada paksaan buat gw untuk mempelajari lebih dalam lagi. Jd everytime gw main basket, itu emang bener-bener berangkat dari ‘hati yang mencintai permainan ini’ .. Cinta itu ngk gw temukan di bulutangkis (walaupun gw sempet jago jg dibulutangkis .. Juara 1 Tujuh belas Agustusan ngk jelek-jelek amat kan ?? :) karena awalnya rasa cinta itulah akhirnya gw memilih basket. Gw baru sadar man klo ada istilah “FOR DA LOVE OF DA GAME” Dalem bgt !! Dan gw udh dapat mengerti arti itu ..

> 4.    Sempat main di tim pra-Kobatama, lalu kenapa banting stir serius main streetball?
(Sebenernya masih pengen terus sih di basket konvensional (Klub Scorpio Jkt), tapi gw waktu itu harus kuliah di NHI,Bandung karena uang kuliahnya murah .. Hehehe, Sempet gundah juga sih pas ninggalin basket konvensional cuma ternyata Tuhan punya rencana yg lebih baik atas hidup gw .. yang akhirnya dia mempertemukan gw sama yang namanya streetball (yang notabene membesarkan nama gw samapi detik ini) Thx GOD for lead my way all the time ..

> 5.    Apa kelebihan streetball dibandingkan basket konvensional?
(Streetball ngk dibatasi oleh apapun, tidak ada batasan umur, tidak ada yang ngatur kita untuk begini atau begitu, dan yang lebih penting kita bebas bermain dan mengekspresikan permainan kita lewat sebuah game .. Kita juga dituntut untuk memberikan sesuatu yang baik kepada banyak pihak. Penonton dalam hal ini. Mereka meupakan sumber tenaga, inspirasi dan semangat di setiap permainan. Berkat kehadiran merekalah, sebuah energi permainan seseorang akan meningkat levelnya tanpa di sadari .. Itulah kelebihan streetball di mata gw man ..)

> 6.    Bagaimana perkembangan dunia streetball Indonesia dibandingkan tempat lain di dunia?
(Streetball Indonesia masih sangat jauh perkembangannya dibanding negara lain dalam segala hal. Contoh kecil, Treatment ke pemain!! Streetball Indonesia ngk bakal bisa berkembang dengan pesat seperti negara lain klo masih di’setir’ oleh banyak pihak yang mikirnya cuma ngeraup keuntungan lewat streetball itu sendiri sama orang yang selalu berpikiran ‘aji mumpung’ .. mumpung streetball amsih booming, jd masih bisa dapet duit disitu !! Damn .. Org-org kaya qtu tuh yg ngk pernah mikirin streetball. Makanya concern gw cuma satu, kita harus banyakin liga streetball, jgn cuma tergantung sama liga streetball yang  dari tahun ke tahun bisanya cuma ngerubah konsep aja .. PARAH MAN!! Mau dibawa kmana ini semua ?? Sedih gw klo ngeliat streetball Indonesia ..

> 7.    Apa visi dan misi membangun komunitas streetball (Future)?
(Awalnya sih kita (FUTURE Streetball) punya visi pengen jadi panutan buat komunitas streetball lain di Indonesia karena Future merupakan komunitas streetball pertama di Indonesia dan misi nya cukup dasyat pengen nama Future Streetball dikenal oleh banyak pihak dalam hal ini Negara RI dan negara luar ..)

> 8.    Apa visi dan misi membangun sekolah/camp basket streetball?
(Visinya membuat sebuah sekolah streetball dan freestyle yang berdaya saing tinggi baik secara regional, nasional maupun international dengan tidak meninggalkan nilai-nilai edukasi, sportivitas, nasionalis dan talenta sedangkan Misinya mampu memberikan dan menciptakan calon entertainer di bidangnya (streetball dan freestyle) yang berdedikasi dan berkwalitas. “Its not about quantity but its all about quality” (terbukti kan Juara Freestyle Contest LA 2008 kemaren Juara 1 dari Masa Depan Jakarta dan Juara 2 Masa Depan Bandung .. Berhasil kan Misi gw ..

> 9.    Kenapa sekolah streetball? Kok bukan basket pro aja?
(Karena gw pengen menjadi ‘bapak’ yang mewadahin para calon streetballer dan para streetballer itu, dan gw berangkat dari hati bukan materi man .. Tolong digaris bawahi !! kebanyakan dari mereka masih dalam tahap pencarian jati diri karena luapan rasa ingin tau yang masih meledak-ledak .. so, gw pengen streetball jadi salah satu luapan rasa ingin tau tadi, toh positif kan .. ketimbang jadi negatif luapan-luapa td ..  Klo basket pro udh banyak ‘bapak’ nya .. Hehehe, klo streetball kan blom ada ‘bapak’nya .. :)

> 10.    Darimana mendapatkan julukan “Insane”?
(Gw dapet dari baller Australia namanya Steve, dia udh pernah liat AND1 di Ausie dan ketika dia lg di Indonesia ngk sengaja dia liat gw main di Lap.ABC Senayan (saat itu memang gw keluarin semua tricks dan moves yang gw kuasai tanpa menghiraukan apapun yang penting gw enjoy main ..) Eh, ternyata si Steve ini ngeliatin gw dari awal, malah sempet teriak-teriak qtu pas gw nge’trick’ pemain lawan .. Dan pas terakhir dia samperin gw sambil ngomong ‘Dude, ur insane man !! Great game ..” akhirnya kita terlibat pembicaraan kecil dan begitu gw ceritain ke temen-temen kampus di NHI, Bdg (Qting, Japra, Ryan, Abah sama Willy) mereka sepakat bilang ‘pke aja tuh kata-kata insane buat nickname loe chard. Loe emang GILA sih klo lagi main’ .. From that day, everybody start to call me insane .. *oya, gw jadi inget kata-kata Alimoe “The real key to get ur nickname is when u played outside” .. Jd emang nickname tuh pengakuan dari orang atas permainan loe, bukan nyari di
kamus tau menurut kita KEREN !! Streetballer kita salah kaprah !! KACAU ..

> 11. Bagaimana pendapat lu tentang dunia basket Indonesia (keseluruhan)?
(Yang gw perhatiin sih dari dulu kayanya cuma masalah SDM sama pembinaan yang ngk merata di setiap daerah. Mungkin karena SOP yang berbeda di tiap-tiap daerah taw gmn gw ngk ngerti .. Ada beberapa yang sudah terlihat Pro, ada yang masih parah bgt !! So, kita memang memerlukan banyak pihak yang memang mau bekerja di dunia basket ini dengan ‘hati’ bukan karena ‘aji mumpung’ td .. Dan coba diperhatiin lagi kesejateraan pihak-pihak yang terkait dalam hal ini elemen terkecil. Biar roda perbasketan Indonesia bisa bergerak .. kan selama ini terlihat diam mpe rodanya nyatu sama tanah !! Hiks ..

> 12.    Pernah lihat sinetron yg ada adegan basketnya? Bagaimana menurut lu?
(Pernah !! Ngk ngerti mau kamana arahnya? Talent yang terlihat dipaksa untuk main basket .. dan figuran yang ngk ngerti basket .. Hahahaha, Parah !! Emang basket bukan yang utama sih ya di negara kita makanya jd asal-asalan ngemas segala sesuatunya .. Tenang, saat ini mungkin seperti itu tp gw percaya koq suatu saat nanti akan ada saat dmana basket akan menjadi prioritas no.1 di Indonesia .. Amin ..

> 13.    Kalau dua selebriti ini minta diajarin basket, lu pilih yg mana, Ivan Gunawan atau Ruben?
(Ivan Gunawan .. Tinggi dan Besar, jd gampang ngajarinnya .. BODYnya aja udh basket bgt, cuma paling klo dia udh jago main basket gw minta barter di bikinin design kostum basket yang keren sama dia .. Hehehehe,

> 14.    Hampir setiap sekolah di Indonesia punya lapangan basket, tapi prestasi basket kita (bahkan di Asia Tenggara) nggak bagus-bagus amat, kenapa nih?
(Itu dia man yang gw bilang td, basket di negara kita kan bukan prioritas utama .. Dan juga bukan olahraga utama. So, lapangan basket di sekolah-sekolah itu cuma sebagai syarat dan standart aja buat berdirinya sebuah sekolah, biar keliatan punya fasilitas olahraga. Ketimbang mereka harus bikin lapangan sepak bola kan? Mending basket .. Jd sisa tanah yang buat lapangan bola bisa buat bangun gedung lagi buat tambah pemasukan .. hehehe,
Bis gw pernah liat lapangan basket yang dipake main futsal .. Sedih bro !!

> 15.    Pelajaran paling berharga apa yang lu dapet dari main basket?
(Banyak hal sih yang gw dapet dari main basket .. Salah satunya adalah pedoman melayani bukan dilayani, memberi dan bukan diberi. gw pernah membuat satu keluarga menangis karena gw kasih duit Fee perform tampil Freestyle gw untuk bantu biaya berobat seorang bapak penjual kupat tahu langganan gw pas di kostan. Gw biasa ngutang soalnya, pas gw pengen bayar utang pas abis dapet duit dari freestyle koq tuh bapak ngk lewat2 udh 3 hari, tanya sana-sini? dapet informasi ternyata tuh bapak lagi sakit keras. Bener !! Pas gw dateng si bapak emang lagi terbaring ditemapt tidur ditemani istri dan 2 oarang putranya yg masih kecil2. Iba gw melihat itu, akhirnya duit freestyle gw kasih aja semua sama amplop2nya buat ke dokter. 2 hari kemudian tuh bapak udh lewat lagi depan kostan gw sambil bawa kue qt bikinan istrinya .. Terharu gw man !! Ternyata dengan talenta basket yang kita punya Tuhan juga titipin sesuatu buat orang lain .. Mungkin berkat doa keluarga itu juga
yang ngk henti2 sampe sekarang yang ngebuat karir gw bisa seperti ini .. Itu sebuah pelajaran berharga yang gw dapet dari main basket man ..

> 16.    Apa cita-cita lu bro?
(Cita-cita gw pengen jadi ‘David Stern’nya streetball Indonesia .. :)

The Pirate’s Dilemma, How Youth Culture is Reinventing Capitalism

Standar

the-pirates-dilemma

Ada hal menyenangkan dari main basket yang tak mungkin dilakukan dalam kehidupan nyata. Mencuri! Yak, kita harus, wajib melatih keahlian kita dalam mencuri bola yang tengah dikuasai lawan. Kita mengenalnya dengan istilah steal. Di NBA, Gary Payton, Iverson, bahkan Jordan pernah menjadi pemain-pemain yang jago mencuri. Lucunya, semakin banyak perolehan kita dalam mencuri, semakin disegani pula kita.

Steal a move. Copycatting other players flair. Untunglah kreatifitas dalam mengolah bola di lapangan basket tidak bisa dipatenkan. Jadi kalau kita ingin jago, kita tinggal meniru gaya menembaknya Lary Bird, fadeaway jump-nya Michael Jordan, crossover-nya Iverson, boxing out-nya O’neal, hingga ketenangannya Yao Ming. Lakukan dan bukan tidak mungkin kita akan ketularan jago seperti mereka.

Dalam kehidupan nyata dan hal-hal lain, mencuri dan menyontek adalah sebuah perbuatan tercela. Tercela? Tidak juga. Dalam dunia kapitalisme saat ini keabsahan dalam mencuri dan menyontek adalah sebuah dilemma. Begitu kata Matt Mason, penulis buku The Pirate’s Dilemma.

Once again, steal great players moves, steal a ball in the court, and steal the knowledge from any resources. Your life will be full of greatness.

Dan yang paling penting, Baca Buku!

Anak basket nggak baca buku? ke laut aja! Bego jangan dipelihara :)